Dwi Rustanti
Dwi Rustanti Guru

Penulis adalah penulis pemula yang mengajar kelas 6 di SDN Pepe-Sedati-Sidoarjo

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Akhir Ramadhan di Rumah Sakit

16 Mei 2021   16:30 Diperbarui: 16 Mei 2021   16:34 204 5 3

Akhir ramadhanku tahun ini sama dengan sekitar lima tahun yang lalu, yaitu menunggu anak saya di Rumah Sakit, malah lima tahun yang lalu anakku yang belum waktunya pulang saya minta paksa untuk pulang karena saya merasa nelangsa mendengar takbir di Rumah Sakit. 

Alhasil kala malam takbiran saya masih di jalan karena dari Rumah Sakit saya harus membeli kue lebaran dan bingkisan lebaran untuk keluarga yang lebih tua. 

Betapa nelangsanya kala itu belum lagi kalau waktu berbuka dan sahur kami kesulitan untuk mencari makanan, karena para penjual makanan yang biasanya berjualan di sekitar Rumah Sakit pada pulang kampung.

Untuk tahun ini akhir ramadhankupun berada di Rumah Sakit lagi karena anakku harus dirawat di Rumah Sakit selama enam hari akibat demam berdarah. 

Bedanya tahun ini karena dimasa pandemi maka penunggu pasien cukup satu orang dan wajib rapid tes, pasienpun tidak boleh dijenguk atau ditunggu secara bergantian, sehingga saya harus mengurusi keperluan anak saya sendiri namun untuk soal mencari makanan berbuka juga tidak begitu sulit karena saat ini sudah banyak aplikasi untuk pemesanan makanan, orang yang menjual makananpun masih banyak karena adanya himbauan dari pemerintah untuk tidak mudik lebaran. Kala mau berbukapun cukup pesan di aplikasi pemesanan makanan dan kala drivernya sudah di luar halaman rumah sakit, saya tinggal ambil dan bayar.

Namun tetap saja sama karena dua hari menjelang lebaran anakku baru pulang dari Rumah Sakit, sedangkan saya belum menyiapkan keperluan lebaran maka selama dua hari itu saya harus menyiapkan berbagai keperluan lebaran mulai dari baju, kue dan bingkisan lebaran yang ssemuanya saya beli secara dadakan. 

VIDEO PILIHAN