Eki Tirtana Zamzani
Eki Tirtana Zamzani Pendidik

Guru yang mengajar di kelas diperhatikan oleh 25-30 siswa, apabila ditambahi dengan aktivitas menulis maka akan lebih banyak yang memperhatikan tulisan-tulisannya. ekitirtanazamzani.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Muda

Tips Menunggu Datangnya Jodoh

20 Juni 2017   01:36 Diperbarui: 20 Juni 2017   01:41 347 2 2

Semua mahluk yang diciptakan Tuhan itu berpasang-pasangan. Tuhan menciptakan manusia menjadi dua jenis yang berbeda yakni lelaki dan wanita. Perasaan menyayangi kepada lawan jenis akan muncul ketika kita sudah dewasa dan organ-organ reproduksi yang ada pada diri kita sudah bekerja secara normal.

Tanda-tandanya bagi remaja perempuan sudah mengalami siklus menstruasi pada tiap bulannya sedangkan pada remaja putra testisnya sudah mampu memproduksi sel-sel sperma. Biasannya sel-sel sperma yang berlebihan akan dikeluarkan oleh tubuh melalui melalui cairan pada waktu kita mimpi basah.

Hal inilah penyebab munculnya keinginan atau dorongan untuk bisa berhubungan secara intim dengan lawan jenis. Hal ini wajar dan bisa untuk melestarikan kelangsungan hidup umat manusia di dunia. Tentunnya hubungan itu adalah hubungan yang diridloi (direstui) Tuhan yakni dalam bingkai pernikahan yang syah dan diakui oleh negara dan agama.

Remaja usia dua puluh tahunan ke atas mulai memikirkan hubungan pernikahan untuk masa depannya kelak. Pasti semua remaja putra dan putri mendambakan untuk bisa hidup berumah tangga dengan pasangan hidup yang dicintainya. Sehingga timbullah rasa kebahagiaan dan kedamaian untuk bisa segera menyempurnakan iman dengan hidup bersama dengannya.

Salah satu sunnah Rasullullah SAW yakni bagi remaja putra dan putri melepas masa lajang dengan cara menikah. Hal ini diyakini bisa menyalurkan syahwatnya sesuai pada tempatnya dan juga bisa menambahkan pahala. Namun bila dilakuan oleh pasangan yang belum menikah malah bisa menimbulkan dosa besar. Dan untuk bisa menghapus dosa tersebut harus bertobat yang sunguh-sunguh (taubatan nasuha) kepada Allah SWT.

Datangnya Jodoh! Rezeki yang diberikan Tuhan

Remaja yang sudah baligh mulai mencari calon yang cocok untuk dijadikan teman hidup. Ketika kita menanti datangnya jodoh. Saya umpamakan seperti menunggu bus di halte. Terkadang bus itu datang dengan cepat menghampiri kita, tanpa kita harus menunggu lama terlebih dahulu. Namun terkadang bisa juga berlaku sebaliknya, bus yang kita tunggu-tunggu itu tidak kunjung datang. Kita pun diliputi perasaan cemas dan sedih bila bus itu tidak datang. Dan akhirnya kita harus kehilangan waktu yang penting untuk bisa melakuan aktivitas yang lainnya.

Ketika kita sedang menunggu bus itu, saya umpamakan seperti saat kita menunggu datangnya jodoh. Dalam kepercayaan umat Islam memang kelahiran, kematian, jodoh, dan rezeki itu sudah di atur oleh Allah SWT ketika kita masih di dalam kandungan Ibu. Namun manusia juga harus berusaha terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan pasangan hidup yang di inginkannya. Dan tidak boleh hanya berpasrah diri dengan diam saja di rumah tanpa bersilaturrahmi (bersosialisasi). Salah satu manfaat silaturrahmi yaitu bisa mendekatkan jodoh.

Datangnya jodoh bisa berasal dari teman kuliah, teman kerja, dikenalkan oleh teman, atau teman dunia maya. Terkadang jodoh kita adalah seseorang yang belum pernah kita kenal sama sekali sejak kecil. Bertemunnya juga tidak disangka-sangka dan bisa langsung cocok dan bisa naik ke pelaminan. Jodoh yang datangnya seperti ini bisa disebut dengan rezeki yang datangnya tidak disanga-sangka dari Tuhan.

Hal itu mungkin bisa saja terjadi bila kita berusaha mencari jodoh yang kita inginkan. Lalu berdo’a kepada Tuhan agar dilancarkan hubungannya sampai ke pelaminan. Sehingga Tuhan mengabulkanNya dan nantinya dalam membina kehidupan berumah tangga bisa hidup langgeng bahagia sampai kakek-nenek.

Jodoh Dunia Maya

Dengan berkembangnya internet hubungan umat manusia semakin pendek. Kita dengan mudah untuk bisa berkomunikasi dengan memanfaatkan jaringan internet. Menjamurnya media sosial (medsos) dan situs-situs pencarian jodoh saat ini juga bisa kita pergunakan untuk berkenalan dengan lawan jenis. Siapa tahu ada yang cocok dan sesuai dengan kriteria yang kita inginkan.

Namun kita juga harus berhati-hati bila berkenalan dengan teman di dunia maya. Karena bisa saja wajah aslinnya itu tidak sesuai dengan foto yang diunggah di medsosnya. Karena foto itu bisa diedit dengan aplikasi photoshop. Dan kita juga harus selektif untuk memilih teman yang akan kita jadikan pendamping hidup. Kalau bisa pernikahan itu sekali dalam seumur hidup. Agar anak-anak kita nanti hanya memiliki ayah dan ibu kandung saja.

Ketika kopi darat (kopdar) dengan teman di dunia maya usahakan bertemu di tempat yang ramai. Kalau takut sendiri, bertemu dengannya bisa mengajak teman kita. Teman yang kita ajak bisa kita suruh untuk menunggu di daerah sekitar tempat kopdar. Tujuannya adalah untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kasus-kasus penculikan terhadap kaum hawa oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Bagi pihak laki-laki ya tidak ada kemungkinan diculik saat kopdar. He he

Intropeksi Diri Sendiri

Penulis sendiri masih lajang. Dan mungkin sudah waktunya untuk bisa melepas masa lajang. Namun masih terkendala untuk bisa mendapatkan jodoh yang penulis inginkan. Penulis sudah memiliki pekerjaan tetap yang bisa dipergunakan untuk memberi nafkah pada keluarga. Meskipun gaji itu belum bisa dipergunakan untuk mencicil angsuran rumah untuk masa depan. Namun penulis sudah bisa mengatur uang untuk kebutuhan sehari-hari. Dan sisannya masih bisa ditabung untuk keperluan yang datangnya mendadak.

Terkadang penulis hanya bisa merenung melihat teman-teman yang sudah bisa menikah. Kapan ya giliran penulis untuk bisa melepas lajang? Yang bisa penulis lakukan saat ini hanya berusaha dan berdo’a kepada Tuhan. Berusaha melakukan aktivitas yang bermanfaat diwaktu lenggang dengan cara menulis.

Tujuannya yaitu untuk menghibur diri saya dalam kesendirian. Dengan menulis di kompasiana, saya bisa mengungkapan uneg-uneg yang ada dalam diri saya. Mungin saya malu bila harus cerita pada teman di dunia nyata. Ketika saya menulis di blog kompasiana, seperti saya menulis di buku diary. Bila ada yang membaca siapa tahu ada yang bisa memberi pencerahan atau masukan. Atau bagi pembaca yang membaca tulisan saya ini juga bisa mengambil manfaat dari apa yang telah saya tulis mengenai kesabaran dalam menunggu jodoh.

Saya juga pernah berfiir mungkin Tuhan memberian kesempatan masa lajang yang lebih lama kepada saya agar bisa membantu keluarga secara penuh, memantapkan karir, atau memang hal ini adalah ujian yang diberikan Tuhan kepada saya untuk bisa melatih kesabaran.

Saya percaya bahwa kalau saya bisa menahan godaan untuk tidak melanggar perintah agama dan bisa selalu menjaga diri. Insyaallah jodoh yang saya inginkan atau idam-idamkan akan dikiriman Tuhan kepada saya. Waktunya tentu saya tida boleh memaksakan kehendak Tuhan. Karena masalah Jodoh itu sudah hak preogratif-Nya.

Pemuda seusia saya memang keinginan atau hasrat seksualnya sudah menggebu-gebu. Bila tidak didampingi dengan ilmu agama yang kuat bisa terjerumus pada hal yang tidak diinginkan dan melanggar norma agama.

Sesuai dengan agama yang saya anut yaitu Islam. Bila hasrat seksual sudah muncul namun belum mampu untuk menikah maka solusinnya adalah dianjurkan untuk berpuasa. Puasa yang kita lakukan bisa puasa sunnat pada hari Senin dan Kamis atau seperti saat ini puasa wajib di Bulan Ramadhan. Karena dengan berpuasa kita berlatih untuk bisa mengekang hawa nafsu.

Semoga bisa bermanfaat.

Mojokerto, 20 Juni 2017