Muda

Ciri-ciri Korban dan Pelaku Bullying di Sekolah

20 Juni 2017   05:34 Diperbarui: 20 Juni 2017   05:38 8315 0 0

Beberapa tahun belakangan kita sering mendengar kata bully, bullying, rundung atau perundungan. Dulu jauh sebelum berkembangnya teknologi informasi serta masih minimnya kegiatan di sosial media istilah tersebut tidak terlalu banyak yang mengetahui. Namun, perilaku bully atau bullying sebenarnya sudah lama ada di wilayah sekolah  mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas. 

Dikarenakan masih minimnya sumber informasi selain di media cetak dan televisi dalam memberitakan kasus - kasus bullying sehingga pengetahuan masyarakat pada saat itu kurang terekspos disertai dengan kurangnya kesadaran akan dampak yang timbul akibat perilaku tersebut. Sekarang masyarakat dengan era digital dan maraknya aktivitas di media sosial menjadikan kasus-kasus bullying menjadi salah satu yang memperolah perhatian besar bahkan seringkali menjadi viral.

 Masyarakat yang menjadi tahu sekarang ini mulai memahami bahwa bullying bukanlah hal yang bisa dianggap remeh apalagi dalam beberapa kasus banyak sekali korban - korban yang bisa dikatakan cukup memprihatinkan mulai dari yang stress ringan, melakuakn pembalasan terhadap pelaku bully hingga bunuh diri. Isu tentang bullying menjadi perhatian di seluruh dunia terlihat dari maraknya kasus tersebut. Di Amerika beberapa kali terjadi kasus penembakan massal yang dilakukan oleh korban bullying teman sekolahnya dan itu merupakan sesuatu yang cukup mengerikan jika tidak ditangani secara khusus.

Menurut Thormod Idsoe seorang peneliti dari University of Stavanger, Bullying itu adalah kekerasan mental dan fisik jangka panjang yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang dan ditujukan pada seseorang yang tidak mampu membela dirinya sendiri sehingga kami paham jika pengalaman semacam itu dapat meninggalkan 'luka' pada si korban.Dampak bullying  bagi korban:Hasil studi yang dilakukan National Youth Violence Prevention Resource Center Sanders (2003; dalam Anesty, 2009) menunjukkan bahwa bullying dapat membuat remaja merasa cemas dan ketakutan, mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan menuntun mereka untuk menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama, dapat mempengaruhi self-esteem siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri, menjadikan remaja rentan terhadap stress dan depreasi, serta rasa tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrim, bullying dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri (commited suicide).

Tanda-tanda anak yang menjadi korban bullying:

  • Timbulnya keluhan atau perubahan tingkah laku atau emosi anak karena depresi yang ia alami sebagai korban bullying
  • Adanya masukan laporan dari teman ataupun guru mengenai kejadian bullying yang di alami anak tersebut.

Tanda-tanda anak sebagai pelaku :

  • Anak menjadi agresif khususnya pada anak lain yang lebih muda usianya
  • Anak tidak memperlihatkan emosi negatifnya pada anak yang lebih tua tapi sebenarnya anak itu 
  • Memiliki perasaan yang tidak senang.
  • Ketika bersama orang tua sesekali anak bertindak agresif.
  • Adanya laporan dari berbagai pihak ketika ia melakukan tindakan agresis.
  • Anak yang pernah menjadi korban bully bisa jadi akan menjadi akan pelaku bully.

Solusi terhadap kasus bullying

Untuk orang tua :

  • Satukan pemikiran antara suami dan istri untuk menangani masalah yang terjadi pada anak.
  • Kenali dan perdalam karakter anak agar dapat mengantisipasi bermacam potensi pengintimidasian yang mungkin dapat menimpah anak.
  • Menjalin komunikasi dengan anak, supaya anak merasa nyaman menceritakan berbagai hal yang terjadi disekolah kepada orang tuanya.
  • Jangan mudah ikut campur tapi orang tua harus membiasakan timbulnya rasa keberanian dan percaya diri pada anak untuk menyelesaikan urusannya sendiri.
  • Jika sudah perlu dalam situasi yang tepat orang tua dapat ikut campur untuk menyelesaikan masalah anaknya.
  • Bicaralah dengan orang yang tepat
  • Jangan turuti jika anak meminta untuk pindah sekolah karena itu akan mengajarkan kepada anak untuk lari dari masalah.

Untuk Para Guru :

  • Sebisa mungkin mendapatkan kejelasan informasi mengenai apa yang terjadi.
  • Bantu siswa menyelesaikan masalahnya jangan menyalahkan siswa tersebut.
  • Jika perlu mintalah bantuan guru BP atau ahli professional untuk mengembalikan kondisi korban kesemula.

Tidak pernah ada kata seorang anak didik menjadi korban maupun pelaku bullying, dalam alasan apapun tidak dibenarkan hal tersebut terjadi di lingkungan dunia pendidikan ataupun di masyarakat, oleh sebvab itu STOP BULLYING karena hanya akan menyebabkan hal - hal yang negative kepada korban dan pelaku. keterlibatan orangtua guru dan seluruh lapisan masyarakat bisa mencegah terjadi adanya korban dari perilaku itu. Sekian