Selamet HARIADI
Selamet HARIADI wiraswasta

HARIADI - Domisili Jawa Timur. Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT. \r\n\r\nReseacher-ONLINE Marketing STRATEGIST.\r\n \r\nSuka Mencari Hal baru serta Sharing segala yang BERMANFA'AT.\r\n\r\nMari Bersahabat! \r\nFollow @seHARIADI di Twitter.\r\n\r\nWeblog: www.SelametHariadi.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

2 Perspektif Penting Istighfar

29 Juni 2016   05:43 Diperbarui: 29 Juni 2016   07:23 211 4 1
2 Perspektif Penting Istighfar
Ilustrasi (dok. beliefnet)

Hidup ini bagai sebuah bahtera (perahu) yang menyusuri lautan lepas

Dengan kita sebagai nahkoda dari perjalanan arah bahtera kehidupan kita

Selalu (atau kadang) dengan keyakinan tinggi akan sebuah pelabuhan yang indah… yang selalu dinanti…

Manusia selalu melakukan usaha dalam kehidupannya, kita selalu dihadapkan dalam tantangan kehidupan. Dalam menghadapi inilah terkadang kita melakukan kesalahan. Bukan hanya kesalahan pada sesame makhluk hidup, namun juga terkadang pada ALLAH. Oleh karenanya, memohon ampun dan ma’af dari-Nya.

Memandang diri bodoh, hina ataupun rendah rasanya memang penting. Kesombongan atau sikap tinggi hati kadang muncul karena kita melupakan kekurangan diri. Sejarah sudah memberikan cerita pengalaman berbagai macam karakter orang yang malah menjadi turun nilainya karena kesombongan. Oleh karenanya kita perlu memohon ampun akan setiap jengkal kesalahan kita. Baik itu disengaja ataupun tak sengaja.

Istighfar merupakan sebuah kata yang tak aneh bagi kita ketika ingat akan kesalahan kita. Di dalam Istighfar ini ternyata ditemui 2 perspektif yang kiranya cukup baik untuk membuat kita lebih baik.

Ilustrasi (dok. alisonbrewin)
Ilustrasi (dok. alisonbrewin)

Istighfar adalah sebuah cara dimana memaksa kita mengevaluasi diri.

Kita selayaknya sudah tahu kalau hidup adalah sesuatu yang pada sebuah sesi selalu membutuhkan evaluasi. Bagai sebuah tim kerja, tubuh yang terdiri berbagai banyak organ butuh evalusi untuk menyambung kembali dan memberikan hal yang selalu positif.

Istighfar merupakan sarana yang cocok untuk kita mengevalusai diri. Karena di dalamnya kita mengakui adanya hal yang kurang baik yang kita lakukan dan butuh bantuan Sang Penguasa Segalanya untuk memberikan keadaan yang selalu lebih baik bagi kehidupan kita.

Ilustrasi (dok.quotesgram)
Ilustrasi (dok.quotesgram)

Istighfar adalah komitmen untuk berubah (mencoba untuk berhasil)

Perspektif penting yang kedua dari istighfar adalah komitmen untuk berubah. Berubah dari yang kurang menjadi lebih, dari yang lebih menjadi lebih lagi atau mungkin menjadi paling. Adanya kontent semangat untuk terus berubah maju dan menjadi lebih baik merupakan hal yang dapat kita rasakan. Dengan adanya komitmen untuk berubah, maka akan ditemui aktivitas mencoba untuk berhasil memperbaiki dan mengevaluasi agar lebih baik.

Dua perspektif ini semoga kita semua bisa memahami tentang makna Istighfar. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman,"Maka aku katakan kepada mereka: ”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS.Nuh: 10-12).

Rasulullah pun bersabda,"Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka," (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad). Dari Firman Allah dan Sabda Rosulullah bisa dirasakan pentingnya istighfar.

Perpektif Istighfar di atas adalah cara kita memahami makna Istighfar lebih dalam. Ditambah pula dengan Firman Allah dan Sabda Rosulullah sebagai penguatnya. Istighfar bisa pula diterapkan dalam kehidupan kita, agar kita tak jumawa akan kemampuan dan senantiasa melakukan evaluasi. Semoga kita Semangat Beribadah lebih baik dari sebelumnya. [SH]