Del Nanda
Del Nanda Freelancer

edukatif dan sportif

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Tradisi Berkah Berbagi Gulai Kambing Bulan Ramadhan oleh Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

25 April 2021   03:47 Diperbarui: 25 April 2021   05:16 252 2 0

Kauman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah tidak asing lagi dengan Kota Yogyakarta yang dimana setiap sudutnya selalu menjadi kerinduan dan menjadi cerita yang menarik. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari setiap hal yang ada di kota ini. Apalagi dibulan ramadhan seperti ini banyak aktivitas yang baik dilakukan oleh banyak orang seperti berbagi takjil, sedekah kepada orang lain, dan masih banyak lagi aktivitas yang produktiv serta mengguntungkan. Seperti yang ada di Masjid Gedhe Kauman Kota Yogyakarta yang letaknya dekat dengan Alun Alun Utara Kota Yogyakarta tersebut juga melakukan kegiatan yang positif  sejak tahun 1950an yaitu dengan membagikan hidangan takjil setiap harinya  kepada khalayak warga disekitar masjid dan masyarakat umum di area masjid tersebut. Hal tersebut dilakukan sudah sejak lama dari para pendiri masjid selama bulan ramadhan.

            Takjil yang dibagikan kepada khalayak masyarakat disekitar masjid itu di dapat dari para donatur dan katering makanan yang sudah dicek atau diverifikasi oleh pihak pendiri dan para pengurus Masjid Gedhe Kauman. Makanan yang dibagikan akan diseleksi dulu oleh pihak pengurus Masjid sebelum dibagikan kepada khalayak masyarakat. Salah satu pengurus masjid juga mengatakan bahwa suplai makanan yang diberikan kepeda masyarakat diseleksi dengan tahapan yang ketat dari beberapa katering yang sudah ada. Dari beberapa katering yang sudah masuk ke tahap seleksi oleh para pengurus jika ada yang kurang baik atau ada yang kurang maka tidak akan diteruskan atau diterima karena ada beberapa point yang tidak memenuhi kriteria.

            Dari tahun tahun sebelumnya selama bulan ramadhan pihak pengurus masjid menyediakan 2000 pcs takjil untuk dibagikan kepada masyarakat setiap harinya selama bulan ramadhan. Hal itu juga dibantu oleh para relawan masjid yang ada untuk menyediakannya. Dari beberapa takjil yang dibagikan ada presentase dalam pembagiannya yaitu 60% untuk warga disekitar masjid dan 40% untuk masyarakat umum yang ada disekitar masjid. Warga yang mendapat pun juga warga yang sudah terdata oleh pihak pengurus masjid tersebut agar adil dan merata. Namun, pada tahun 2021 ini adanya penyebaran virus covid-19 yang ada di Indonesia membuat pihak dari pengurus masjid mengurangi jumlah persedian takjil yang awalnya 2000 pcs sekarang hanya menyediakan 1000 pcs. Hal tersebut terjadi karena para donatur masjid juga ada yang berkurang. Donatur di masjid ini ada 9 orang yang dimana ada kegiatan disetiap hari kamis selama bulan ramadhan para donatur tersebut memberi lauk berupa gulai kambing dan gudeg jogja untuk dibagikan kepada khalayak masyarakat.

            Hal tersebut cukup menarik karena biasanya takjil yang disajikan berupa masakan sederhana. Karena bagi beberapa orang atau bagi para pengurus takjil makanan berupa gulai kambing adalah makanan paling mahal yang disajikan dari dulu hingga sekarang. Beberapa masyarakay yang mendapatkan menu tersebut juga mengatakan bahwa gulai kambing tersebut rasanya sangat nikmat. Mulai sejak itu masjid tersebut terkenal dengan ciri khasnya di bulan ramadhan yaitu hari kamis menu spesial gulai kambing. Pembagian takjil pun juga diberikan kepada masyarakat mulai dari setelah sholat ashar dilakukan. Tak sedikit juga orang mengantri dan berbaris rapi demi menunggu takjil atau hidangan yang disajikan selama bulan ramadhan oleh para pengurus masjid tersebut.

Jika kalian tidak ingin kehabisan menu dalam pembagian takjil kalian juga harus datang lebih awal agar dapat menerima hidangan spesial dari pihak masjid tersebut. Tatacara pembagian takjil pun juga berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ada, mulai dari pemakaian masker, sosial distancing, cuci tangan sebelum menyentuh dan tetap berbaris rapi sesuai aturan yang ada. Banyak orang berpikir jika masjid tersebut hanya membagikan takjil di hari kamis saja, namun tidak itu salah. Karena, yang sebenarnya adalah bahwa pihak para takmir masjid, pengurus masjid dan para relawan melakukan kegiatan itu setiap harinya dengan menu yang berbeda beda pula tergantung pada jumlah catering yang diberikan pada hari itu. Dengan menu yang berbeda pula disetiap harinya untuk dibagikan. Namun, terkhusus pada hari kamis saja hidangan yang disajikan adalah gulai kambing yang nikmat dan sedap.

Pihak pengurus masjid pun tidak memandang bulu siapa orang yang menerima tekjil tersebut. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat Yogyakarta sangat erat dengan sikap toleransinya baik dalam agama, sosial maupun budaya. Apalagi selama adanya covid-19 pun para pihak yang bersangkutan tetap ramah dan bijaksana dalam berinteraksi kepada orang. Jadi pandemi covid-19 tidak menghalangi kita juga sebagai manusia untuk saling berbagi dan saling mengasihi antar sesama manusia. Banyak hal positif yang masih dapat kita lakukan untuk saling memberi perhatian dan kasih sayang tanpa harus berbuat kekacauan terlebih dahulu dan tanpa melanggar aturan dari pihak pemerintah.

VIDEO PILIHAN