Supartono JW
Supartono JW Konsultan

Untuk apa sembuhkan luka, bila hanya tuk cipta luka baru? (Supartono JW.15092016) supartonojw@yahoo.co.id instagram @supartono_jw @ssbsukmajayadepok twiter @supartono jw

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Arus Balik, Kembali ke Jakarta

10 Juni 2019   06:07 Diperbarui: 10 Juni 2019   08:52 270
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Arus Balik, Kembali ke Jakarta
Sumber: Kompas.com

Ingat lagu Kembali ke Jakarta, berdasarkan terjemahan makna bebas yang coba saya rumuskan dari lirik reffnya, Koes Plus sejak tahun lima puluh tahun yang lalu telah mengingatkan akan nekadnya para urban yang tidak peduli dengan apa yang akan terjadi di Jakarta, memang terus terbukti.

Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia tetap menjadi sasaran para urban untuk mencari kehidupan yang lebih baik, tak peduli apa yang akan terjadi. Pokoknya kembali ke Jakarta dan membawa serta sanak keluarga di saat musim balik, karena sudah ada pengalaman hidup sebelumnya.

Atas dasar kisah dan fakta-fakta yang ada, maka meski tol Trans Jawa sudah hadir, di saat musim balik, tetap saja kemacetan menjadi topik utama.

Mungkinkah pindah Ibu Kota akan diwujudkan oleh Presiden Jokowi? Namun, berdasarkan kisah yang sudah terjadi selama lima puluh tahun, maka persoalan mudik dan balik, di manapun Ibu Kota RI, tentu kepadatan dan kemacetan akan tetap menjadi primadona.

Andai Ibu Kota pindah ke Kalimantan misalnya, maka jangankan para urban dari luar pulau Kalimantan, urbanisasi dari wilayah Kalimantan lain juga akan tetap terjadi besar-besaran sebab, semua rakyat tetap ingin berjuang hidup layak. Di mana ada gula, di situ ada semut. Itulah peribahasa yang tak akan lekang oleh waktu bila dikaitkan dengan mengais rezeki dan kisah mudik dan balik di saat Lebaran.

Semisal Ibu Kota akan pindah ke kota lain, mungkin akan ada lagu baru yang judulnya disesuikan dengan nama daerah Ibu  Kota RI yang baru, ambil contoh "Kembali ke Kalimantan apa".

Jadi, ternyata, tol baru saja belum cukup untuk mengatasi persoalan kemacetan di musim mudik dan balik. Bila mudik lancar karena pemudik telah pulang ke kampung halaman yang waktunya menyebar, namun saat musim balik, para pemudik yang mengejar waktu balik karena persoalan pekerjaan, di saat bersamaan juga membawa anggota urban yang baru. 

Belum lagi di luar waktu balik bersamaan, para urban barupun tetap datang ke Jakarta di waktu lain dengan bekal alamat sanak saudara yang telah terlebih dulu ada di Jakarta atau kota besar lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun