Gaya Hidup Pilihan

Menguji Kesiapan untuk Mudik

2 Juni 2017   13:15 Diperbarui: 2 Juni 2017   13:33 257 1 0
Menguji Kesiapan untuk Mudik
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Sebelumnya melalui tulisan ini  penulis mengucapkan "selamat menjalankan Ibadah puasa Ramadhan 1438H" bagi umat muslim seluruh dunia khususnya di Indonesia.

Meskipun bulan suci Ramadhan baru beberapa hari kita lalui, Namun ada tradisi yang layak untuk kita persiapkan dan jalankan dari bulan Ramadhan ini, selain ibadah puasa, shalat tarawih dan kegiatan keagamaan yang sifatnya untuk menambah amal Ibadah kita, tentunya mudik atau berkumpul kembali dengan keluarga yang berada di kampung halaman adalah moment yang ditunggu-tunggu. 

Sebagai bangsa yang penduduknya mayoritas beragama Islam dan sebagian besar perantau juga muslim, sudah dapat dipastikan tradisi mudik pada lebaran akan menjadi moment yang menyita banyak perhatian. Perayaan mudik lebaran terasa lebih kental dengan saling mengunjungi satu sama lain antar keluarga untuk mempererat tali persaudaraan, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa mudik akan meningkatkan mobilitas arus lalu lintas semakin tinggi bukan hanya di pusat-pusat kota bahkan sampai ke pelosok kampung.

Untuk mengimbangi peningkatan arus lalu lintas tersebut dibutuhkan peran serta pemerintah dalam mengawal, mengawasi serta melayani pemudik di semua aspek sehingga semuanya siap untuk mudik. Sebagai wujud kehadiran pemerintahan dalam tradisi tahunan mudik tersebut sejak tahun 2004 telah dikeluarkan Instruksi Presiden  No. 3/2004 tentang Tentang Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran, yang kemudian Kementerian Perhubungan di tetapkan sebagai koordinatornya. Adapun instasi pemerintaan yang tergabung dalam tim koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tersebut multi sektoral dan lintas daerah.

Melalui tim tersebut pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan dan memastikan kesiapan untuk mudik baik sarana, prasana dan operator mudik lebaran. Dukungan yang diberikan dalam bentuk  kesiapan sarana baik angkutan/moda darat, laut dan udara, seperti tahun sebelumnya dalam setiap moment mudik lebaran pemerintah melalui instansi BUMN dan atau bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta kembali menyelenggarakan  mudik gratis.

Adapun acara mudik gratis bagi pemerintah bertujuan untuk menekan angka kecelakaan dijalan raya khususnya bagi pengendara kendaraan roda dua yang tidak siap untuk mudik, mengendalikan jumlah kendaraan pribadi dan tentunya untuk melayani keselamatan para pemudik. Sedangkan untuk perusahaan swasta dengan diselenggarakannya mudik gratis ini dapat semakin mempererat hubungan dengan customer dan juga sebagai cara untuk menggaet custumer baru. Sesuai data yang dirilis oleh pemerintah jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk tahun ini mengalami kenaikan sama seperti tahun sebelumnya tak terkecuali pemudik yang menggunakan sepeda motor. Oleh sebab itu pemudik yang menggunakan sepeda motor inilah yang dijadikan target oleh pemerintah dan pihak swasta  dengan diadakannya program mudik gratis.

mudik gratis BUMN
mudik gratis BUMN

Melihat minat dan aktualisasi dari program mudik gartis sebelumya yang cukup berjalan dengan baik pada tahun 2017 ini program tersebut kembali di buka dengan kembali menyasar pemudik pengguna sepeda motor,  Dengan melihat kenyataan bahwa  sebagian besar para perantau memiliki sepeda motor, maka dapat dipastikan bagi sebagaian perantau ingin menggunan sepeda motor sebagai moda transportasi mudik lebaran. Pemerintah melihat dan menganalisa mudik menggunakan sepeda motor dapat menimbulkan dampak yang luar biasa, selain dampak positif yang ada dampak negatif malah sering kita dengar, kecelakaan dan kemacetan yang tidak terelakkan  sehingga pengguna sepeda motor menanggung resiko kerugian material maupun imaterial yang tidak sedikit.

