Edy Priyatna
Edy Priyatna karyawan swasta

Kata yang indah adalah keluar dari mulut manismu............... Buku GEMPA, SINGGAH KE DESA RANGKAT, BUKU PERTAMA DI DESA RANGKAT.

Selanjutnya

Tutup

Fiksi Islami

Puisi | Jatuh Memberi Kedamaian Jiwa

15 Juni 2018   10:54 Diperbarui: 16 Juni 2018   15:06 655 11 8
Puisi | Jatuh Memberi Kedamaian Jiwa
jatuh-5b24c4f35e1373798f2b5672.jpg

Puisi : Edy Priyatna


Aku terjaga dari mimpi

subhanallah ternyata telah membuka

kelopak mata hati

balai dari lumpur kubangan

kemudian hujan deras menusuk batas

memukul punggung kalbu

mengerang kenikmatan jiwa

entah bagaimana maumu

dan aku yakin itulah maumu

karena takut tak kan menyesakkanmu

merindukan hingga kiamat tiba

dengan serangkaian peristiwa ini

dihadapanmu kubersujud berserah diri

bertaubat melaksanakan kewajiban Illahi

seketika mataku terbuka lagi


Jaripun aku tak bisa

tubuhku terbujur kaku tak bernyawa

tak pedulikan jerit tangis mereka

membawaku menuju peraduan terakhir

agapun aku tak dapat

berdasarkan hujan kemarauku

uaplah embun dan terangi panas

atau lepaslah panas dan siram airmu

hembuskan badai nan deras

leburlah diriku dengan gunturmu

entah berapa tahun lagi lamanya

kini dalam gundukan tanah aku sendiri

tiada suatu apapun nan menemani

sangkat mendidih dan meluap

jatuh memberi kedamaian jiwa


(Pondok Petir, 05 Juni 2018)