Yudha Bantono
Yudha Bantono Dokter Hewan

Veterinarian, Art and architecture writer yubantono@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

SVF 2017 Sanur dalam Kemasan Festival

19 Juni 2017   14:32 Diperbarui: 19 Juni 2017   14:43 316 1 0
SVF 2017 Sanur dalam Kemasan Festival
Foto dok.SVF

Bulan Agustus di Sanur Bali berarti ada festival, ruang terbuka di area Maisonette Inna Grand Bali Beach menjadi venue utama festival kebanggaan masyarakat Desa Sanur. Menikmati paginya Bali, menyusuri pantai berkilau dengan panoramanya serta aura budaya luhur, membuat Sanur dalam kemasan festival begitu sangat menyenangkan.

Tak bisa dipungkiri Sanur Village Festival adalah sebuah hajatan desa selera dunia, lintas kultur dan bangsa. Pagi sampai malam, selama lima hari, pengunjung akan dimanjakan dengan suguhan atraksi menarik yang menjadi ragam program SVF sejak sebelas tahun silam. Semakin dalam mengikuti, kian memberi sensasi pada petualangan berkunjung ke Pulau Bali.

Awal Agustus tahun ini, di Sanur berbagai umbul-umbul dan baner-baner akan menghiasi jalan, masyarakat Sanur dan para wisatawan mulai banyak memperbincangkan festival yang akan dihelat pada 9-13 Agustus. Bulan Agustus memang menjadi bulan selebrasi kreativitas yang ditunggu warganya. Bayangkan persiapan parade, garapan tari maupun program-program yang ada, benar-benar dipersiapkan. Kesemuanya menampilkan suguhan terbaik setiap tahunnya.

Mengunjungi Sanur Village Festival 2017, hal yang dapat dilakukan para wisatawan adalah menikmati sembari berpartisipasi dalam setiap program yang ada. Setidaknya bisa menjadi acuan untuk dicatat acara yang nantinya dapat dipilih selama mengunjungi Sanur Village Festival.

Pantai Sanur di pagi hari, foto Tjandra Hutama Kurniawan
Pantai Sanur di pagi hari, foto Tjandra Hutama Kurniawan

PANTAI SANUR

Menikmati pesona pantai, rasakan “matahari” pagi yang baru muncul dan menyinari paginya Sanur. Pemandangan yang menakjubkan berupa Gunung Agung akan terlihat terang seolah memangku lautan yang bergerak sampai riak ombak ke tepi pantai. Cahaya matahari yang menghangatkan tubuh, semakin menambah kedekatan siapapun yang percaya kebesaran Tuhan atas ciptaannya. Masyarakat Sanur yang dahulunya nelayan, beralih profesi menggerakkan roda pariwisata. Sejak matahari terbit terlihat mulai ramai membuka usaha dan aktivitas kesehariannya. Warung makan, sarana olah raga air, art shop dan ragam kehidupan hotel dan restaurant akan menyambut indahnya pagi yang tiada duanya. 

Di tepi Pantai Sanur, tepatnya di Pantai Karang, akan ditemui puluhan orang penekun yoga melakukan asanas. Yoga yang didedikasikan menyambut matahari pagi dan terbuka bagi masyarakat, dapat diikuti oleh siapapun. Sambil menikmati pagi tubuh menjadi sehat, pikiran dan jiwa tercerahkan.

Foto dok. SVF
Foto dok. SVF

JELAJAH DESA SANUR

Inilah salah satu program yang banyak diminati wisatawan, mengenal Sanur lebih dekat dengan bersepeda gayung. Pantai yang berada di wilayah Desa Sanur ini memiliki jalur khusus untuk pesepeda yang mudah dijangkau dari berbagai lokasi. Sambil bersepeda dapat menikmati aktivitas nelayan, warga, dan keindahan pantai. Jalanan di Desa Sanur yang tenang menghubungkan simpul-simpul ekonomi, mulai dari kios di pinggir pantai, warung-warung di pinggir jalan sampai pasar tradisional modern Pasar Sindu. Bisa pula menjangkau situs-situs bersejarah, studio seniman, warung tradisional, dan atraksi wisata lainnya. Kapan anda ingin berhenti, tinggal mengakhiri kayuhan pedal sepeda yang disediakan panitia dengan jumlah terbatar atau bisa disewa dengan biaya murah.

