Shalahuddin Ahmad
Shalahuddin Ahmad profesional

Alumni ITB, Mantan Country Director dari sebuah perusahaan global, dan berkantor di sebuah kota tepi Black Sea. Menulis sebagai rasa tanggung jawab sosial untuk sharing, edukasi, dan menguji pemikiran sendiri serta dapatkan feedback dari komunitas. Aktif di Quora dan FB di waktu senggangnya.

Selanjutnya

Tutup

Media

Bacaan Quran dalam Shalat

1 Juli 2017   12:59 Diperbarui: 1 Juli 2017   13:51 343 0 0

Berbeda dengan banyak agama lain dimana ritual agama harus dipimpin oleh orang dengan pendidikan tertentu dan merupakan profesi tertentu, pria muslim akil balig apalagi kalau sudah berkeluarga harus selalu siap sedia memimpin ritual shalat berjamaah paling tidak dalam waktu tertentu memimpin shalat jamaah di keluarganya jika karena sesuatu hal tak dilakukan di masjid.

Pada dasarnya setiap pria akil balig yang tahu cara melakukan shalat juga bisa menjadi imam shalat. Akan lebih baik lagi jika mengetahui rukun, wajibaat, dan sunnah shalat.

Hal yang sangat penting dalam shalat jamaah adalah bacaan shalat dimana harus mengikuti kaidah tajwid. Mengetahui ilmu tajwid itu hukumnya fardhu kifayah, tapi membaca Al-Quran dengan kaidah tajwid hukumnya fardhu ain artinya harus dilakukan oleh setiap individu.

Cara terbaik membaca Quran sesuai tajwid adalah dengan bimbingan guru tilawah terutama untuk memastikan benar tidaknya makhrajul huruf baik menyangkut posisi lidah, nasal, disamping belajar membaca sesuai kaidah tajwid.

Meskipun demikian jika belum sempat juga untuk belajar membaca sesuai qaidah tajwid ada baiknya memperbaiki bacaan shalat yang bisa dilakukan sendiri dengan melakukan tuning surat hapalan dengan bacaaan Qari Murattal baik lokal ataupun internasional yang ada yang CD nya banyak dijual, videonya tersebar di youtube, dan bahkan bisa diperoleh dari berbagai aplikasi spt aplikasi iQuran yg ada di platform google android dan IOS. Murattal yang terkenal spt Mishari Abd Rasyid atau Sudais yg juga Imam Masjidil Haram.

Caranya mudah, tentukan hapalan surat yang akan dituning dan dengarkan bacaan para Qari itu, pastikan panjang pendek tiap suku kata sesuai, dengung/tidak dengung (gunnah, bilaa gunnah) sudah sesuai, atau pemberhentian sesuai dengan pemberhentian para Qari.

Paling tidak dengan cara ini, masalah maad, waqaf, dan gunnah dari surat yang dihapal bisa diperbaiki dan sesuai kaidah tajwid sebelum bertemu dengan guru tajwid untuk memperbaiki makhrajul huruuf dan hukum tajwid lainnya.

Jika biasa karaoke bisa pas banget suara masuk, pitch, tempo dengan penyanyi asli, mengapa bacaan Quran juga tak dituning sama dengan Qari agar bacaan shalat kita lebih baik.