Lailatul Syadiyah
Lailatul Syadiyah Penulis

Start from happiness

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

(Bag.2) Kembali ke Titik Akhir: Dampak Manusia Berbuat di Luar Perintah Al Quran

27 Mei 2021   06:31 Diperbarui: 27 Mei 2021   06:34 341 1 2

Lanjutan dari pembahasan Menuju Titik Akhir bag 1  bersama Ustadz Weemar Aditya beberapa saat yang lalu, saat ini saya akan melanjutkan  tentang pembahasan bayangan apa saja yang muncul jika kita memikirkan hari Akhir setelah kehidupan. Setelah mati apa saja yang akan terjadi dengan kita?

Setelah mati kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi.  Kehidupan  setelah hari akhir bahkan lebih panjang dari kehidupan saat ini. Kehidupan manusia ini umumnya 60-70 tahun, Rasulullah saja wafat di umur 63 tahun, kita sebagai umatnyapun juga tidak jauh-jauh dari sekitar umur tersebut. Ustadz Weemar menambahkan tentang statementnya, "Secara logikapun kita juga bisa membayangkan, apa yang terjadi kalau kita bisa hidup lebih dari 100 tahun. Mulai umur lima puluh tahun saja rasanya badan sudah sakit semua, bagaimana kalau sampai seratus? "  

Seperti yang telah dibahas dalam rangkuman sebelum-sebelumnya, Ustadz Weemar Aditya menyampaikan bahwa Allah menciptakan jin dan manusia untuk menyembah kepada-Nya. Kalaupun ada manusia yang tidak mau beribadah, ibaratnya seperti tong sampah tapi tidak bisa untuk membuang sampah, seperti gelas yang tidak bisa dipakai minum, seperti lampu yang tidak ada cahayanya. Seperti korden tidak bisa ditutup, seperti pintu yang tidak bisa dibuka.

Bisa dibayangkan, Allah menciptakan manusia seperti barang yang tidak bisa memberi manfaat. Seperti virus yang tidak memberi manfaat pada sekitarnya, atau bahkan menjadi makhluk yang destruktif di atas muka bumi ini. Hal ini terjadi pada akhir-akhir ini dan akibatnya berdampak pada seluruh umat manusia di muka bumi ini. Yakni, kebiasaan manusia yang memakan sesuatu yang telah dilarang dalam Al Quran. Seperti, orang-orang yang memakan binatang-binatang nocturnal, yaitu hewan yang hidupnya di malam hari siang hari tidur.

Sudah ditemukan beberapa tahun yang lalu, virus Covid-19 ini hidup di dalam tubuh kelelawar. Ketika di dalam tubuh kelelawar tidak menjadi masalah, namun bagaimana jika virus itu pindah ke tubuh manusia? Maka virus itu akan menemui inang baru yang superpower dan bisa pindah kemana-mana.

Bukankah dalam Alquran sudah diajarkan untuk tidak memakan hewan-hewan yang dilarang. Pelarangan ini tentu memiliki tujuan tertentu, jika hal ini dilanggar, maka bisa dipastikan akan memberikan efek yang sangat besar.  Manusia menjadi virus bagi manusia lainnya. Penyebab dari adanya Era Baru setelah mencuatnya Pandemi Covid-19 ini tidak lain karena ulah manusia itu sendiri, dan akhirnya berdampak pada seluruh umat. Bahkan korban meninggal dunia dari virus ini bukan hanya orang-orang yang tidak peduli terhadap kesehatan, justru mereka yang dalam hidupnya sangat hati-hati memilih makanan, namun virus ini bisa menularkan dengan kesimpelannya bersentuhan tangan, dan droplets bersin. Apalagi, untuk usia yang sudah lanjut dan stamina mulai menurun.

Nah, maka dari itu Allah menciptakan manusia untuk beribadah dengan Allah, dan kita tahu bahwa hidup di dunia ini tidak gratis, tidak Cuma-Cuma, tetapi ada maksud dan tujuan tertentu.

Bersambung....

VIDEO PILIHAN