Muda

Presma Unesa Minta Polri Adakan Evaluasi

1 Juli 2017   14:11 Diperbarui: 1 Juli 2017   15:56 509 0 0

BEMUnesa--Sabtu, 1 Juli 2017, Presiden Mahasiwa UniversitasNegeri Surabaya (Unesa) periode 2017, Ahmad Noor Fuadi, minta Polri lakukan evaluasi kinerja. Pasalnya, masih banyak oknum polisi yang tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Bahkan, beberapa kasus menyimpang di Tanah Air justru melibatkan oknum polisi sebagai aktornya.

Fuad memaparkan beberapa persoalan penting yang harus menjadi perhatian Polri ke depan. Pertama, penanganan isu intoleransi yang semakin marak terjadi belakangan ini. Apalagi baru-baru ini video yang dirilis oleh pihak Polri justru mengindikasikan isu intoleransi. "Ini harus segera ditindak lanjuti," tegasnya.

Kedua, pendidikan tugas dan fungsi Polri kepada masyarakat luas. Menurut Fuad, ini sangat penting mengingat masih banyak masyarakat yang tidak paham prosedur-prosedur kepolisian.Ketidakpahaman ini akan berdampak besar terhadap penanganan polisi terhadap kasus-kasus yang terjadi di masyarakat. Jika masyarakat tidak mengerti tentang peran, fungsi, atau prosedur kepolisian maka masyarakat akan mengalami keengganan untuk melaporkan setiap kasus yang terjadi ke pihak polisi.

Ketiga, mosi tidak percayabkepada polisi. Mosi ini muncul karena rasa tidak puas masyarakat terhadap kinerja polisi. Oleh karena itu, Polri perlu melakukan evaluasi diri untukmenemukan faktor-faktor penyebabnya. Sebab, baik poin kedua maupun poin ketiga,akan mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan penghakiman sendiri terhadap kasus-kasus yang terjadi.

Keempat, pembaharuan dan peningkatan metode, cara, atau alat kelengkapan Polri dalam penanganan kasus-kasus di tengah masyarakat. Tidak dapat dimungkiri, seiring perkembangan teknologi dan informasi modus kejahatan juga semakin berkembang pesat. Tanpa ada upaya pembaharuan maka Polri akan ketinggalan zaman. Akibatnya, masyarakat akan selalu menjadi korban kejahatan yang terjadi.

Kelima, Polri bergandengan tangan dengan masyarakat dan unit-unit lembaga lain. Fuad menegaskan bahwa poin ini sangat penting untuk dievaluasi oleh Polri. Tanpa dukungan penuh dari masyarakat maupun unit-unit lembaga lain maka Polri tidak akan dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Terbukti bahwa masih banyak kasus yang terjadi di masyarakat namun lepas dari tangan Polri.

Oleh karena itu, dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-71 ini, harus dijadikan momentum bagi Polri untuk melakukan refleksi dan evaluasi. Sebagai alat kelengkapan negara yang bertugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan, dan penegak hukum di tengahmasyarakat, Polri harus lebih baik lagi ke depan. Polri harus benar-benar membela masyarakat dan objektif dalam menangani setiap kasus.

"Saya berharap Polri bisa lebih objektif dalam menangani segala permasalahan yang ada dan bersungguh-sungguh dalam menjaga stabilitas keamanan nasional," pungkasFuad. (ful)