Merza Gamal
Merza Gamal Konsultan

Berpengalaman di dunia perbankan sejak tahun 1990. Mendalami change management dan cultural transformation. Menjadi konsultan di beberapa perusahaan. Siap membantu dan mendampingi penyusunan Rancang Bangun Master Program Transformasi Corporate Culture dan mendampingi pelaksanaan internalisasi shared values dan implementasi culture.

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan Pilihan

Memelihara Kebahagiaan Hati setelah Ramadhan Berlalu

10 Mei 2022   15:09 Diperbarui: 10 Mei 2022   15:32 654 8 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Memelihara Kebahagiaan Hati setelah Ramadhan Berlalu
Image Kebahagiaan bersama di saat Ramadhan (by Merza Gamal)

Saat Ramadhan, setiap orang  yang menjalankan ibadah puasa merasakan kebahagiaan dan ketenangan hati yang rasanya berbeda dengan suasana di bulan lainnya.

Tanda kebahagiaan seorang manusia adalah manakala hatinya tenang, qalbunya tenteram, dadanya lapang, dan terbebasnya dia dari ketakutan, kecemasan dan resah gelisah. Siapa memilikinya, surga dunia sudah ada dalam genggamannya sebelum didapatkannya surga akhirat.

Adapun sumber dari ketenangan dan ketenteraman batin adalah manakala seseorang sudah yakin akan jaminan keamanan dan kebaikan dari Allah Azza wa Jalla kepadanya.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya: "Sesungguhnya, Allah Ta'ala menurunkan untuk umatku dua jaminan keamanan."

Beliau kemudian membacakan ayat Al-Quran: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu (wahai Muhammad) berada di antara mereka. Dan, tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka memohon ampun (beristighfar kepada-Nya)." (QS Anfal, 8:33)

Lalu, Beliau bersabda, "Jika aku sudah tiada, aku telah meninggalkan istighfar di tengah-tengah mereka sampai hari Kiamat,"  (HR At-Tirmidzi)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW merinci tentang jaminan keutamaan dan keamanan dari istighfar. Beliau SAW bersabda: "Siapa melazimkan (memperbanyak) istighfar, niscaya Allah Ta'ala akan (1) menjadikan baginya jalan keluar atas segala kesusahannya, (2) kelapangan atas segala kesempitannya, dan (3) dia akan dikaruniai rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka olehnya." (HR Ahmad)

Sesungguhnya, memperbanyak istighfar adalah obat dari sumber malapetaka dan kesusahan dalam hidup, yaitu dosa dan kemaksiatan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap penyakit ada obatnya. Adapun obat dari dosa adalah istighfar atau memohon ampun kepada Allah Ta'ala  (HR Ad-Dailami)

Dengan demikian, meskipun Ramadhan telah berlalu, tapi buka berarti kita tidak bisa memelihara hati agar hidup kita senatiasa bahagia. Oleh karena itu setelah kita merayakan Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal kita jangan mengendorkan ibadah-ibadah yang telah berhasil kita jalani selama training akbar Ramadhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan