Tebar Hikmah Ramadan

Awal Mula Hawa Nafsu

11 Juni 2019   23:25 Diperbarui: 12 Juni 2019   00:44 2 0 0

Sejak iblis diusir oleh dari surga, ia berjanji untuk selalu menggoda anak cucu adam sampai akhir zaman. Iblis dan pasukannya mengajak, menggoda dan menyesatkan manusia dari alam terang benderang menuju alam kegelapan, dari nur kesucian menuju kezaliman, dari Islam berlaih pada kekufuaran. 

Bukan hanya setan yang tak kasat mata, tapi juga setan yang kasat mata pun juga ikut andil mensukseskan misi iblis. Mereka sebagai teman yang membawa temannya menuju kezaliman, karena setan yang seperti inilah yang banyak disebutkan dalam al-Quran dan hadis.

Namun penulis di sini hanya membahas setan yang tak kasat mata. Oleh karena itu, ikutilah tulisan ini sampai selesai.

Pada dasarnya, setan berada pada urat nadi dan saluran darah manusia. Seperti sabda Nabi,

"Sesungguhnya setan berkeliaran di saluran darah anak adam. Dan aku takut di hati kalian ada kejelekan."

Untuk mensukseskan misinya membawa manusia pada kesesatan, setan dan teman-temannya menyerang melewati saluran darah dan urat nadi anggota tubuh, setan bisa menjadi tangannya, kaki, mulut dan anggota lainnya, bahkan bisa menjadi otak manusia guna menyetir pikiran manusia.

Sebab itulah, manusia yang kalah oleh nafsunya dan kemaksiatan yang ia lakukan sangat mudah terlaksana, seakan tanpa beban sama sekali dan tidak ada rasa takut kepada Allah, bahkan tanpa ada rasa malu mengerjakan dihadapan orang banyak. Ia lakukan tanpa kesadaran, sebab ia menjadi bonekanya setan.

Dari sini dapat diketahui, untuk mengalahkan setan adalah dengan melawan hawa nafsu. Dan timbulnya hawa nafsu disebabkan banyak makan. Banyak makan menyebabkan malas melakukan ketaatan. Apalagi sampai terlalu kenyang.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa makan merupakan timbulnya hawa nafsu? Sebelumnya, sudah diulas keterangan hadis di atas, bahwa setan berada di urat nadi. Sedangkan makan adalah alat untuk memeperlancar aliran darah, karena dengan makan semangat memuncak. Jika makan alat pendorong darah pada seluruh tubuh, maka makan yang membawa setan ke seluruh tubuh.

Satu cara yang paling mujarab melawan setan adalah dengan puasa. Hal ini senada dengan hadis bahwa puasa dapat menutup mata dari kemaksiatan.
: : "

"Wahai para pemuda, barang siapa yang mampu untuk kawin, maka kawinlah, karena hal itu lebih menutup pada mata dan menjaga farji. Dan jika tidak mampu kawin, maka laksanakan puasa, karena itu sebagai obat."