Sepeda motor menjadi pilihan favorit bagi  para perantau untuk mudik ke kampung halaman dikarenakan banyak faktor antara lain faktor biaya ada anggapan mudik menggunakan sepeda motor lebih irit dari segi biaya karena pengendara bisa mengatur kebutuhan bahan bakar maupun dapat leluasa mencari jalur sesuai dengan keinginan. 

Faktor harga diri atau gengsi tidak dapat dipungkiri sebagai manusia pasti akan memiliki sifat gengsi namun pasti berbeda kadarnya setiap manusia tersebut, tidak terkecuali para perantau yang  akan melakukan tradisi mudik kekampung halamannya, supaya kelihatan atau bisa dibilang sukses atau berhasil oleh sanak familinya di kampung maka dengan tekat bulat memberanikan diri untuk mudik dengan menggunakan sepeda motor. Selain itu faktor fleksibel dalam jadwal mudik ataupun balik  juga menjadi salah satu pertimbangan bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

mudikgratis.dephub.go.id
mudikgratis.dephub.go.id

Dari beberapa faktor pendukung pemudik menggunakan sepeda motor untuk mudik diatas, tanpa disadari yang tujuan awalnya untuk lebih irit, fleksible dan menjaga harga diri mereka tidak  memperhitungkan dampak lebih yang terjadi setelahnya seperti kebutuhan service yang lebih dari biasanya atau bahkan kecelakaan yang  menimpa di saat perjalanan, Kenyataan dilapangan banyak dampak negatif yang muncul saat perjalanan mudik baik bagi pengendara sepeda motor itu sendiri, sehingga para pemudik moda transportasi lainnya yang terkena imbasnya, hal ini terjadi dikarenakan mudik dengan menggunakan sepeda motor untuk tujuan  perjalanan jauh rawan akan mengalami kecelakaan. 

Banyak faktor yang mempengaruhi kecelakaan pengendara sepeda motor saat mudik, kelelahan menjadi factor utama terjadinya kecelakaan kondisi fisik dan mental yang tidak siap untuk mudik, hal ini terjadi jika pemudik yang sejak dari awal rencana perjalanan mudik mereka dipersiapkan tanpa secara sebaik-baik, jika aktifitas serta rutinitas kesehariannya  selama di perantauan yang cukup melelahkan ditambah lagi pada saat mudik para pengendara sepeda motor ada yang masih dalam menjalankan ibadah berpuasa sehingga semakin menguras stamina dan fokus saat mengendarai sepeda motor.

Sedangkan jauh dan lamanya perjalanan yang mereka tempuh , belum lagi cuaca, medan ataupun jalur mudik yang mereka lalui bukan jalur keseharian meraka tentunya situasi kondisi akan berbeda dan akan mempengaruhi cara mereka berkendara Selain kondisi fisik dan mental yang harus prima dan terjaga, kondisi sepeda motor yang tidak atau belum siap untuk mudik juga dapat menjadikan salah satu terjadinya kecelakaan. Untuk mengantisipasi tingginya korban kecelakaan terutama pengguna sepeda motor tersebut,  pemerintan memberikan solusi bagi para perantau yang ingin mudik dan tetap dapat menggunakan sepeda motor mereka saat dikampung halaman yaitu dengan mengikuti program mudik gratis. 

Ada banyak moda transportasi yang diberikan sesuai dengan jadwal dan tujuan daerah pemudik ke masing-masing kampung halaman yang tentunya lebih siap untuk mudik. Disamping pengendara mudik nyaman saat ikut moda transportasi yang dipilih sepeda motornya pun juga sampai dengan aman, dan tentunya keuntungan yang didapatkan selain menghemat biaya alias gratis ikut program mudik gratis ini pun juga menghemat energi yang dikeluarkan oleh pemudik pengendara motor.

