Bambang Subroto
Bambang Subroto Lainnya

Pensiunan Badan Usaha Milik Negara, alumni Fakultas Sosial & Politik UGM tahun 1977. Hobi antara lain menulis. Pernah menulis antara lain 2 judul buku, yang diterbitkan oleh kelompok Gramedia : Elexmedia Komputindo. Juga senang menulis puisi Haiku/Senryu di Instagram.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Gamblang Bergambling

16 Mei 2021   13:27 Diperbarui: 16 Mei 2021   13:31 114 2 0

Sebelum dan sesudah lebaran, pasti penuh cerita tentang uji nyali. Masih banyak petualang yang menjudikan nasib sendiri dan nasibnya orang lain. Semakin dilarang, semakin tertantang.

Bagi yang telah lama berpuasa mengumpat, inilah saat yang tepat. Pak Polisi dijadikan sasaran kemarahan. Istilah yang berwajib, berubah makna menjadi wajib diumpat dengan kosa kata yang mengerikan. Mengumpat adalah adab yang tidak baik.

Kita kehilangan enerji positif di bulan suci. Mengejar kebiasaan lama, mempertaruhkan segalanya.

Mudik pasti menimbulkan kerumunan. Karena banyak yang punya keinginan di saat yang sama. "Silent spreading" tetap berpotensi membahayakan. Bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Uji nyali ketika berlebaran jelas gambling. Risiko tinggi pun tidak disadari. Kita menuju ke ruang tertutup ( closed space). Lalu bersuka ria di keramaian (crowded setting). Kemudian lama berdekat-dekatan (closed contact).

Semuanya  gamblang. Dapat diusahakan dengan gigih berjuang. Tetapi sadarkah yang gamblang  sebenarnya gambling ? 

Gambling atau menjudikan nasib sendiri maupun nasib orang lain terkesan asyik. Seasyik menelusuri jalan tikus, yang dianggap sebagai petualangan. Tidak sadar bahwa itu sangat membahayakan.

VIDEO PILIHAN