KOMENTAR
Kisah Untuk Ramadan

Hiruk Pikuk Hati

11 Mei 2021   13:18 Diperbarui: 11 Mei 2021   13:31 126 1

Dunia penuh hiruk pikuk. Kedamaian itu milik mereka yang selalu bersama Allah. Tanpa kebersamaan Allah, tingkah pola manusia hanya kamuflase dan kebohongan saja.

Tampilan kesholehan dan ketaatan. Tampilan kekayaan dan kekuasaan. Tampilan kewibawaan dan kehebatan, tanpa rasa kebersamaan dan ketundukan pada Allah, semua hanya kamuflase semata.

Kegagalan mendapatkan kepemimpinan saat ini, karena tampilan luar para figur hanya polesan. Mengapa pemilihnya tertipu? Karena jiwanya sendiri tertipu oleh hawa nafsu. Jiwa yang tertipu akan mudah tertipu pula. Jiwa yang hina akan mudah dihinakan pula.

Kafir syariat mengingkari hukum Allah. Kafir hakikat, membuang Allah dari hati. Hati disibukkan oleh selain Allah. Hati melupakan Allah. Lisan disibukkan oleh selain Allah. Akal berkecamuk selain Allah. Orientasi hidup selain Allah.

Dunia memang sengaja dibisingkan dengan beragam hiruk pikuk. Dunia memang sengaja diramaikan dengan beragam permainan. Dunia memang sengaja disibukkan dengan beragam aktifitas. Dunia memang sengaja dilalaikan dengan beragam nikmat. Agar Allah tahu diarahkan kemana hati. Agar Allah tahu orientasi hati. Agar Allah tahu perhatian sentral hati.

KH Abdullah bin Nuh pernah berkata, "Sedetik hati tidak tersambung dengan Allah, berarti telah kafir." Inilah kualitas tingkatan para Wali Allah. Sedangkan kita, setiap hari bermaksiat namun tetap mengaku hamba Allah, tetap mengaku beriman.

Hati berkarakter mudah berbolak balik. Setiap saat dipalingkan oleh hawa nafsu. Setiap saat dibisingkan dengan bisikan hawa nafsu dan syetan. Setiap saat dihembuskan beragam pemikiran dan keinginan. Agar Allah tahu, siapa yang tetap mendengarkan Allah di tengah hiruk pikuk dan riuh rendah semua itu. Memenangkan pertarungan dalam hati, sebelum memenangkan pertarungan dalam hidup.

KEMBALI KE ARTIKEL