Kartika Kariono
Kartika Kariono Pengacara

Mengalir mengikuti kata hati dan buah pikiran

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Artikel Utama

Menyicipi Aneka Lapis Palembang dan Cintanya yang Berlapis-lapis

13 Juni 2018   21:10 Diperbarui: 15 Juni 2018   19:12 4034 8 10
Lihat foto
Menyicipi Aneka Lapis Palembang dan Cintanya yang Berlapis-lapis
Aneka Lapis Palembang| Sumber: @gerrycreation

Kue lapis yang banyak dikenal ini terbuat dari campuran tepung, air, gula dan santan yang dimasak dengan cara dikukus selapis demi selapis untuk memastikan kematangan bahan bakunya.

Pilihan tepungnya pun bermacam-macam, ada yang membuatnya dari tepung beras, tepung tapioka ataupun terigu. Kebiasaan kami menyebut kue lapis yang telah jadi dengan sebutan lapis beras jika terbuat dari tepung beras, lapis gandum jika terbuat dari terigu dan lapis sagu jika terbuat dari tapioka. 

Ah..sudahlah jangan diperdebatkan soal kebiasaan salah penyebutan emak-emak di Palembang yang telah dilakukan secara turun temurun itu. Memang penyebutan tepung sagu dari pohon sagu ataupun tapioka dari singkong (di Palembang Singkong/ketela pohon hanya cukup sebut ubi tanpa embel-embel apapun, sedangkan ubi rambat disebut ubi selo). 

Untuk hidangan lebaran, di Palembang biasa menghidangkan varian kue lapis lainnya. Dari bahan maupun pengolahannya sangat istimewa, karena itu jarang sekali makanan ini terhidang secara lengkap selain di hari raya. Boleh jadi anda dapat menemuinya di beberapa hotel bintang empat di Palembang atau hidangan acara pernikahan untuk masyarakat Palembang kalangan tertentu.

Sumber :Detikfood
Sumber :Detikfood
Dari segi bahan utama 4 macam kue lapis ini sebenarnya tidak terlalu berbeda, terdiri dari telur, gula dan susu pun cara pembuatannya yang dipanggang selapis demi selapis. Hanya bahan tambahan yang membuatnya beda satu sama lain baik dari rasa dan tekstur juga beda dalam penyebutannya.

Adapun kue lapis istimewa itu, yakni:

1. Maksuba

Seringkali kue ini menjadi bahan candaan teman-teman, "suba itu nama orang ya?", aku cuma bisa geleng-geleng kepala. Bisa jadi saya yang lemah dalam pemahaman sejarah kuliner di Palembang, sejarah penamaannya memang belum saya pahami sampai saat ini meskipun pemerintah provinsi Sumatera Selatan, melalui Balitbangnovda telah mengajukan makanan ini sebagai heritage tak benda.

Kue ini rasanya sangat manis karena hanya terbuat dari 25 butir telur itik, 500 gram gula, 1 kaleng kental manis, dan 250 gram mentega.* ditambah vanila yang dikocok dicampur menjadi satu lalu dipanggang di oven dengan api atas selapis demi selapis.

2. Engkak ketan

Bahannya 10 butir telur itik, 400 gram gula pasir, 6 gelas santan (8 gelas santan dari 4 butir kelapa yang direbus hingga menyusut tinggal 6 gelas), 500 gram tepung ketan halus, ditambah kelapa sangrai yang ditumbuk halus jika suka.yang dikocok dicampur menjadi satu lalu dipanggang di oven dengan api atas selapis demi selapis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN