KOMENTAR
Kisah Untuk Ramadan

Diary Ramadhan | Day 25

18 Mei 2020   21:43 Diperbarui: 18 Mei 2020   21:45 91 0

Diary #Day25

"Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar (155), Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepadanya kami akan kembali)" (156). -- (Al-Baqarah: 155-156)

Malam-malam begini aktifitas yang sering dilakukan Yana adalah. Nongkrong di depan televisi bersama mamah dan papa. Menonton acara-acara seru yang tentunya bisa ditonton bersama. Kebetulan dipukul antara 7 ke 8 waktunya menonton berita bagi papa. Maka otomatis mamah dan Yana siap menemani.

Di meja sudah disiapkan cemilan. Ada pisang goreng, tahu goreng dan es teh manis yang sudah mamah siapkan. Saat berita pertama menampilkan tentang nuansa ramadhan di berbagai tempat, di berbagai belahan negara di dunia ini. Lalu sang pembaca berita membacakan berita keduanya. Tentang wabah Virus Corona yang telah menyita seluruh perhatian pasang mata di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia. Negara tempat Yana dan keluarganya tinggal.

Berita tersebut menjelaskan tentang tenaga medis yang membuat sebuah video. Yang curhat di media sosialnya. Mereka bercerita betapa lelahnya mereka memakai Alat Pelindung Diri dari atas kepala hingga telapak kaki. Memakai pakaian hazmat yang panasnya tiada ampun. Demi mendampingi para pasien. Demi menyembuhkan pasien yang terjangkit virus corona. Mereka para tenaga medis yang berjuang di garda terdepan mencurahkan hati merekq. Mereka gemas dan geram menyaksikan perialku masyarakat yang malah berdesakan di bandara. Mereka geram dengan masyarakat yang memenuhi pasar-pasar, swalayan dan pusat perbelanjaan demi memburu baju lebaran murah. Mereka geram menyaksikan masyarakat yang malah pergi ke tempat makan demi melepas tempat yang akan tutup selamanya. Mereka geram dengan masyarakat yang lalai atas aturan pemerintah yang melarang mudik. Mereka sangat geram. Dan seakan merasa percuma berjuang sendiri. Sehingga yang diperjuangkan tidak juga sama ikut berjuang.

Padahal jika egois mereka para tenaga medis pun ingin seperti mereka. Mereka bisa saja melakukannya. Padahal jika mereka berpikir bahwa yang mereka tolong itu bukan siapa-siapa dan tidak ada hubungannya dengan mereka, mereka sangat ingin membiarkan saja. Mereka ingin melakukan apapun yang mereka inginkan sesuka hati mereka. Mereka juga ingin belanja, mudik sampai berkumpul dengan orang tesayang seperti kalian semua. Tapi please ini bukan tentang ingin dan keinginan. Ini tentang perjuangan yang harus sama-sama dilakukannya. Tidak bisa hanya dilakukan seorang saja.

Berita barusan pun berakhir. Diganti dengan tayangan iklan.

"Kan pa. Percuma kita di rumah aja tiga bulan ini. Percuma kalo mereka semua malah seenak diri mereka keluar begitu aja. Ikutin ego dan hawa nafsu mereka." tukas Mama Yana sesaat berita selesai dan berganti iklan.

"Kalo semua orang seperti mereka tambah hancurlah semuanya ma." Yana menimpali.

"Kamu tahu apa Yan? Kamu juga bosen kan?"

"Iya sih ma. Bosen banget. Yana pengen ke toko buku, ke taman kota, ke kampus, ke perpustakaan, ke rumah sakit, dan ke tempat-tempat lainnya yang menyenangkan."

"Mamah juga Yan. Mamah pengen banget ke mall. Belanja bebas lagi kayak dulu. Mamah pengen banget ke tempat makan langganan kita. Makan baso sama mie ayam yang makannya di tempat biar bebas nambah sambel. Mamah kangen belanja baju tanpa was-was dan gak harus pake online online hilang feel nya. Mamah jugaa..." kalimat mamah terhenti saat papa mengangkat tangan dan mulai berkata.

"Udah ya Yana, mamah sabar. Semuanya pasti akan berlalu. Kita hanya butuh bersabar. Lalu melaksanakan perintah pemerintah dengan sebaik mungkin. Kita berusaha, kita berjuang dengan apa yang kita bisa."

"Peraturan pemerintahnya aja bikin pusing mah pa ganti-ganti mulu. Gak jelas."

"Sabar Yana. Ikhlas sayang ya." papa tersenyum dangat menenangkan. Yana selalu suka dengan senyuamn papa nya. Apalagi mamah.

KEMBALI KE ARTIKEL