Foto dok. SVF
Foto dok. SVF

Sanur Open Golf Tournament

Olah raga golf tidak dapat dilepaskan dari aktivitas pariwisata Desa Sanur. Lapangan golf pertama di Bali berada di area Inna Grand Bali Beach Hotel. Sejumlah pegolf amatir dan profesional pernah menjajal fasilitas golf yang asri itu. Tak berlebihan jika olah raga golf ikut menjadi bagian dan mengawal sejak pelaksanaan SVF melalui Sanur Open Golf Tournamen. Turnamen ini memberikan hadiah menarik di antaranya uang tunai ratusan juta rupiah dan mobil bagi peserta yang mencatat prestasi hole in one. Pesertanya datang dari berbagai daerah, bahkan wisatawan asing pun ikut meramaikan olah raga ini.

Warung dan Tradisi Kuliner Sanur

Sanur juga dikenal sebagai pusatnya makanan enak yang dihidangkan warung, rumah makan, dan restoran yang tersebar dari Pantai Matahari Terbit hingga Mertasari. Di luar daerah pantai warung-warung itu menyebar pula hingga perbatasan Sanur dan Renon. Menu yang ditawarkan kepada masyarakat sangat variatif mulai dari aneka masakan ikan laut, daging ayam, sapi, dan babi hingga  bermacam olahan sayur mayur. Melekatnya identitas kuliner ini juga ditampilkan di SVF. Pengunjung bisa menikmati aneka menu tradisional dan internasional sambil menikmati kemeriahan festival. Sedangkan warung-warung lain di seantero Sanur mendapatkan promosi dari kegiatan tahunan ini. Para pengunjung festival dengan mudah menjangkau sejumlah warung dengan ciri khas masakan masing-masing.

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Parade dan Kompetisi Jukung

Sanur lekat dengan kawasan pesisir dan tak lepas dari ritme kehidupan masyarakat nelayan. Identitas desa ditunjukkan dengan tidak surutnya kegiatan nelayan, kendati Pantai Sanur telah disesaki hotel berbintang dan padatnya aktivitas pariwisata. Kegiatan menonjol dari kehidupan nelayan itu di antaranya perahu layar tradisional yang dikenal dengan nama jukung.

Jukung Sanur memiliki bentuk khas yang berbeda dengan perahu layar daerah lain, baik warna, desain dan ukurannya. Jukung, selain sebagai sarana transportasi laut, juga memiliki arti penting yakni sebagai identitas kampung nelayan dan desa pariwisata Sanur. Kompetisi jukung yang melayari sepanjang  Pantai Sanur menjadi atraksi menarik setiap tahun di SVF. Sedikitnya 50 jukung melakukan parade, mengembangkan layar warna-warni diembus angin laut.

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Festival Layang-layang Internasional

Sanur sangat dikenal dengan tempat membuat dan menerbangkan layang-layang berbagai corak. Sebagai wujud kegembiraan masyarakat atas musim panen serta musim angin yang mendukung, sejak berabad silam warga Sanur merayakannya dengan menaikkan layang-layang. Kegiatan ini belakangan dikemas melalui festival, yang kemudian menjadi bagian dari SVF. Para penggemar layang-layang merespon dengan membuat layang-layang ukuran besar dengan melibatkan puluhan orang untuk menerbangkannya. Peserta tidak hanya dari Bali, tetapi juga berasal dari seluruh pelosok Indonesia bahkan mancanegara. Hadirnya partisipan luar negeri menjadikan festival layang-layang ini dikenal luas dan telah menjadi agenda tahunan festival layang-layang internasional. Beragam bentuk layang-layang baik secara tradisi seperti bebean, janggan dan pecukan serta bentuk kontemporer lain yang memukau pengunjung.

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Sanur Fishing Tournament

Kegiatan memancing bukan hanya dilakukan para nelayan, tetapi juga para penghobi yang kian populer di Indonesia. Kondisi perairan Sanur memungkinkan hobi ini berkembang pesat, karena selain mendapatkan ikan, kegiatan ini juga untuk refreshing dan prestasi. Olah raga ini pun masuk dalam agenda kegiatan pariwisata bahari yang ikut memberikan kontribusi  dan promosi. Banyak rekor nasional memancing tercipta di Bali, sehingga hal ini kian menarik para penghobi baik secara nasional dan internasional untuk semakin menjadikan Sanur sebagai kawasan pemacu adrenalin. Daya dukung alam yang memang cocok bagi aktivitas ini, maka turnamen memancing di laut lepas  menjadi program yang selalu menghiasi Sanur Village Festival sekaligus mengokohkan identitas Sanur sebagai desa bahari.

Aksi Pelestarian Lingkungan Hidup

Sanur memiliki kekayaan unik yang perlu dijaga  kelestariannya berdasarkan tatanan kosmologi. Di sinilah  lokasi elok menyambut mentari pagi. Tempat di mana matahari sebagai sumber kehidupan terbit menyinari jagat Bali. Sanur juga merupakan tempat bertemunya air tawar dan air laut serta pertemuan langit dan pertiwi sebagai ayah dan ibu bumi. Pertemuan tersebut menciptakan spirit bagi Sanur menjaga keseimbangan dan ikut berperan atas keberadaan dan keberlanjutan Bali. 

Menjaga keseimbangan alam dan terus melakukan tindakan yang terpuji bagi bumi ini adalah upaya terpadu yang terus didengungkan SVF. Melalui kegiatan melestarikan lingkungan hidup Sanur Village Festival menggelar serangkaian kegiatan di antaranya beach clean up, edukasi lingkungan hidup, konservasi terumbu karang, penanaman pohon bakau, pohon langka dan kelapa, pelepasan tukik, pengolahan sampah, pameran lingkungan hidup, dan aneka kampanye penyelamatan bumi.

foto dok.SVF
foto dok.SVF

Marine Water Sport

Pantai Sanur dengan limpahan berkah atas ombak, angin serta tipe topografi pantai menjadikan pusat olah raga air berkembang. Pantai tak hanya menjadi fasilitas olah raga bahari, tetapi juga melahirkan para atlet dan pelatih profesional. Ombak Sanur yang khas dikenal peselancar internasional sebagai magic wave. Lokasi ini secara berkala dipakai untuk lomba surfing dengan standar kompetisi internasional. Banyak peselencar yang lahir secara otodidak di Sanur. 

Mereka menggauli pantai seperti sahabat yang memanggilnya di setiap ombak bagus datang. Angin yang berembus di pantai Sanur juga direkomendasikan bagi olah raga kite surfing sehingga muncul sekolah-sekolah surfing dan kite surfing sebagai olah raga profesional. Ombak yang tenang dengan aliran air laut yang bersahabat, membuat pengunjung pantai dapat menikmati olah raga air lainnya yakni kano. Kano dapat dinikmati dari pagi setelah terbitnya matahari sampai menjelang senja terbenamnya matahari. Dalam SVF olah raga air menjadi ajang kompetisi yang banyak menarik peminat, pengunjung serta apresiasi media.

foto dok SVF
foto dok SVF

Food Bazaar

Food bazzar yang menghadirkan replika warung, café, dan resoran terkenal di arena Sanur Village Festival merupakan daya tarik tersendiri. Pengunjung dimanjakan sajian aneka makanan dan minuman dengan harga terjangkau atau lebih murah dari tempat aslinya. Pengunjung bisa menikmati menu di antara lalu-lalang pengunjung lainnya, seraya menikmati hiburan di panggung utama. Selain bercengekrama bersama keluarga, momen ini juga dimanfaatkan pengunjung untuk menjamu teman dan kolega. Hadir di festival tanpa mampir ke food bazaar, seperti makanan tanpa garam, begitu seloroh sebagian pengunjung yang datang setiap tahun ke festival ini.

pagelaran-seni-jpg-59477a117197732f5aae147e.jpg
pagelaran-seni-jpg-59477a117197732f5aae147e.jpg

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Musik dan Pertunjukan Seni

Panggung utama selalu menggelar beragam acara seni budaya.  Jazz senja, reggae, pop, pop Bali, blues, sampai alunan gambelan tradisional, dan sesekali berdialog dengan musik kontemporer. Pertunjukan seni mengusung kekuatan jati diri desa global dengan tetap tegas pada tradisi. Maka dihadirkanlah tari Bali dengan iringan gamelan dan seni kreasi lain yang mengelaborasi kreativitas warga. Seniman tari dari Desa Sanur akan tampil dengan garapan musik dan koreografi yang berbeda dari setiap tampilannya di Sanur Village Festival.

Partisipan dari luar daerah Bali maupun luar negeri juga hadir untuk mengisi malam yang penuh pesona budaya. Di pelaksanaan festival corak semarak budaya diusung membaur dengan lentur, hal ini membuktikan Sanur merupakan desa terbuka bagi peradaban dan kebudayaan.

foto dok SVF
foto dok SVF

Seni Rupa dan Fotografi

Kegiatan seni rupa selalu memberikan warna tersendiri di setiap pelaksanaan Sanur Village Festival. Beragam kegiatan seni rupa selalu mencitrakan identitas bahwa seni tidak bisa lepas dari hiruk pikuk Desa Sanur maupun perkembangan pariwisatanya. Pameran seni, on the spot painting, body painting, performing art dan pameran fotografi adalah kemasan yang selalu dinantikan publik pecinta maupun penggemar seni rupa maupun fotografi. Kegiatan seni rupa yang dimotori Himpunan Pelukis Sanur menempatkan program ini bagian dari interaksi Desa Sanur dalam peta seni rupa maupun fotografi baik dalam sekala lokal, nasional dan internasional. 

Tak ada yang bernama seni bagi publik dan menjadi sesuatu yang menarik manakala pengunjung SVF tidak dapat terlibat secara langsung. Disamping seni rupa, fotografi yang merespon tema-tema pelaksanaan SVF menjadi agenda yang selalu ditunggu oleh para fotografer dan publik apresiator. Pameran fotografi diawali dengan kontes atau lomba foto yang memperebutkan beragam hadiah.

foto dok SVF
foto dok SVF

Yoga Seger Oger

Jika Anda menjumpai sejumlah warga sedang melakukan yoga di pinggir Pantai Sanur, tepatnya saat pagi hari di kawasan Inna Grand Bali Beach atau Pantai Karang, itulah kelompok persaudaraan yoga asana Seger Oger. Kelompok yang digagas warga Sanur ini secara intens melaksanakan yoga di tempat terbuka dan bisa diikuti siapa saja tanpa dipungut biaya. Yoga Seger Oger selanjutnya menjadi identitas Desa Sanur sebagai olah laku gerak tubuh, pikiran, dan jiwa. 

Seger Oger yang telah menyatu dengan kehidupan sebagian warga Sanur ini pun dihadirkan dalam pelaksanaan SVF. Instruktur yoga lokal maupun internasional pernah mengisi worskhop yoga dan yoga massal yang melibatkan banyak peserta di perhelatan SVF. Tidak hanya dilakukan di atas pasir pesisir , tetapi juga mengisi panggung hiburan utama karena Seger Oger membuat kreasi komposisi koreografi sesuai tema SVF.

