Tety Polmasari
Tety Polmasari Lainnya

Menulis cara saya meluapkan segala rasa: gelisah, marah, bahagia, cinta, rindu, harapan, kesal, dan lain-lain.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Bagi Saya Memaafkan Itu Menenangkan Jiwa

13 Mei 2021   20:17 Diperbarui: 13 Mei 2021   20:29 292 8 2
Lihat foto
Bagi Saya Memaafkan Itu Menenangkan Jiwa
Dokumen pribadi

Sudah fitrahnya manusia tidak luput dari perbuatan salah dan dosa. Baik disengaja maupun tidak disengaja. Baik direncanakan maupun tidak direncanakan. Baik kita yang berbuat kepada orang lain maupun orang lain berbuat kepada kita.

Sejatinya ketika kita berbuat salah dan dosa kepada orang lain, kita pun diajari untuk meminta maaf. Terkadang ada yang menyadarinya lalu meminta maaf. Terkadang ada juga yang enggan meminta maaf. 

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang enggan memaafkan meski orang tersebut sudah menyatakan permohonan maaf. Sakit hati memang bisa memhuat hati manusia dipenuhi marah, dendam dan benci.

Lantas, bagaimana seharusnya kita menyikapi perilaku orang lain yang menyakiti kita? Ya tiada lain dengan bersabar. Sebagaimana firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 155-156: 

"Dan sungguh Kami akan berikan cobaan kepadamu, dengan ketakutan, kelaparan, kehilangan harta dan jiwa. Namun, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang yang apabila ditimpa musibah mengucapkan 'sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali' (inna lillahi wa inna ilaihi raji'un).

Yang perlu kita pahami, apapun yang kita atau orang lain lakukan, itu sudah menjadi kepastianNya. Tidak mungkin suatu peristiwa terjadi kalau Allah tidak mengizinkannya. 

Apapun kejadian yang menimpa kita, Allah pasti punya maksud dan tujuan. Yaitu ujian bagi kita sejauhmana keikhlasan kita, kesabaran kita, ketaatan dan ketakwaan kita.

Karena itu, memaafkan adalah proses bagi diri untuk bersikap dan perilaku positif terhadap orang lain yang pernah menyakiti. Memaafkan memang tidak mudah. Butuh proses dan perjuangan untuk melakukannya.

Tapi jika kita kembalikan hakikatnya pada kekuasaan Allah, dan melihat kebaikan ada pada diri kita, maka sejatinya  memaafkan adalah sesuatu yang mungkin dilakukan.

Dengan memaafkan, hidup kita jauh lebih tenang, tidak mudah marah, tidak mudah tersinggung, dan dapat membina hubungan lebih baik dengan sesama. Terpenting lagi, kita semakin jarang mengalami konflik dengan orang lain.

Memaafkan adalah amalan yang sangat mulia ketika seseorang mampu bersabar terhadap gangguan yang ditimpakan orang kepadanya serta memaafkan kesalahan orang padahal ia mampu untuk membalasnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN