Nurul Widya Lestari
Nurul Widya Lestari Seniman

Man Jadda Wa Jadda

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Etika Pergaulan Islam dengan Lawan Jenis di Lingkungan Masyarakat

19 Juni 2020   18:10 Diperbarui: 19 Juni 2020   20:06 7 1 0


Agama dan Kemanusiaan  manakah yang  harus didahulukan?

Ketika yang harus didahulukan adalah kemanusiaan daripada agama, maka sesungguhnya manusia telah menjadi diri seutuhnya. Seberapa besar kewajiban manusia untuk beragama sesungguhnya tergantung kepada seberapa besar manusia membutuhkan agama untuk menjadi manusia yang seutuhnya.

Agama selalu menganjurkan kemanusiaan-kemanusiaan; ketika agama melarang manusia untuk berbuat, maka hakikatnya agama melarang kerusakan-kerusakan yang dapat mengurangi nilai-nilai kemanusiaan.

Begitupun sebaliknya ketika agama menganjurkan manusia untuk berbuat, sesungguhnya agama mengembalikan manusia kepada kemanusiaannya, atau paling tidak agama sedang mengokohkan kemanusiaan manusia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa semua agama menganjarkan nilai-nilai kemanusiaan, dan juga tidak dapat dipungkiri bahwa tidak sedikit tindakan-tindakan manusia yang bertentangan dengan kemanusiaan atas nama agama. Namun, hal ini harus dikembalikan kepada bahwa ajaran agama tergantung kepada pemahaman manusia terhadapnya, karena sering sekali agama dipahami secara sangat tekstual sehingga, disadari atau tidak, telah melepaskan agama dari sejarah risalahnya.

Dengan demikian, maka tidak heran ketika seorang beragama kemudian menjadi keras dan begitu pula yang menjadi lemah lembut. Kebebasan beragama dalam pandangan Islam berarti setiap agama diakui eksistensinya dan para pemeluknya diberi hak sebebas-bebasnya untuk memberlakukan hukum-hukum agama dan pandangan hidupnya selama tidak benturan dengan moral dasar manusia dan tidak menganggu ketertiban umum.

Bentuk ajaran kemanusiaan Islam terletak dalam tujuan Tuhan menurunkan ayat di atas yakni, Tuhan menghendaki agar setiap orang merasakan kedamaian. Sedangkan kedamaian tidak dapat dicapai jika jiwa personal manusia tidak damai. Salah satu yang menyebabkan jiwa tidak damai adalah paksaan. Dengan begitu, Islam tidak menghendaki adanya paksaan, karena Islam adalah agama damai.

Manusia sejak lahir membutuhkan orang lain, oleh sebab itu manusia perlu bersosialisasi dengan orang lain. Maka dari itu etika pergaulan dalam islam sangatlah penting bagi kita. Dalam pandangan islam, masyarakat adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi satu sama lain secara terus menurus dan memiliki pemikiran serta perasaan sehingga akan terjalinnya hubungan yang harmonis. Dan yang lebih penting lagi yaitu etika bergaulan dengan lawan jenis.
Bagaimana seharusnya interaksi yang terjadi antara laki-laki dan perempuan?

Islam sudah menjawabnya dengan sangat komprehensif. Dan  aturan itu bukan berarti 'mengekang' atau terlalu 'membebaskan', tetapi aturan SyariahNya atau aturan Islam ada sesuai fitrah manusia. Karena yang Maha Mengetahui  hanyalah Sang Pencipta.

Fakta yang seringkali terjadi sekarang ini, kasus kesusilaan atau etika, pacaran terlewat batas, ikhtilat yang dianggap biasa sampai pada khalwat membawa petaka. Adalah hal yang wajar ketika akar permasalahan masih belum ditangani, permasalahan klasik ini bermunculan.

Semua berakar bagaimana peraturan pergaulan saat ini terjadi? Pola yang sama dan akan berulang, ketika kita tidak mau belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2