Arifin Johan
Arifin Johan Dosen

Seorang Pengajar dan Pengemis Ilmu

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Pengalaman Spiritual di Ramadan

27 Mei 2021   21:19 Diperbarui: 27 Mei 2021   21:27 737 0 0

Pertama

Pengalaman spiritual tahun lalu, kami melaksanakan sholat Tarawih di rumah bersama tetangga rumah, tahun ini karena Pemerintah sudah mengizinkan untuk dapat melaksanakan di Masjid, Alhamdulillah semua berjalan dengan baik, walaupun menjadi tantangan tersendiri melawan bisikan syaitan saat Tarawih karena jarak 1 meter memberikan peluang tersendiri bagi godaan syaitan.

Tetapi di beberapa Masjid yang kami singgahi, mereka melaksanakan sholat Tarawih dengan normal, jarak tidak direnggangkan, tidak bermasker, tetapi protokol kebersihan menjadi hal penting, apa ini karena pengurus masjid sudah khatam memahami akan makna doa iftitah yang dibaca setiap saat "Sesungguhnya sholatku ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah seru sekalian alam" karena mereka menyakini bahwa masjid adalah tempat yang paling aman.

Kedua

Siraman rohani atau ceramah yang disampaikan oleh para Dai atau Ustad sebelum melaksanakan sholat Tarawih masih memberatkan pada definisi Puasa dan implikasi puasa,  definisi sedekah dengan ragam implikasinya, definisi pengampunan dosa, pembebasan dari siksa api neraka, yang langsung pada kesimpulan menuju Ketaqwaan sehingga training bulan Ramadhan masih sekedar memberikan penguatan bahwa Ibadah itu segala yang berhubungan dengan Masjid, belum menyentuh makna dan membangun subtansi berjamaah di luar Masjid dan ragam implikasinya.

Yang lebih penting lagi pengetahuan para Dai kita masih kurang dalam hal bagaimana penciptaan bumi, matahari dengan karakter panasnya dalam jarak dari bumi sampai pada panas inti matahari, planet dan bintang bahkan bumi tempat tinggal bagaimana mereka bertasbih atau bertawab sehingga benar memberikan manfaat bagi kehidupan  manusia yang pada kesimpulannya adalah manusia benar-benar diciptakan untuk beribadah pada semua aspek kehidupan mereka, mengikrarkan diri bahwa jalan raya adalah Sajadah panjang bagi manusia, Ruang Kantor adalah Tasbih sebagai ruang zikir untuk mengingat Allah, bahkan pelayanan kita atau interaksi kita pada sesama manusia adalah Tahmid atau Takbir kita untuk selalu kembali terus mengingat dan mengikatkan diri pada Allah.

Ketiga

Zakat Mall ini banyak menyadarkan kita untuk pensucian harta yang sudah jatuh Nisab atau Haulnya, pemahaman sederhana kita selama ini bahwa Emas yang tersimpan misal 40 gram tidak terkena wajib zakat, meskipun memiliki Simpanan di BANK sebesar 40 juta, jika digabungkan maka sesunggunya sudah mencapai Nisab atau Haul yang harus dibayarkan, WAJIB ini.

Nah saya melihat phenomena seperti belum sepenuhnya dipahami masif oleh masyarakat kita, dan segala potensi yang luar biasa dari ZAKAT MALL, semisal ada 10 orang kaya di RT yang memiliki harta yang sudah jatuh Nisab atau Haulnya, maka sejatinya mereka bisa menjadikan 10 orang fakir atau miskin untuk keluar dari zona miskinnya dan merubah keadaan ekonomi mereka dengan sunnah melakukan USAHA, dll. Nah ini yang belum optimal dipahami oleh masyarakat islam kita.

Jika kita mampu memahami subtansi  atau sepenuhnya dipahami benar oleh pemilik harta dalam berbagai hadis disebutkan mengenai siksaan pedih bagi mereka penunggak zakat. Mereka akan diberikan batu-batu yang dipanaskan dari neraka jahanam. Dalam riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan bahwa orang yang tak membayar zakat akan dililitkan lehernya dengan ular yang sangat beracun. Apakah Anda tidak yakin dengan ancaman ini? Kawan.

Keempat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN