Supartono JW
Supartono JW Penulis

Untuk apa sembuhkan luka, bila hanya tuk cipta luka baru? (Supartono JW.15092016) supartonojw@yahoo.co.id @supartono_jw

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Kemacetan Tol Cikampek dan Tol Cipali, Antara "Rest Area", Parkir Liar, dan Sampah

14 Juni 2018   00:11 Diperbarui: 14 Juni 2018   00:18 777 0 0

Di beberapa titik jalur tol, ada spanduk dan informasi tentang tempat rest area. Harapan pemudik dapat beristirahat membuncah seketika tatkala ada spanduk informasi beberapa meter lagi dapat istirahat di rest area.

Sayang, saat menjelang masuk rest Area, ternyata beberapa petugas polisi menutup jalur masuk kendaraan ke rest area dan meminta pengemudi menuju rest area berikut bila ingin istirahat.

Karena lelah, ngantuk, ingin buang hajat setelah bergelut dengan kemacetan, maka para pemudik yang sudah tidak dapat lagi menahan lelah dan ssbagaianya, karena tidak dapat masuk rest area lantas membanting stir ke kiri dan memakirkan mobil sekenanya di pinggir jalan tol.

Pengemudi lainpun tak ketinggalan, turut memarkir mobil di badan jalan tol. Mereka lalu berjamaah istirahat, buang hajat, makan dan minum, lalu setelah dirasa cukup kembali ke mobil dan tancap gas.

Apa yang ditinggalkan para pemudik dengan rombangannya di sekitar mereka parkir tadi. Ternyata sampah dan sampah. Bahkan, sampah bukan hanya ditinggalkan pemudik di tempat mereka memarkir mobil, saat melintas di tol pun, banyak dari mereka yang dengan ringan tangan membuka kaca jendela dan melempar sampah ke aspal tol.

Begitulah seterusnya dijumpai pemandangan yang sama di sepanjang jalan tol Cikampek hingga tol Cipali.

Sangat mudah di tebak, antrean panjang kendaraan yang mengulat, membuat kemacetan, pemicunya adalah rest area dan pemudik yang seenaknya istirahat di badan jalan sepanjang tol Cikampek dan Cipali.

Bisa dikatakan sembilan puluh sembilan koma sembilan  persen, kemacetan di tol Cikampek dan Cipali kemarin dan hari ini dan juga tahun-tahun lalu, dipicu sebab rest area dan pemudik yang istirahat seenaknya di badan jalan  sepanjang tol.

Dengan demikian percuma dong, insfrastruktur diperbaiki dan ditambah, tapi sikap dan budaya disiplin masyarakat.tidak berubah.

Istirahat seenaknya di pinggir jalan tol, lalu membuang dan meninggalkan sampah dengan tidak merasa risih, tidak merasa bersalah, dan tidak ada rasa malu.

Percuma juga, libur dan cuti sudah ditambah demi kesempatan mudik lebih awal dan terhindar dari kemacetan, nyatanya, masyarakat tidak mengambil momentum ini. 

Andai masyarakat memahami kebijakan pemerintah demi memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam rangka mudik tidak terkena macet, ternyata tidak disikapi dengan cerdas oleh masyarakat kita.

Deskripsi kemacetan dan masalah sampah di tol Cikampek dan Cipali, semakin memberikan justifikasi bahwa masyarakat kita sejatimya masih sangat membutuhkan pembelajaran tentang budaya tertib, disiplin, sopan-santun, etika dan tata krama hingga menjadi masyarakat yang berbudi pekerti luhur. Ini ada dalam konten  dasar pengembangan pendidikan karakter bangsa yang kurang serius digarap Pemerintah.

Meski suasana ramadhan dan jelang lebaran, haruskah budaya tidak tertib berhenti di pinggir tol dibiarkan karena akibatnya adalah kemacetan hingga kecelakaan?

Bagaimana menyadarkan masyarakat.kita tentang arti pentingnya budaya bersih dengan tidak membuang dan meninggalkan sampah sembarangan?

Haruskah tahun depan pemerintah menambah libur dan cuti bersama, karena sekarang hasilnya tidak ada beda di H-3/2/1 lebara, jalanan jalur mudik macet?

Kunci macet di tol Cikampek dan Cipali adalah rest area dan parkir liar di badan jalan tol. Bagaimana pemerintah sikapi ini? Lalu menyoal sampah?