Selain menyediakan dan memastikan kesiapan sarana, peran serta pemerintah dalam untuk memperlancar mudik adalah menyediakan prasarana, arus mudik maupun arus balik lebaran pasti menimbulkan berkumpulnya jutaan orang di suatu lokasi yang sama. Banyaknya animo pemudik harus diimbangi juga dengan tersediannya prasarana yang baik dan aman. Berbagai prasarana yang sering menjadi titik temu para pemudik telah dipersiapakan dan diperbaiki berupa jalan, terminal bus, stasiun kereta, pelabuhan dan bandara. 

Belakangan ini  kita juga dengar dan lihat informasi dari berbagai media masa, dimana pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah telah melakukan perbaikan dan atau pembukaan jalur alternatif baru khususnya di pulau jawa yang nantinya akan dilintasi para pemudik, revitalisasi terminal, pelabuhan maupun bandara dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan yang digunakan untuk mudik. kesiapan prasarana tersebut layak dijadikan prioritas, mungkin bagi perantau yang mudik dari arah jabodetabek menuju ke daerah jawa tengah maupun jawa timur yang melakukan perjalanan dengan mengunakan moda transportasi darat pada mudik lebaran tahun 2016 kemarin masih ingat dengan peristiwa yang cukup menonjol yaitu antrain di pintu exit brebes timur yang mencapai 20 s/d 22 km tepatnya pada H-4 sebelum lebaran, dan konon kabarnya sampai ada korban yang meninggal dikarenakan terjebak kemacetan tersebut.

Selain persiapan sarana dan prasarana, peran pemerintah maupun swasta sebagai operator pelayanan publik tentunya diharapkan juga untuk mendukung kelancaran mudik lebaran, sehingga  para perantau yang ingin mudik dapat siap untuk mudik secara aman dan    pastinya sudah dapat mempelajari kejadian dan trend mudik  tahun sebelumnya dan mengambil kesimpulan untuk mencari jalan keluar atas berbagai dampak yang ditimbulkan dalam rangkaian mudik tahun ini. Selain kecelakaan yang terjadi saat mudik macet merupakan dampak negatif yang timbul dari tradisi mudik tersebut, meskipun kita dengar pameo mudik lebaran tidak macet maka tidak asyik. 

Akan tetapi macet bagi sebagian orang dianggap dapat merugikan. Untuk mengurangi atau menghapus pameo tersebut sudah menjadi concern pemerintah bekerja sama dengan pihak-pihak terkait selaku operator sarana dan prasarana untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan, dalam hal ini pemerintah memastikan bahwa moda transportasi yang digunakan untuk mudik sudah memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan serta dilengkapi fasilitas tanggap darurat,  mengoperasikan moda transportasi dan mengangkut penumpang sesuai izin dan kapasitas yang diizinkan, mematuhi standar pelayanan minimal, memeriksa kondisi fasilitas utama dan fasilitas pendukung sarana angkut sebelum beroperasi, memeriksa kelengkapan administrasi berupa surat tanda nomor kendaraan, buku uji, surat ijin mengemudi, surat izin berlayar, surat perintah kerja bagi awak bus, manifes penumpang, tiket dan sebagainya serta mematuhi waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi, awak, pilot nahkoda dan masisnis.

Kebijakan-kebijakan antara lain pembatasan untuk angkutan barang galian/tambang, pembatasan opersional mobil barang dengan subu 3 atau lebih yang kembali diterapkan. Pemberian informasi serta komunikasi yang disampaikan dilapangan dalam hal pemberitahuan mengenai kondisi terupdate jalur yang layak dan aman untuk dilalui serta kesiapan penangan keselamatan yang selalu stand by 24 jam.

Diakhir tulisan ini penulis hanya dapat memberikan saran bagi penulis sendiri dan para pemudik untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk siap mudik ke kampung halaman dengan baik-baiknya sehingga tujuan mudik lebarab kali ini dapat berjalan dengan lancar, damai dan menyenangkan.