Meita Eryanti
Meita Eryanti Freelancer

Apoteker yang beralih pekerjaan menjadi penjual buku. Suka membicarakan tentang buku-buku, obat-obatan, dan kadang-kadang suka bergosip.

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Ajarkan Anak Untuk Tidak Meminta Uang Lebaran

11 Juni 2018   22:19 Diperbarui: 11 Juni 2018   22:25 1615 0 0
Lihat foto
Ajarkan Anak Untuk Tidak Meminta Uang Lebaran
http://www.angpaolebaran.com/

Seorang tetanggaku, ada yang serius mendidik anaknya tentang harga diri dan privasi orang lain. Aku tadinya tidak terlalu memperhatikan hal tersebut sampai suatu hari Sang Anak dan beberapa teman lainnya bermain bersamaku di depan rumahku. 

Aku kemudian mengajaknya masuk anak-anak tersebut. Ketika anak yang lain masuk ke teras rumahku, anak ini pamit padaku mau bertanya pada ibunya terlebih dahulu apakah dia boleh masuk rumahku atau tidak.

Di dalam rumahku, di ruang depan memang aku tempatkan kardus-kardus berisi buku-buku dan alat-alat untuk membuat kerajinan tangan. Beberapa anak ada yang ingin tahu dan menanyakan banyak pertanyaan tentang kardus yang ada. Namun anak ini hanya diam saja dan memainkan permainan yang ada. Anak yang berperilaku lain dari teman-temannya tentu menarik perhatian.

Di hari lain, ketika aku selesai mengerjakan pekerjaanku, aku mendengar anak-anak ribut saling berbisik. Mereka ingin mengajakku bermain. Karena pintu rumah aku tutup, mereka saling berdiskusi untuk mengetuk pintu rumahku. Namun anak yang menarik perhatian itu memberitahu teman-temannya bahwa kata mamanya, kalau pintu rumah tante ditutup artinya tante sedang sibuk atau sedang tidur. Dia memberitahu teman-temannya untuk tidak menggangguku.

Aku mengamati anak ini. Dia menerima apa yang diberikan orang padanya tapi dia tidak pernah meminta. Ketika ada temannya yang diberi sesuatu oleh orang lain, dia hanya diam saja. Dia tidak meminta 'jatahnya'.

Saat aku mengobrol dengan mamanya, barulah aku tahu bahwa mamanya memang memberi pengertian padanya tentang privasi orang lain. Dia tidak diperbolehkan meminta apapun pada orang lain.

"Anak itu harus dikasih tau, Mbak Meta," kata Sang Mama. "Ini barang punya kamu. Lakukan sesukamu sama barang ini. Ini barang orang. Jangan coba-coba pegang kalo belum minta izin sama yang punya. Dan jangan pernah pegang kalo yang punya bilang gak boleh. Kalo gak gitu, nanti anak bisa kelewatan.Oorang pikir kita ngajarinnya begitu."

"Masalah duit lebaran juga," lanjut Sang Mama. "Biar kata semua orang ngasih, tapi kalo ada yang gak ngasih jangan minta-minta. Dia kadang-kadang tanya sih, 'tante itu gak ngasih amplop ya, Ma?'. Tapi saya jawab, 'Tantenya lagi gak punya uang. Kebutuhannya lagi banyak'."

Aku manggut-manggut. Memang dalam Islam, kita tidak diperbolehkan meminta-minta. Sebuah hadist berbunyi, "barang siapa meminta-minta padahal dirinya tidak fakir, maka dia seakan-akan memakan bara api." Islam mengajarkan kita untuk memiliki rasa iffah, yaitu rasa malu dalam taqwa. Termasuk malu meminta.

Aku kemudian teringat sebuah quote yang beredar di Facebook:

"Jangan ajarkan anak kita menjadi pengemis, dengan menyuruhnya meminta-minta uang lebaran."

Kalau aku yang punya anak, aku lakukan hal yang sama dengan tetanggaku ini.