Septianah
Septianah Mahasiswa

no impossible if we can try it

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tebar Kebaikan Ramadhan sebagai Upaya Kontribusi untuk Masyarakat

16 Mei 2022   19:52 Diperbarui: 16 Mei 2022   20:07 1743
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tebar Kebaikan Ramadhan sebagai Upaya Kontribusi untuk Masyarakat
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Bulan ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan kemenangan. Pada bulan ini banyak sekali yang bisa kita lakukan sekaligus untuk memperbaiki diri. Selain memperbanyak beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah kita juga bisa mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang bisa bermanfaat bagi orang lain. 

Seperti yang kita tahu , banyak orang yang berlomba-lomba dalam hal kebaikan pada bulan yang suci ini , sehingga hal ini membangkitkan semangat para pemuda untuk menebar ilmu dan memperbanyak tali sillaturahmi dengan sesama. Dengan begitu bulan ramadhan kali ini akan terasa lebih berwarna dan penuh dengan kebermanfaatan.

Pada bulan ramadhan kali ini , saya berkesempatan untuk turut membantu dalam suatu kegiatan yang diadakan oleh SD Muhammadiyah 13. SD Muhammadiyah 13 adalah Sekolah Dasar yang berada di jl. Kelengan Besar No. 654 Kecamatan Semarang Tengah. 

Tepat pada hari itu , SD Muhammadiyah 13 mengadakan acara buka bersama yang ditujukan untuk siswa-siswi SD Muhammadiyah beserta dengan anak-anak TPQ. Sehingga kali ini teman saya yang sebagai peserta Kampus Mengajar pada SD Muhammadiyah 13 mengajak saya untuk turut berkontribusi pada kegiatan yang diselenggarakan. 

Kegiatan ini dilaksanakan di masjid yang berada tepat di depan SD Muhammadiyah 13. Kegiatan ini juga dilakukan bersama dengan guru-guru , pemuda remaja masjid , dan juga mahasiswa kampus mengajar.

Beberapa kegiatan yang ditujukan kepada anak-anak , yang pertama adalah membaca Al-Qur'an. Berdasarkan informasi yang kami peroleh , memang sudah menjadi rutinitas mereka setiap sore ialah membaca Al-Qur'an di masjid. Membaca Al-Qur'an dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan satu pendidik yang mendampingi dan mengajar mereka dalam membaca Al-Qur'an. 

Anak-anak yang membaca Al-Qur'an cukup banyak jumlahnya dengan berbagai usia , mulai dari 1 tahun sampai dengan remaja. Sistem membaca Al-Qur'annya disini ialah bergiliran menghadap guru satu per satu kemudian akan dikoreksi bacaan setiap anak tersebut. 

Anak-anak tersebut harus dipastikan pada setiap pertemuan atau kehadirannya sudah menghadap guru untuk membaca Al-Qur'an, hal ini untuk memastikan dan mengawasi perkembangan membaca Al-Qur'an dari masing-masing anak. Namun , ada beberapa kendala yang didapati dalam kegiatan ini , salah satunya adalah anak-anak yang tidak kondusif. 

Melihat usia mereka juga yang terbilang masih anak-anak menjadi salah satu penyebab ketidakkondusifan. Namun hal itu tidak mengurangi kelancaran dari kegiatan membaca Al-Qur'an tersebut.

Kegiatan berikutnya ialah buka bersama. Menjelang buka puasa bersama kami bersama dengan ibu guru membantu mempersiapkan menu untuk berbuka puasa. Cukup banyak menu yang kami persiapkan kali ini sehingga menarik perhatian anak-anak selepas mereka membaca Al-Qur'an. 

Sambil menunggu adzan magrib berkumandang, anak-anak di masjid tersebut diajak untuk mengikuti kajian singkat mengenai pentingnya membaca Al-Qur'an serta amalan-amalan yang bisa kita lakukan pada bulan ramadhan. Mereka sangat antusias dan tertib dalam mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh salah satu guru SD Muhammadiyah 13. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun