Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Warung Ibu Dulu Buka Saat Puasa, tapi Sekarang...

25 Mei 2018   13:25 Diperbarui: 25 Mei 2018   14:01 826 2 2
Warung Ibu Dulu Buka Saat Puasa, tapi Sekarang...
Warung Ibu Tutup (dok.pribadi)

Ibu sebagai ibu rumah tangga juga berprofesi sebagai penjual makanan dan minuman untuk anak sekolah. Beliau melayani anak-anak sekolah. Dulu beliau berjualan di lingkungan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).  

Pelanggannya cukup banyak mulai, tentunya adalah anak-anak sekolah. Juga ada orang tua yang biasa menunggu anaknya di TK. Intinya berbagai macam kalangan dilayani ibu karena lokasi warung beliau yang mudah dilintasi banyak orang.

Warung Ibu di Lingkungan Sekolah (dok.pribadi)
Warung Ibu di Lingkungan Sekolah (dok.pribadi)

Saat Bulan Puasa Menghampiri

Bulan Puasa hadir setiap tahun. Meski tak selama satu bulan penuh, namun menjadi tantangan tersendiri bagi ekonomi keluarga. Dulu awal berjualan sekitar beberapa tahun, ibu masih buka saat bulan puasa. Beliau masih melayani dengan sabar pembelinya yang tak puasa. Padahal ibu sedang puasa.

Waktu berangsur-angsur membuat ibu berubah haluan. Perlahan-lahan ibu mengurangi dagangannya saat bulan puasa. Makanan berat mulai dikurangi. Ibu biasanya berjualan nasi jagung dengan segala lauknya, maka di bulan puasa makanan ini ditiadakan.

Ibu masih buka saat bulan puasa ini, namun berangsur-angsur mengurangi jajanan atau makanan yang dijual beliau. Jajanan yang dikurangi ini demi menjadikan pendidikan puasa bagi anak-anak bisa lebih optimal. Ini disambut baik warga sekolah, meski mungkin juga ada mereka yang ingin tetap jajan.

Tahun demi tahun dilewati ibu berjualan di lingkungan sekolah. Setelah mengurangi isi jajanan saat bulan puasa, ibu mulai menutup warungnya saat bulan puasa. Meski awalnya tak langsung, yakni secara perlahan lahan dengan setengah hari hingga ibu berkomitmen untuk menutup warungnya penuh saat bulan puasa.

Warung Ibu Tutup (dok.pribadi)
Warung Ibu Tutup (dok.pribadi)

Menutup Warung untuk Menghormati

Selain di lingkungan sekolah, ibu juga berjualan di rumah. Di rumah dekat dengan tempat kursus belajar Bahasa Korea. Banyak siswa dan siswi yang ingin ke korea kursus disini. Menjadi keberkahan tersendiri bagi ibu melayani anak-anak yang kursus.

Saat bulan puasa ini ibu juga berkomitmen menutup warungnya saat bulan puasa tahun ini. Namun iubu masih mempersilahkan anak-anak yang kursus untuk beristirahat di warungnya. Anak-anak pun memanfaatkan ini sebagai tempat istirahat.

Ibu Menutup warung karena menghormati yang sedang puasa. Perubahan sikap beliau ini seiring mendapat banyak masukan dari berbagai orang pula. Seperti banyak pengajian yang memberi andil besar akan perubahan sikap ibu ini.

Belajar dari ibu, saya mengambil pendapat tentang pro kontra warung yang buka saat bulan puasa adalah karena setiap orang memiliki pandangannya sendiri. Pandangan tiap orang tentunya dipengaruhi oleh lingkungan dan aktiviitasnya.

Mereka yang berpuasa selayaknya tetap menghormati mereka yang berjualan. Sedang hal yang perlu kita apresiasi dari warung yang tetap buka adalah berkenan memberikan penutup untuk menghormati bualan puasa. Setiap orang memiliki cara pandangnya sendiri. Semangat Berpuasa! [SH]