Fiksiislami

Menjemput Panggilan Ilahi ke Tanah Suci

17 Juni 2018   22:33 Diperbarui: 17 Juni 2018   22:51 633 0 0

Pada akhir-akhir ini banyak diantara umat islam yang mengaku paling benar dalah hal aqidah, dan banyak diantara mereka yang tidak segan-segan menghukumi kafir seseorang bila seorang tersebut berbeda pandangan dan aqidah islamiyah, seperti pengeboman tempat ibadah dan tempat keramaian serta peneroran ulama pada akhir-akhir ini. Maka dari itu diperlukannya aqidah islamiyah alwasathiyah atau aqidah, paham beragama, dan cara pandang islam sebagai rahmatan lil'alamin, dan diperlukannya ukhuwah islamiyah yang dapat mempererat tali persaudaraan islam yang kuat sehingga tidak ada pihak diluar islam yang mampu merusak atau mengadu domba antara umat islam satu dengan umat islam lainnya.

Haji sebagai solusi pemersatu umat

Haji merupakan salah satu rukun islam yang dalam pelaksanaannya terjadi setiap tahun sekali yaitu bertepatan dengan hari raya qurban, dan haji merupaka salah satu solusi dari berbagai solusi untuk mempersatukan umat islam di seluruh dunia, dan mereka bersatu atau berpusat di Makkah al mukarromah.

Kenapa haji dapat menjadi solusi terbentukya ukhuwah umat islam yang kuat?

Ya, haji dapat mempersatukan umat islam, karena pada saat itu umat islam berkumpul dalam satu tempat, dan mengucapkan satu niat yaitu Haji, dan menuju satu Dzat yaitu Dzat yang maha kuasa dan yang maha Agung yaitu Allah SWT. Dan dengan berkumpulnya umat islam pada ibadah haji dapat mempersatukan ukhuwah umat islam dari berbagai penjuru dunia.

  Pengertian haji dan umrah

Secara bahasa, haji berarti kunjungan, perjalanan, atau ziarah. Secara istilah, haji berarti berkunjung atau berziarah ke Baitullah (ka'bah) di tanah suci Mekah untuk melakukan beberapa amalan atau ibadah, seperti thawaf, sa'i, dan lainnya dalam waktu tertentu demi memenuhi panggilan Allah SWT dan melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji dimulai dengan:

berihram

thawaf (qudum. Dan ifadhoh)

sa'i (antara shafa dan marwah)

wuquf .arafah

mabit di muzdalifah

melempar jumrah

tahallul (memotong atau mencukur rambut)

thawaf wada'

Sedangkan umrah secara bahasa berarti keramaian atau kemakmuran. Sedangkan dalam istilah umrah berarti berkunjung ke Baitullah untuk melakukan thawaf' sa'i dan bercukur demi mengharap ridho Allah Swt. Ibadah umrah dimulai dengan:

berihram

thawaf

sa'i

dan diakhiri dengan mencukur atau memotong rambut (tahallul)

WAKTU PELAKSANAAN HAJI DAN UMRAH

Adapun wakiu pelaksanaan haji adalah beberapa bulan tertentu yaitu Syawal dzulqo'dah dan Dzulhijjah. jumlah hari dari ketiga bulan itu adalah 69 hari dengan rincian 29 hari di bulan Syawal, 30 hari di bulan Dzulqo'dah, dan 10 hari di bulan Dzulhijjah. Puncak pelaksanaan haji dimulai sejak tanggal 9 Dzulhijjah di Arafah hingga 13 Dzulhijjah, karena di beberapa hari inilah yang menentukan sah tidaknya ibadah haji.

Adapun pelaksanaan umrah bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tidak terikat hanya pada beberapa bulan seperti pada ibadah haji. Namun, ibadah umrah tidak dianjurkan pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) hingga 13 Dzulhijjah yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.