Haryadi Yansyah
Haryadi Yansyah Wiraswasta

ex-banker yang kini beralih profesi menjadi pedagang. Tukang protes pelayanan publik terutama di Palembang. Pecinta film dan buku. Blogger, tukang foto dan tukang jalan amatir yang memiliki banyak mimpi. | IG : @OmnduutX

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Salah Satu Kunci Kesegaran Pindang Palembang: Nanas!

11 Mei 2020   13:45 Diperbarui: 11 Mei 2020   15:54 1259
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salah Satu Kunci Kesegaran Pindang Palembang: Nanas!
Kumpulan nanas yang dijual. Sumber: kompasiana.com/masfathan66

Sewaktu berkesempatan berkunjung ke Kerala, India, saya banyak menjumpai beraneka jenis makanan khas. Secara ya, mayoritas masyarakatnya vegetarian, jadi yang saya makan pun biasanya ya makanan non daging. Jika pun ada, paling banter daging domba yang digunakan karena sapi adalah hewan suci di sana.

Nah, karena makanan mereka serba sayur dan buah, menurut saya mereka jadi kreatif mengolah aneka jenis sayuran dan buah-buahan. Salah satu yang dulu bikin kaget saat saya mencicipi hidangan yang bahan bakunya nanas.

Bukan India namanya jika tak ada sentuhan kari di makanannya. Nah, waktu itu saya pernah mencicipi nanas goreng yang disiram kuah kari. Barusan, saya cek lagi ternyata ada banyak makanan yang menggunakan nanas sebagai bahan dasar atau bahan utamanya.

Manfaat dan Mitos Seputar Nanas

Umumnya, buah digunakan untuk makanan penutup atau dessert. Nah, di India nanas dapat diolah jadi makanan utama seperti pineapple curry, pineapple fried rice, pineapple raita dan masih banyak lagi. Untuk dessert, nanas biasanya dibikin menjadi olahan kue.

Nanas sendiri banyak manfaatnya. Pertama, nanas mengandung antioksidan sehat untuk melawan stres oksidatif. Stres oksidatif sendiri saat dimana terlalu banyak radikal bebas di tubuh. Kedua, nanas mengandung enzim yang dapat membantu mengontrol pencernaan.

Ialah bromelain, senyawa yang terkandung di dalam nanas yang berfungsi sebagai protease yang membantu memecah molekul protein menjadi asam amino dan peptide. Nah, setelah dipecah, maka akan mudah terserap tubuh termasuklah ke dalam pankreas untuk membantu pencernaan.

Kari khas India. Dokumentasi pribadi
Kari khas India. Dokumentasi pribadi
Ketiga, nanas dapat membantu meningkatkan kekebalan dan menekan peradangan. Keempat, melindungi tubuh terhadap penyakit kardiovaskular karena jantung juga mendapatkan imbas dari keberadaan serat, kalium dan vitamin C yang dapat menurunkan risiko terkena stroke dan kardiovaskular serta dapat melindungi hilangnya massa otot, pelestarian kepadatan mineral tulang dan mengurangi pembentukan batu ginjal.

Walau begitu, santer terdengar bahwa nanas tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil. Kenapa? Terkait dengan fungsinya yang dapat memecah protein tadi karena embrio muda kan juga terdiri dari protein.

Nanas yang belum dipanen. Dokumentasi pribadi
Nanas yang belum dipanen. Dokumentasi pribadi
Tapi itu jika nanas dikonsumsi dalam jumlah yang luar biasa besar dalam sekali makan. Nampaknya, jika dikonsumsi sedikit tidak apa-apa walau memang sebaiknya nanas dihindari di trimester pertama kehamilan. 

So, bagi yang tidak hamil atau bahkan tidak dapat hamil kayak saya, konsumsi nanas dalam jumlah wajar malah berfaedah banget, kan!

Apalah Arti Pindang Palembang Jika Tanpa Nanas

Pindang adalah makanan sejenis sup khas Palembang. Sekilas mirip dengan sup ikan tapi dengan citarasa yang lebih lengkap ketimbang sup yang menurut saya cenderung tawar. Ada banyak jenis pindang yang disesuaikan dengan daerah/kabupaten di Sumatra Selatan.

Namun, menurut hemat saya, ada 3 besar kelompok pindang yakni Pindang Komering, Pindang Pegagan dan Pindang Meranjat. Tiga jenis ini merujuk pada nama daerah. Nah, karena ayah saya orang Meranjat, maka pindang jenis inilah yang sering disajikan ibu di rumah. Nggak hanya ikan, daging sapi, ayam, udang bahkan kerang pun dapat diolah menjadi pindang.

Pindang patin khas Palembang. Dokumentasi pribadi
Pindang patin khas Palembang. Dokumentasi pribadi
Saya paling suka makan pindang patin. Nah, pindang Palembang nggak akan lengkap jika tanpa disertai nanas. Seingat saya, di beberapa kesempatan ibu bilang bahwa dia menggunakan nanas di 2 jenis. Pertama, nanasnya diparut dan dicampurkan ke dalam kuah dan bumbu. Kedua, nanas dipotong-potong dan dicampurkan sebagai pelengkap.

Di rumah, saya terkenal sebagai orang yang paling banyak ngambilin nanas kalau lagi makan pindang. Saya suka sekali nanas karena menurut saya pindangnya akan menjadi lebih tasty dan segar. 

Pindang Meranjat sendiri nggak begitu manis dan cenderung asam dan pedas. Nah, asamnya ini juga didapatkan dari nanas tadi. Asam segar yang semakin menambah citarasa.

Pindang ikan Sale dengan nanas. Dokumentasi pribadi
Pindang ikan Sale dengan nanas. Dokumentasi pribadi
Tak hanya pindang, di Palembang nanas juga biasa diolah menjadi sambal. Sambal nanas biasanya disantap bersama nasi minyak dan daging malbi (daging yang diolah seperti rendang namun cenderung lebih manis). 

Tak jauh dari kota Palembang, tepatnya di kota Prabumulih, terdapat sentra perkebunan nanas yang menjadi ciri khas kota tersebut.

Tak heran, mudah bagi masyarakat kota Palembang untuk mendapatkan nanas dengan kualitas terbaik dan segar karena pasokan nanas dengan mudah didapatkan di kota yang berjarak sekitar 2 jam dari Palembang itu.

Oke, jadi kapan kalian akan mencicipi hidangan olahan nanas di Palembang?

Dok Kompal.
Dok Kompal.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun