Politik

Semurah Itukah Nyawaku?

3 Juli 2017   09:55 Diperbarui: 3 Juli 2017   10:01 409 0 0

Kata bejat mungkin pantas untuk di curahkan kepada pemuda ini. Pasalnya nyawa tantenya dia renggut dikarenkana tidak diberikan uang. Semakin hari manusia yang hidup di Indonesia semakin ngawur yang dimana manusia disini tiadak memandang siapa saja yang terpenting jika ambisinya di halangi maka nyawa akan melayang.

Manusia adalah makhluk sosial yang secoara harpiah hidup berkelompok. Kehidupan manusia di bumi di mulai dari zaman nabi Adam A.S manusia pertama yang lahir di dunia bersama istrinya tidak dengan teori Darwin. Manusia pertama ini mempunyai 4 orang anak yang kemudian berkembang biak lambat laun menjadi sekumpulan manusia pada saat sekarang ini yang membuat manusia semakin banyak dan hidup berkelompok dan saling menjaga dan menghormati satu dengan lainnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi manusia selalu melakukan perbedaan pendapat yang melahirkan perselisihan diantara manusia yang satu dengan yang lainnya. Dewasa ini perselisihan mengenai pendapat manusia dan kebebasan manusia harus di batasi sehingga tidak melanggar hak-hak orang lain. Maka pemerintah di seluruh dunia bersepakat bahwa harus adanya Hak Asasi Manusia (HAM) yang dimana memberikan kebebasan dan perlindungan terhadap individu namun dengan tidak melanggar hak yang dimiliki manusia lain.

Dengan di bentuknya suatu aturan yang mengikat manusia dengan demikian diharapkan tidak melanggar bahkan mengganggu hak orang lain. Pada dewasa ini kita ketahui bahwa bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa manusia sering terjadi perselisihan dalam berpendapat bahkan hal-hal sepelepun mendatangkan pertengkaran antar individu dengan individu dan individu dengan kelompok yang membuat manusia terkadang dalam perselisihannya membunuh individu yang dianggap menghalagi jalan mereka. 

Nasib nahaspun dialami oleh seorang wanita yang telah lansia yang di bunuh keponakannya sendiri di lansir gara-gara uang yang tidak korban berikan kepada pelaku berikut dibawah ini beritanya:

Liputan 6. Entah apa yang ada di benak seorang pemuda di Palu, Sulawesi Tengah ini hingga nekat menganiaya tantenya sendiri sampai tewas. Pembunuhan itu terjadi di Kalikoa RT 01/RW 07 Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, Palu, Minggu (9/2/2014) sekitar pukul 19.30 Wita.

 Belum diketahui pasti apa motif pembunuhan tersebut. Namun pihak kepolisian menduga, pelaku yang diketahui berinisial N alias A (27) itu tega membunuh karena kesal tidak diberikan uang oleh korban, Hj Hajo (80).

 Kanit Reskrim Polsek Palu Barat, Ipda Khalid menerangkan, korban pertama kali ditemukan tewas oleh cucunya, Aras. dia menemukan sang nenek sudah tergeletak di kamar mandi rumah korban.

 "Saat mencari di dalam rumah, Aras kaget melihat neneknya berlumuran darah di dalam kamar mandi. Saat itu, Aras langsung memanggil warga sekitar untuk membantunya membawa ke rumah sakit," kata Khalid kepada Liputan6.com di lokasi kejadian.

 Menurut Khalid, sekitar pukul 18.00 Wita, seorang saksi mata sempat mendengar suara adu mulut antara pelaku dan korban dari dalam rumah korban. Adu mulut itu berlangsung cukup lama.

 Tak berselang lama usai adu mulut itu, pelaku N terlihat bergegas keluar dari rumah korban. "Setelah pelaku keluar, Aras masuk dan menemukan Hj Hajo sudah belumuran darah dengan 2 luka menganga di bagian belakang kepala," kata Khalid.

 Masih menurut keterangan warga, lanjut Khalid, dari adu mulut itu, terdengar pelaku meminta sejumlah uang kepada korban. Ditengarai, karena tidak diberi uang itu pelaku tega menganiaya korban hingga tewas.

 "Kami menduga kuat karena permintaan tidak dituruti itu, pelaku menganiaya hingga tewas," ujarnya.

Dari kasus diatas dapat kita mengambil pelajaran bahwa kejahatan selalu datang dengan tiadak di duga. Kejahatan terjadi bukan dikarenakan ada niat namun karena masalah sepelepun  orang dapat membunuh satu dengan yang lainnya. Kelakuan yang demikian memang tidak seharusnya dilakukan oleh orang yang sudah mempunyai pemikiran yang maju bahkan bisa dikatakan sudah dewasa namun pada hakekatnya kejahatan tidak ada yang bakalan tahu karena itu tumbuh dari niat peribadi orang masing-masing.

Pembunuhan yang semakin marak terjadi dimasyarakat seharunya dapat di tanggulagi dengan pemberian pendidikan terhadap subyek-subyek orang yang akan demikian akan mendapatkan bahwa kasus yang mereka lakukan akan mendaptkan ganjaran yang setimpal dan juga dengan tidak melanggar hak orang lain.

Sebagai warga Negara yang baik dan mentaati peraturan yang ada sudah seharusnya mentaati segala aturan yang di buat pemerintah. Untuk lebih di pahami bahwa pemerintah menciptakan sesuatu UU atau PERPU berdasarkan beberapa pertimbangan meski dianggap ada peraturan yang menyengsarakan rakyat namun sema-mata peraturan yang diciptakan oleh pemerintah untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi semua warga Negara yang tinggal di wilayah Indonesia tercinta ini, khususnya dalam UUD tahun 1945 yang dimana mengutamakan akan Hak dan Kewajiban seseorang sebagai warga Negara, dengan saling memberikan keamanan dan keamana terhadap setiap warga Negara dengan menjunjung hak dan kewajiban dengan mengimbanginya maka akan terciptanya Negara yang aman tentram loh jinawi.