Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Administrasi

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Artikel Utama

Celana Lebaran Saya Buatan Penjahit Lansia

7 Mei 2021   19:55 Diperbarui: 10 Mei 2021   07:25 1139 20 3
Lihat foto
Celana Lebaran Saya Buatan Penjahit Lansia
Pak Ahmad di kios jahitnya pada Sabtu (1/5/2021) |dok. pribadi.

Menjelang lebaran tahun ini saya memilih berbelanja kain. Kemudian saya berbelanja jasa penjahit agar kain tersebut bisa menjadi celana panjang untuk saya kenakan.

Tradisi membeli pakaian baru untuk Idulfitri sebenarnya sudah saya tinggalkan sejak lama. Bertahun-tahun tak pernah lagi saya mengkhususkan belanja sandang menjelang lebaran.

Biasanya baju koko yang saya kenakan saat lebaran ialah baju yang sama dengan yang kenakan pada hari-hari sebelumnya. Kemeja untuk bersilaturahmi merupakan kemeja batik yang sehari-hari sering sandang. Celana panjang yang saya pakai juga merupakan celana panjang untuk hari-hari biasa.

Pakaian-pakaian baru justru sering saya dapatkan di luar momen lebaran. Itupun saya lebih suka membuatnya langsung di penjahit langganan. Saya cukup berbelanja kain, lalu membawanya ke penjahit untuk dirakit menjadi kemeja atau celana panjang.

Hampir semua kemeja dan celana saya merupakan hasil kerajinan tangan penjahit langganan. Sangat jarang saya membeli pakaian, kecuali kaos dan sweater. Saya pun tak punya celana jeans satu pun. Sebab selain tak suka menggunakannya, sehari-hari saya menggunakan celana bahan. Kebiasaan tersebut akhirnya membuat saya lebih menyukai celana bahan yang dibuat oleh penjahit langganan.

Dua kain bahan yang saya beli untuk membuat celana lebaran |dok. pribadi.
Dua kain bahan yang saya beli untuk membuat celana lebaran |dok. pribadi.
Lebaran tahun ini agak berbeda ceritanya karena saya akan mengenakan celana panjang baru. Seperti pernah saya singgung pada cerita samber 16 bahwa 3 celana panjang saya tak muat lagi untuk dikenakan. Artinya saya perlu celana panjang baru sesegera mungkin.

Maka akhir April lalu saya memutuskan berbelanja kain. Dua helai kain berwarna hitam dan abu-abu saya beli di sebuah toko kain yang saat itu suasananya lumayan ramai. Meski tidak sampai berjejelan pembelinya, tapi rupanya banyak orang yang punya tujuan sama seperti saya, yakni belanja kain untuk dibuat baju dan celana lebaran.

Dari toko kain saya langsung menuju penjahit langganan. Saya tak mau menunda untuk menjahitkan kain tersebut. Pertimbangannya ialah lebaran yang tinggal 2 minggu lagi kemungkinan besar membuat penjahit kebanjiran order. Semakin cepat saya menyerahkan bahan kainnya, semakin cepat pula digarap menjadi celana panjang yang saya inginkan.

Namun, harapan saya pupus sore itu. Ketika saya menyampaikan keinginan agar celana panjang saya bisa selesai satu minggu, penjahit langganan saya dengan menyesal tidak bisa menyanggupi. Sebab sudah ada banyak pesanan pakaian yang harus dikerjakannya lebih dulu.

Keesokan harinya saya mencoba pergi ke penjahit lainnya. Pak Ahmad sedang duduk menghadap mesin jahitnya saat saya datang ke kiosnya pada Sabtu (1/5/2021) siang itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN