Sepudin Zuhri
Sepudin Zuhri Editor

Energy Specialist, PR Strategist & Social Entrepreneur

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Kerukunan Umat Beragama di Gria Jakarta

21 Mei 2021   17:55 Diperbarui: 21 Mei 2021   18:19 352 2 0
Lihat foto
Kerukunan Umat Beragama di Gria Jakarta
Pelaksanaan Ibadah Salat Idulfitri 442 H di RT 008/05 Perumahan Gria Jakarta/Zuhri.

TANGERANG SELATAN - Perayaan Idulfitri terasa cukup berbeda dalam 2 tahun terakhir, yaitu pada 2020 dan 2021, dibandingkan perayaan hari raya umat Islam ini pada tahun-tahun sebelum 2020.

Pandemi Covid-19 mulai Desember 2019 (di dunia) dan mulai Maret 2020 (di Indonesia) telah mengubah tatanan kehidupan sehingga membentuk sebuah kebiasaan baru, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M).

Tidak hanya suasana Idulfitri, kondisi perekonomian juga sangat terpukul oleh pandemi ini. Hal ini dapat terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada 2020 yang minus (-2,07%) atau terjadi resesi. Padahal, rerata pertumbuhan ekonomi pada beberapa tahun sebelumnya masih mencapai 4% - 5%.

Meskipun terasa berbeda, perayaan Idulfitri 1442 Hijriah ini justru semakin mempererat kerukunan antarumat beragama. Hal ini terlihat di sebuah komunitas terkecil, Rukun Tetangga (RT) 008 RW 05, Perumahan Gria Jakarta Blok M, N, O, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Pelarangan mudik untuk kedua kalinya selama Idulfitri (2020 dan 2021) membuat hampir seluruh warga tidak pulang ke kampung halaman, sebuah budaya yang rutin dilakukan sebelum adanya pandemi Covid-19.

Perumahan Gria Jakarta Blok M, N, dan O terdiri atas 144 rumah yang tergabung dalam satu RT. Warga di RT 008 ini cukup beragam, dari sisi agama maupun suku. Ada yang beragam Islam, Kristen, Katolik, dan lainnya serta berasal dari berbagai macam suku/budaya.

Selain itu, sejak awal, warga di RT 008 tidak pernah menggelar salat Idulfitri di lingkungan perumahan ini, yaitu sejak 2005, hampir 15 tahun. Kini untuk pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 H, warga RT 008 akhirnya bisa melaksanakannya di lingkungan RT sendiri.

Momentum Covid-19 dan pelarangan mudik, warga sepakat untuk menggelar salat Ied di lingkungan sendiri dengan tujuan untuk mengurangi jamaah di masjid atau di tempat-tempat yang melaksanakan salat Ied di luar lingkungan RT 008.

Akhirnya, pengurus RT 008 dan warga sepakat untuk memanfaatkan fasilitas umum seluas 650 M2 yang sebelumnya terbengkalai penuh dengan ilalang dan sampah, disulap dalam waktu 7 hari, menjadi sebuah lapangan yang sangat layak untuk pelaksanaan salat Idulfitri.

Warga berdonasi untuk merapikan fasum tersebut dengan limbah cor molen. Kemudian diratakan dengan mesin penggilar fibrasi foller. Warga baik muslim maupun nonmuslim bahu-membahu merapikan fasum agar dapat digunakan sebagai tempat salat Idulftri.

Momentum Idulfitri menjadi penyemangat warga RT 008 dalam membangun Fasum tersebut. Selain untuk pelaksanaan salat Idulfitri, fasum tersebut akan dimanfaatkan sebagai ruang serbaguna, seperti fasilitas olahraga, tempat berkumpul warga, dan keperluan lain yang bermanfaat bagi warga di lingkungan ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN