Mbak Avy
Mbak Avy Penulis

Kompasianer Surabaya | Alumni Danone Blogger Academy 3 | Jurnalis hariansurabaya.com

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Biar Tetap Eksis, di Tengah Pandemi yang Masih Hits

27 April 2021   15:58 Diperbarui: 27 April 2021   18:29 389 24 11
Lihat foto
Biar Tetap Eksis, di Tengah Pandemi yang Masih Hits
Biar tetap eksis, di tengah pandemi yang masih hits (dokumen pribadi)

Biar Tetap Eksis, Di Tengah Pandemi Yang Masih Hits - Kegiatan yang tidak pernah disia-siakan selama Ramadan adalah memperbanyak ibadah. Hampir semua orang pasti setuju. Kamu juga setuju kan? Sebenarnya walaupun kita sudah mengisi waktu dengan mengaji, i'tikaf di masjid atau memperbanyak amalan seperti sedekah serta kegiatan sosial lainnya. Tapi sepertinya masih banyak waktu tersisa yang bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya. Karena memang masa puasaan itu, tenaga harus banyak dihemat. Lebih baik aktifitas batin yang diperbanyak.

Kebetulan saja bulan Ramadan ini masih di tengah pandemi. Jadi tidak banyak aktifitas yang kita lakukan di luar rumah. Otomatis masih banyak waktu luang yang kadang kita juga bingung, mau ngapain ya? Bahkan banyak dari teman-teman yang masih menanyakan, kamu kayaknya kok sibuk banget sih....kasih job dong! 

Hey hellllooooowwww. Belum tentu kamu suka kalau dapat job dari orang lain meskipun itu temen sendiri. Karena apa yang kita lakukan itu harus berdasarkan hobi, passion, kesukaan, keikhlasan dan kesadaran akan tanggung jawab. 

Semua pasti memanfaatkan momen menjelang Lebaran. Kebanyakan orang mengisi waktu di bulan Ramadan ini sambil berjualan kue, otomatis hari-harinya disibukkan dengan berbelanja bahan kue, membuat kue, memasarkan sampai packing (membungkus untuk di kirim ke pembeli). Itulah yang saya sebut mengerjakan sesuatu yang kita sukai. Jadinya terlihat asik, santai tapi menghasilkan. Keren kan? Kalau saya sih lebih mahir makan kuenya daripada harus membuatnya hihihihi :)

Sebenarnya di era yang semua serba internet ini, makin banyak orang kreatif. Baik yang punya jiwa bisnis sampai yang memanfaatkan media sosial untuk jualan atau endorse. Seperti kami (baca : saya) yang bekerja secara online. Menggunakan semua media sosial yang terhubung dengan internet. Harus diakui, sekarang lebih praktis, ekonomis dan dinamis. Yang tidak melek teknologi pasti akan ketinggalan. 

Terus terang sejak pandemi melanda tahun lalu, aktifitas saya justru semakin padat. Bukan maksud menyombongkan diri. Karena pekerjaan yang saya lakoni lebih banyak menggunakan media online. Tidak hanya sebagai blogger, tapi juga influencer dan penggiat media sosial. Sejak pandemi, semua kegiatan dari offline berubah menjadi online. Jadi yang biasanya ada gathering atau liputan dengan tatap muka. Sekarang semua berpindah ke zoom atau webinar. Pastinya lebih aman dan nyaman. 

Seperti materi yang saya sampaikan ketika menjadi Narasumber pada acara  Cangkrukan Dengan Media yang diselenggarakan Bank Indonesia cabang Jawa Timur awal April sebelum puasa. Saya tidak hanya memberi motivasi kepada para teman media, yang merasa aktifitas selama pandemi ini semakin berkurang atau tidak produktif. Tapi saya beri bocoran, bagaimana bisa eksis di masa pandemi ini dengan memanfaatkan kemampuan yang ada. Kalau sebagai wartawan atau penulis, tidak ada salahnya untuk mengembangkan diri di dunia perbloggeran atau influencer. Sebagian dari tips yang saya berikan adalah :

  • Update blog. Sebagai blogger, ada ataupun tidak ada job nulis. Harus tetap update blog. Karena kadang klien juga melihat dari keaktifan kita mengisi blog kita. Dan yang paling penting juga. Blog yang sering diisi itu sangat berpengaruh pada level blog kita yang disebut DA atau DomainAuthirity. Apalagi kalau kita menulis dengan memakai pedoman SEO. Kalau di mesin pencarian google bisa masuk di halaman pertama, bisa jadi satu kebanggaan juga. Sedangkan tema yang pingin kita tulis sebenarnya bisa bermacam-macam. Kalau kita tidak sedang menerima job review, bisa menulis dari apa yang kita sukai. Dari keseharian, pengalaman berkesan atau bisa juga tentang kulineran. Kalau pingin tahu blog-ku, intip ya mbakavy.com.
  • Terima endorse. Selain review di blog, kebanyakan para produsen juga memanfaatkan media lain untuk promosi. Ada di twiter, facebook, instagram dan sekarang yang lagi ramai adalah tiktok. Syaratnya cuman satu, followernya harus fantastis. Tapi biasanya juga bisa di nego. Tergantung dari budget dan brand dari klien. Semakin besar nama brand tersebut, pastinya ya semakin gede fee yang ditawarkan. Jadi kalau kalian punya media sosial, postinglah sesuai hobi dan passionmu. Konsisten mengisi sesering mungkin. Siapa tahu nanti ada yang tertarik untuk menawari endorse.
  • Ikut lomba-lomba di medsos. Ada beberapa orang yang hobi banget ikut lomba di medsos. Mereka biasanya di sebut KUTER atau Kuis Hunter. Orang pemburu kuis ini biasanya sudah malang melintang bukan hanya satu atau dua tahun saja. Tapi sudah bertahun-tahun. Bahkan mengkhususkan diri untuk menekuni pekerjaan ini. Banyak banget  yang sukses. Disamping karena ketekunan, sudah hapal selera juri dan yang pasti bondo (ada modal).. Di bulan Ramadan ini juga banyak kuis-kuis Ramadan bertebaran. Hadiahnya bervariasi. Dari pulsa, voucher belanja, uang tunai, peralatan elektronik sampai kendaraan bermotor. Kalau sudah rejeki, kadang bisa nyantol juga lo. Saya tahun-tahun kemarin suka banget ikutan kuis. Hadiah terbesar yang saya terima adalah handphone dari merk terkenal dan itu beberapa kali.  
  • Ikut Samber Kompasiana. Jangan dikira ikut Samber Kompasiana itu tidak menghabiskan waktu dan pikiran. Maksud saya energi positif bisa kita salurkan dengan mengikuti lomba menulis maraton selama Ramadan ini. Kebetulan saya sudah 3 kali ikut, tapi tahun lalu absen. Terus terang sejak pertama ikut, meski sangat antusias dan semangat banget. Eh ternyata keteteran juga. Mungkin karena baru pertama kali ikut program ini. Bener-bener (waktu itu) merasa seperti di kejar debt collector wkwkwkwk. Setelah habis menyelesaikan satu tulisan, bukannya lega tapi otak ini sudah muter untuk mencari cerita tema selanjutnya. Jadilah waktu itu kadang menulis dengan prinsip daripada bolong. Nyesel juga sih, jadinya bikin cerita seadanya. Dan tahun ini pingin mengadu untung lagi. Meskipun masih dalam suasana duka karena ditinggal ibu, tapi sepertinya justru saya sangat semangat melakoninya dari hari pertama sampai sekarang. Mudah-mudahan tetap konsisten sampai akhir. Walaupun tidak berharap menang karena saingannya beribur-ribu tulisan keren, tapi tetep ngareplah hehehehe. Yang jelas, saya pingin mengisi akun di Kompasiana dengan informasi yang bermanfaat buat orang lain. 

Bukan maksud menggurui. Karena saya yakin, di luar sana masih banyak penulis-penulis yang hebat dan bisa eksis dengan royalty atau hasil dari tulisannya. Termasuk juga blogger. Tapi justru kebanyakan nasehat atau masukan dari blogger biasa kayak saya ini yang masih mau didengar. Mungkin karena bahasa dan teknik yang saya sampaikan cukup simpel dan mudah dimengerti. Begitu juga dengan tulisan saya ini, semoga bisa diambil yang bermanfaatnya.

Semua pasti punya handphone. Jaman sekarang, handphone dengan fasilitas lengkap pun gampang banget didapat. Dengan harga yang terjangkau lagi. Semua pasti punya media sosial. Entar itu cuma facebook, twitter, instagram atau tiktok. Manfaatkan handphone dan media sosialmu semaksimal mungkin. Kalau masih gaptek, bisa tanya mbah google atau bulik youtube. Nggak ada yang susah kalau  mencari informasi di era digital seperti sekarang ini.

Happy blogging!

VIDEO PILIHAN