Saepullah
Saepullah karyawan swasta

Aku adalah manusia pembelajar, berusaha belajar dan juga berbagi info yang baik untuk perbaikan diri selaku manusia. Melihat info yang kubagikan bisa melalui: https://www.ceritasae.blogspot.com https://www.kompasiana.com/saepullahabuzaza https://www.twitter.com/543full https://www.instagram.com/543full https://www.youtube.com/channel/UCQ2kugoiBozYdvxVK5-7m3w menghubungi aku bisa via email: saeitu543@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana Pilihan

Pantauan, Tradisi Unik Lebaran yang Tak Tergerus Zaman

15 Juni 2018   20:17 Diperbarui: 15 Juni 2018   20:31 994 0 1

Tradisi silaturahmi yang terjadi pada Lebaran merupakan sebuah tradisi yang selalu ramai dilaksanakan. Bagi wong kito galo tradisi silaturahmi disebut pantauan. Melihat namanya, pantauan ini berupa memantau makanan yang ada pada kerabat.

Pantauan selalu dilaksanakan bukan saja bagi orang tua namun sudah turun temurun terjadi pada generasi muda.Tradisi ini terjadi pada satu generasi kerabat dalam satu silsilah keluarga di Lahat.

Saat melaksanakan pantauan, biasanya dilakukan terlebih dahulu kumpul pada generasi yang dituakan terlebih dahulu. Berkumpul nya dilaksanakan setelah melaksanakan shalat Idul Fitri. Sebelum pulang ke rumah setelah shalat Idul Fitri berkumpul untuk menentukan daerah mana yang akan dilakukan pantauan tersebut. Diskusi ini semakin mengeratkan hubungan kekeluargaan.

Pantauan dilakukan dengan berkumpul mencicipi hidangan yang disediakan oleh tuan rumah. Dilanjutkan dengan pembacaan doa selamat untuk tuan rumah. Pembacaan doa ini juga diiringi dengan doa lanjutan semisal doa untuk keberkahan naik kelas, doa akan masuk pondok pesantren, ataupun doa karena nazar tertentu. Doa yang dilakukan uga dipimpin oleh peserta yang ikut pantauan.

Doa dilaksanakan secara bergilir dengan adanya pembelajaran. Pembelajaran saat pantauan ini semakin membuat pelatihan untuk memimpin doa saat tahlil nantinya. Pembelajaran ini dilaksanakan dengan dukungan agar sang pria bisa memimpin doa.

Pantauan yang dilaksanakan oleh pria yang sudah berumur atau dewasa ini merupakan suatu generasi pembelajaran silaturahmi secara islami. Tak ada pembelajaran dalam memimpin doa saat tahlil atau doa keselamatan yang instan, namun dengan pantauan mau tidak mau generasi bisa melaksanakan memimpin doa dengan sendirinya.

Pantauan ini setelah dilaksanakan pembacaan doa selain mencicipi makanan ringan berupa kue lebaran, adakalanya juga makanan yang mengenyangkan dengan menu ayam, bebek, ataupun daging dengan sayuran selayaknya menu berkat saat syukuran tertentu yang lazim.

Saat pantauan tersedia pula menu minuman es buah, teh manis hingga sirup. Dijamin, saat pantauan kamu akan merasa kenyang karena selalu tersedia makanan dari satu rumah hingga ke rumah lainnya. Nah, setelah melaksanakan pantauan, para peserta pun baru datang ke rumah masing-masing untuk saling berlebaran di rumahnya.

Meski menu makanan ataupun minuman banyak menu yang umum dan tidak baru, namun nilai kekeluargaan terjalin erat dengan adanya pantauan. Selain itu mengikuti pantauan pun bisa kenyang deh perut. Kalau benar ingin kenyang saat lebaran, silakan saja ke Lahat untuk mengikuti kegiatan pantauan.