Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Camar Omjay di Hari Kesembilan Puasa

12 April 2022   06:42 Diperbarui: 12 April 2022   07:30 765 11 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Catatan malam Ramadan atau camar Omjay di hari kesembilan puasa ini adalah jamaah tarawih sudah mulai berkurang. Mungkin sebagian baru pulang demo di senayan. Mungkin juga ada urusan lainnya.

Habis tarawih kita malah ngobrol Ade Armando yang dipukuli masa. Berita Ade Armando dipukuli sampai juga ke masjid-masjid dan mushollah-musholla. Ada yang prihatin dan ada yang senang. Saya ikut menyimaknya saja.

Di wa group dan media sosial lainnya juga ramai Ade Armando dipukuli. Mukanya lebam dan babak belur. Tak ada celana panjang di kakinya. Sungguh sangat mengenaskan keadaannya.

Hukum rimba sudah terjadi di negeri ini. Demo mahasiswa diberitakan sedikit sekali. Justru berita Ade Armando yang besar sekali beritanya. Ada apa dengan ade Armando sang pegiat media sosial itu?

Saya mencoba mencari tahu jawabnya di berbagai media sosial. Ada yang pro dan ada yang kontra. Saya berada pada posisi yang netral saja. Ada yang bilang kalau Ade Armando telah menemui takdirnya.

img-20220411-193051-6254b843bb44867d8531ea08.jpgDokpri

Saat tarawih saya melihat seorang anak yg hiper aktif. Tidak bisa diam. Dia berlari ke sana kemari. Ganis ikut kakeknya sholat tarawih. Semoga kelak menjadi ustadz dan anak yang sholeh. Itulah doa saya dalam hati. Saya begitu suka dengan anak laki-laki.

Maklumlah saya di rumah laki-laki sendiri. Saya ditemani 4 bidadari cantik di rumah. Wajar saja kalau saya merasa paling ganteng dan paling baik hati di rumah sendiri. Hehehe.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan