Tri MS
Tri MS

Orang biasa yang selalu ingin belajar dan berbagi....

Selanjutnya

Tutup

Hijau

Adipura Bukan Sekadar Piala

31 Mei 2017   03:28 Diperbarui: 28 Juni 2017   06:14 795 0 0
Adipura Bukan Sekadar Piala
Banjir karena sampah menyumbat siring kota | Pedoman Bengkulu

Kembalinya penghargaan piala Adipura yang diterima Rejang Lebong pada tahun 2015  lalu patut disambut dengan bangga. Ini merupakan prestasi besar bagi pemda RL dan karyawan Badan Kebersihan dan Lingkungan Hidup dengan pasukan kuningnya serta tim sukses pemenangan Adipura (atau apapun istilahnya) di seluruh lokasi/titik pantauan , serta seluruh masyarakat Rejang Lebong. 

Nampaknya tidak sia-sia mengadakan briefing, rapat dan pemantauan ke titik-ttiik sasaran di puskesmas/rumah sakit, perkantoran, sekolah dan kelurahan, jalan dan TPA, pasar dan terminal dengan berbagai pihak dan SKPD, dengan fokus pada kebersihan lokasi dan pengelolaan lingkungan.

Hingga saat ini Rejang Lebong telah memperoleh piala Adipura diperoleh pada tahun 2006, 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2012, dan 2015 serta plakat Adipura pada tahun 2005. Adipurasendiri adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. 

Penghargaan ini diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Program pemberian penghargaan Adipura dilaksanakan setiap tahun sejak 1986. Walaupun sempat terhenti pada awal era reformasi yaitu tahun 1998, akhirnya program Adipura kembali dicanangkan di DenpasarBali pada tanggal 5 Juni2002 dan terus berlanjut hingga sekarang.

Berdasarkan situs resmi Adipura online bahwa program Adipura adalah salah satu program yang dirancang oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu pemerintah daerah, dalam hal ini kota dan kabupaten serta provinsi untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal pengelolaan lingkungan hidup di daerahnya dalam rangka mencapai Tata Praja Lingkungan (good environmental governance)

Sasaran utama dari Adipura adalah terwujudnya pemerintahan yang baik (good government) dan lingkungan yang baik pula (good environment). Secara implisit bahwa adipura memiliki tujuan yang mulia untuk mendorong, dan menguatkan serta membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan sebuah kota, kabupaten ataupun provinsi.

Adipura bukan sekedar piala

Barangkali pejabat kita telah berkali-kali mengatakan kalimat ini, karena memang bukan piala yang dicari atau diperebutkan (berapalah harganya piala Adipura, secara fisik bisa dibeli). Adipura adalah keberhasilan dan kebanggaan yang terkait dengan kebersihan dan keteduhan kota yang merupakan dambaan semua warga Rejang Lebong. Bukan hanya keinginan bapak bupati semata. 

Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dalam program ini adalah keharusan. Kebersihan pasar Atas dan pasar-pasar lainnya dan terwujudnya taman kota/hutan kota (di desa Duku Ulu), peran keterlibatan masyarakat sangat besar. Terutama dalam membangunkesadaran (building awareness)dalam berperilaku tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.

Membangun kesadaran diciptakan melalui pendidikan pada anak-anak, sebagaimana dilakukan di SD Center Curup yang mengenalkan adanya progam Polisi Sampah. Kemudian dilakukannya Lomba 7K (kebersihan, keindahan, kepegawaian, keamanan, ketertiban, kesehatan dan kerapian) di perkantoran dan kelurahan serta penegakan perda berkaitan dengan perijinan dan tata bangunan/IMB. Semuanya harus mendukung dan sadar akan kebersihan lingkungan sekitar.

Juga jangan hanya mendadak kita dalam suasana bersih dan rapi, seolah hanya kebijakan kosmetik menjelang penilaian, sementara dalam keadaan sehari-hari, sampah berserakan serta saluran air siring kota tersumbah sampah, sehingga saat hujan menimbulkan banjir. Yang terpenting adalah membenahi perilaku warga menuju lebih peduli kesebersihan lingkungan, bukan sekedar butuh piala....

Ayo kita pertahankan kebersihan lingkungan Rejang Lebong!…