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Under Water Festival

Dunia bawah laut tidak lepas dari Sanur sebagai identitas desa yang memiliki keindahan bawah laut yang terus dijaga kelestariannya. Festival bawah laut bukan saja melihat pesona keanekaragaman hayati bawah laut,  tapi lebih dari itu bagaimana upaya terpadu melaksanakan konservasi terumbu karang. Masyarakat Sanur memiliki komitmen untuk menjaga, mempertahankan dan berupaya secara terus menurus agar terumbu karang terjaga dan lestari. Melalui Sanur Village Festival, pelaksanaan program festival bawah laut telah mampu menggerakkan masyarakat untuk menanam terumbu karang di kawasan bawah laut pesisir Pantai Sanur. Konservasi sumber daya alam bawah laut dengan keanekaragam hayati yang dimilikinya selanjutnya akan menjadi kesadaran masyarakat dan diharapkan menjadi bagian dari gaya hidup kekinian.

foto dok SVF
foto dok SVF

Peragaan Busana

Panggung hiburan utama selalu menghadirkan kreativitas karya perancang busana pilihan. Acara ini merupakan stimulasi sekaligus wadah bagi pelaku industri mode yang ingin memperkenalkan karya rancang busana, gaya dan tren mode yang berkembang. Sebagai bagian industri mode yang bersentuhan dengan dunia pariwisata, tema maupun pengaruh disinergikan dengan corak maupun budaya Bali. Peragaan busana ini setidaknya memotivasi para desainer lain dan mendorong persaingan sehat untuk menghasilkan karya yang lebih bagus. Selain menggunakan bahan lokal yang ramah lingkungan, bukan mustahil fashion show ini menjadi ajang kolaborasi para pekerja seni lintas bidang.

Bali Cullinary Chalange

Bali Cullinary Chalange selalu hadir sebagai penegas identitas kuliner Sanur yang sejak lama dikenal dengan aneka menu masakan. Program ini menghadirkan kompetisi memasak dengan berbagai kategori. Selanjutnya sebagai bagian dari ajang kompetisi, para juru masak ditantang untuk memanfaatan dan mengolah aneka bahan masakan seperti ikan, daging, sayur, buah dan bumbu-bumbu hasil olah dapur nusantara. Bali Culinary Challenge memberikan ruang untuk berdialog bersama chef-chef senior sekaligus mengasah kemampuan para juru masak muda. SVF memahami kulinari terus berkembang seiring dengan meningkatnya para pengunjung yang khusus ingin memanjakan lidahnya.

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Sport and Fun Games

Pantai Sanur dikenal dengan ruang publik yang serba lengkap, beragam olah raga akan bisa didapatkan di tempat ini. SVF merespons olah raga yang berkembang di Desa Sanur sebagai desa internasional. Wilayah pantai seolah menyediakan aktivitas olah raga yang bisa dinikmati dan dilakukan sejak terbit matahari dan sampai terbenam. SVF menyuguhkan beragam kompetisi olah raga dan permainan riang, aktivitas ini menyulut gelak tawa pengunjung yang bisa membawa kelana masa lalu dunia kanak-kanak. Pengemasan program yang bernuansa riang ini mengajak pengunjung secara spontanitas terlibat bersama-sama. Pengunjung tidak lagi menjadi penonton maupun ditonton, namun menjadi bagian penting dari jalannya acara ini.

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Dialog Budaya

Dialog Budaya untuk membangkitkan tradisi intelektual melalui diskusi tentang berbagai persoalan aktual dari sudut pandang budaya, Perjalanan SVF tidak bisa dilepaskan dari proses pemikiran intelektual masyarakat, sehingga dialog budaya setidaknya telah mampu menggali pemikiran kearifan lokal di tengah keglobalan masa kini. Dialog budaya dilaksanakan secara terbuka bagi masyarakat luas dari berbagai elemen. Hasil dialog selanjutnya dipublikasikan melalui pemberitaan media, melalui dialog budaya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang luas kepada khalayak serta menjadi masukan berharga bagi berbagai pemangku kepentingan.

