Ina Tanaya
Ina Tanaya Penulis

Blogger, Penulis , Traveller

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Perempuan Tangguh, Relawan Covid-19, Jadi Supir Ambulan

21 April 2021   12:00 Diperbarui: 21 April 2021   12:05 386 5 1
Lihat foto
Perempuan Tangguh, Relawan Covid-19, Jadi Supir Ambulan
Dokumen pribadi

Perempuan Tangguh sering didefinisikan sebagai  perempuan "superhero" yang mampu menjalankan semua kesulitan hidup tanpa bantuan orang lain.

Apakah benar ada  seorang perempuan "super powerful" itu menjalankan semua serba bisa dan melakukan semua tugasnya sendiri?

Tidak ada perempuan tangguh dalam definisi di atas , tak ada seorang pun yang mampu menjalankan tugas, pekerjaan kantor maupun rumah tangga tanpa bantuan dan kerja sama orang lain. 

Layaknya seorang perempuan memiliki kelemahan dan kekuataan.

Ketangguhan yang dimaksudkan adalah  ia mampu membuktikan bahwa ditengah kelemahannya sebagai perempuan, ia mampu menunjukkan jiwa kemanusiaan yang tinggi, memperjuangkan hidup sesama terutama perempuan yang masih dibawah garis kemiskinan, diskriminasi dalam akses pendidikan dan kesehatan.

Ika Dewi Maharani. Sumber: Covid19.go.id
Ika Dewi Maharani. Sumber: Covid19.go.id
Adalah seorang perempuan bernama ,Ika Dewi Maharani, satu-satunya  sukarelawan perempuan  Gugus Tugas Percepatan di bawah naungan Relawan Gusus Tugas Perepatan Penanganan Covid 19, terpaksa harus jadi supir ambulans Covid 19.

Angka covid-19 di Jakarta bukannya membaik, tetapi meningkat tanpa bisa dikendalikan. Pemerintah daerah, Pusat gundah karena fenomena yang tidak baik ini.

Tempat penampungan segea disiaipkan yaitu di Wisma Atlet yang dapat menampung  cukup besar daya tampungnya. 

Tapi bagaimana dengan tenaga nakes yang terbatas jumlahnya?  Walaupun mereka sudah bekerja semaksimal mungkin, shift dengan sangat ketat, tetap diperlukan tenaga sukarelawan.

Rekrut sukarelawan pun segera dilakukan tanpa bisa menunggu waktu. Virus Covid bagaikan memburu waktu untuk penangan yang cepat dan tepat.

Begitulah seorang perempuan Ika Dewi Maharani, atau sering dipanggil Ika, tanpa ragu-ragu, ikut mendaftarkan dirinya untuk jadi sukarelawan.  Perempuan kelahiran Maluku Utara ini berkuliah di Surabaya, tinggal di Mess  yang disediakan oleh BNPB dan bertugas di rumah sakit Universitas Indonesia. Dia tergabung dalam  sebuah asosiasi profesi perawat Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN