🍀 Usi Saba 🍀
🍀 Usi Saba 🍀 ibu rumah tangga

🎀 Menolak Tenar 🎀

Selanjutnya

Tutup

Media

Hater Kompasiana

2 Juli 2016   02:38 Diperbarui: 2 Juli 2016   02:52 230 27 22

Buka-buka laman Facebook Kompasiana dan baca komen-komen di artikel saya yang diseret Admin untuk Hael waktu itu " TAK ADA THR DI AMERIKA", wah ternyata komen soal artikel saya itu cukup rame.  Banyak yang menghujat saya wkwkwkwkwk.... menghujat tapi gak baca dulu isi artikelnya apaan, kalau dah baca pasti malu sendiri tuh yang komen. Itulah ya pentingnya baca sebelum komen. 

Yang menarik itu sampai ada yang menyebut Kompasiana sebagai media abal-abal wakakakka. Pas baca artikel seorang Kompasianer lain yang artikelnya Hael kemarin dan kembali di komen-komen ada yang menyebut Kompasiana sebagai abal-abal, baru saya mengerti kalau ternyata Kompasiana ini punya Hater wakakakka, gak mau ketinggalan rupanya nih media menulis kita, kayak artis aja, ada haternya ada lovernya. 

Saya jadi ingat buku sejarah Kompasiana yang ditulis penggagas Kompasiana Kang Pepih Nugraha dimana ditulis kalau emang banyak yang ledekin kehadiran Kompasiana ini dulunya wkwkwkwkwkk.... orang macam apa itu ya, ada rekan kerja, ada manusia sebangsa yang bikin inovasi malah dimusuhin. Sok-sok an sekarang juga menyebut Kompasiana media abal-abal.  Pasti ini orang yang nyebut abal-abal gak pernah hidup di Kompasiana karena kalau tahu dan lama di Kompasiana, bisa saya katakan kalau Kompasiana nggak abal-abal karena banyak penulis yang Kompeten disini.

Lihat artikel-artikel yang menempati posisi strategis disini kualitasnya menurut saya sudah bagus, dan dari segi bahasannya, gak main2 karena paragrafnya banyak, gak kayak banyak media mainstream yang seupil2 isi paragrafnya. Capek kalo mesti klik "Laman Selanjutnya" saking mau terkesan panjang padahal pendek2 itu isinya, mana seragam pula sama media sejenis. Beda sama Kompasiana.

Lebih hebatnya banyak penulis anonim disini yang sebenarnya orang-orang berpengaruh tapi karena satu dan lain hal, mereka tak mau mengumbar identitasnya disini. Banyak pula orang-orang hebat di bidangnya yang memilih menulis disini demi relaksasi saja tanpa gembar-gembor kalau mereka orang hebat, adem aja. Banyak penulis disini yang sebenarnya bisa menjadi penulis komersial kalau mau tapi mereka memilih nulis gratisan agar idealismenya tidak terkungkung aturan dan target ini itu. 

Banyak penulis yang tidak mau menjual  kekayaan intelektualnya di media mainstream karena  lebih senang menulis disini.  Manusia-manusia yang tidak menggantungkan hidupnya pada sebatas materi semata, terus terang mendapat  tabik spesial di mata saya karena mereka punya kelas.... wakakkaka, iya artinya mereka gak mau dijajah telunjuk orang untuk menulis hal2 tertentu yang kadang melawan hati nuraninya.

Lha yang menyebut Kompasiana abal-abal itu belum tentu bisa eksis disini karena  ntar kelaparan rasa hormat dan kehausan materi, bisa mati gak karuan. Karena biasanya mungkin disembah-sembah, pas datang kesini eeeeee.... dapet rating dan komen aja susah wkwkwkwkwk.   So, bagi hater Kompasiana yang selalu bawa kata abal-abal, cobain dulu hidup disini, kalau kalian bisa eksis dan selamat disini minimal 5 tahunlah, baru boleh bilang Kompasiana abal-abal.