Sanur Kreatif Expo

SVF sejak awal memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kecil menengah memperkenalkan produk kreatifnya. Mereka diwadahi dalam arena Sanur Kreatif Expo yang mendukung promosi, pemasaran dan terciptanya kontak dengan pembeli. Beragam produk kreatif bisa dilihat oleh pengunjung dan berpotensi besar untuk transaksi langsung. Ajang ini belakangan juga menarik pemerintah daerah dari luar Bali untuk bergabung, karena menganggap Bali sebagai pintu gerbang strategis untuk mengenalkan produk mereka. Sebagian besar peserta merupakan UKM kreatif pilihan.

Sanur Run dan Triathlon

Perkembangan olah raga lari bukan semata mencari sehat belaka, lari kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Munculnya perkumpulan pelari individu, fun maupun profesional membuktikan olah raga ini menjadi bagian olah raga yang memasyarakat sejak dulu. Sanur Run atau Sanurun merupakan salah satu program yang biasanya diselenggarakan mengawali pelaksanaan SVF dari program lainnya. Sanurun melibatkan wisatawan, komunitas pelari, masyarakat umum serta siswa sekolah dikemas menjadi sebuah event yang menyentuh pariwisata Sanur. Program ini dapat menggandeng wisatawan untuk semakin memperkenalkan destinasi pariwisata Sanur. Dari Sanurun selanjutnya kegiatan ini juga berkembang menjadi triathlon yaitu lomba ketangguhan lintas tiga medan yang berstandar internasional.

foto dok. SVF
foto dok. SVF

Parade Budaya

Parade budaya merupakan pawai yang menampilkan potensi seni dan budaya dari seluruh banjar di kawasan Sanur. Selain itu juga diikuti perusahaan, institusi, dan lembaga yang beroperasi di daerah Sanur. Mereka berlomba menampilkan suguhan terbaik untuk mengikuti karnaval ini. Pertunjukan karnaval ini bisa diksaksikan pada awal pembukaan atau pada akhir festival.

Parade budaya biasanya dimarakkan pula dengan ragam garapan seni baik tradisi maupun modern. Peserta pawai sangat antusias memamerkan kreativitas menghias mobil, menciptakan koreografi, balaganjur,  marching band SMP Wisata, dan tetabuhan lainnya. Tampak pula kelihaian ibu-ibu membawa gebokan, atraksi muda-mudi dari banjar serta perwakilan industri pariwisata di Sanur.

 Wisatawan mancanegara pun tak ketinggalan mengapresiasi. Wisatawan dan ekspatriat ambil bagian turut serta dalam pawai, mengenakan busana adat Bali menyatu bersama masyarakat Sanur. Para wisatawan yang menunggu pawai atau sedang melintas di jalan tempat berlangsungnya pawai terlihat sangat takjub. Bagi wisatawan manca negara pengalaman mengesankan ini patut disampaikan kepada sahabat dan kerabat  negeri asalnya.

Foto dok. SVF
Foto dok. SVF

Ice Carving

Inilah ajang para seniman untuk berkarya dengan bahan es. Ya, sejumlah patung es spektakuler telah dilahirkan di SVF dengan mengangkat berbagai tema. Pengunjung bisa menyaksikan langsung bagaimana para pematung ini berkaya sambil berkejaran dengan waktu mendapatkan hasil pahatan es yang menakjubkan sebelum meleleh. Berbagai bentuk patung es pun selalu hadir dan ditunggu para penimat patung es.

 

Foto dok. SVF
Foto dok. SVF

Fruit Carving

Sebagai wadah perkumpulan para asosiasi juru masak Indonesia atau yang dikenal dengan Indonesia Chef Association (ICA) juga tidak kalah menunjukkan kebolehan olah seni. Fruit carving yang dikenal dengan seni memahat buah dikompetisikan sebagai ajang bergengsi bagi para anggota ICA di Bali di arena SVF.

(Yudha Bantono, Sanur Village Festival 2017)