Politik

Kamu Difitnah Ya

2 Juli 2017   21:19 Diperbarui: 2 Juli 2017   21:28 390 0 1

KAMU DI FITNAH HOK

Kasus yag baru-baru ini yang masih belum bisa hilang di benak saudara-saudara Muslim adalah kasus penodaan agama. Penodaan agama terhadap salah satu kepercayaan orang lain sangat tidak diperbolehkan karena mengganggu ketentraman umat beragama yang ada di Indonesia juga melanggar bunyi pasal 28E dalam UUD 1945 yang memberikan semua orang untuk berhak memeluk agamnya masing-masing dan tidak ada interpensi atau ejekan dari beberapa pihak.

Keamanan dan kenyamanan harus tetap diberikan oleh setiap Negara kepada warga negaranya yang mendiami wilayah tertentu. Kenyamaman dan keamanan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara bagi setiap warga Negara. Dengan terciptanya suatu kenyamanan akan menghasilkan Negara yang tentram adem ayeh loh jinawi seperti di kutip dalam bahasa jawa.

Indonesia adalah Negara yang mayoritas agamanya Islam namun mayoritas dengan toleransi terbaik di dunia yakni dengan 7 keyakinan yang di akui secara nasional menempatkan Indonesia menjadi Negara yang tidak bisa dianggap main-main yang senantiasa memberiakan kenyamana dan keamanan bagi setiap warga negaranya meskipun belum semuanya sejahtera. Namun kesejahteraan belum semuanya terealisasikan sampai umur ke 75 tahun belum sampai sekarang namun Indonesia adalah Negara yang memliki toleransi yang sangat mempuni bagi semua warga Negara yang ada di Indonesia dari sejak awal perebutan kekuasaan sampai sekarang Indonesia tetap soulit.

Namun baru-baru ini ada orang yang tidak tahu menahu tentang agama tertentu tidak memeluk agama tersebut juga tidak mengimani agama tersebut namun seenak jidatnya menapsirkan kepercayaan orang siapalagi kalok bukan bapak terhormat Basuki Tjahja Purnama orang terhormat yang memilki jabatan tertinggi di Jakarta sebagai mantan Gubernur yang memimpin selama 2 tahun setelah rekan sepenanggungannya Jokowi menjadi Presiden.

Kasus yang menjerat ahok adalah kasus penodaan agama. Penodaan agama yang dilakukan terhadap agama islam dimana bukan mengimani agama islam bahkan tidak mempercayai agama islam malah menapsirkan agama islam dalam kitab suci secara seenak jidatnya. Semena-mena menapsirkan bunyi Surat almaidah ayat 51 menggunakan bahasa yang lantang dengan mengatakan jangan mau dibohongi pakek surat almaidah subhanallah sok tahu sekali kamu tidak bisa menjaga perkataan sekali sebagai orang yang harus ditiru namun memiliki aqkhlak di bawah rata-rata sungguh ironi memang malah mengatakan di fitnah di kutip dari berita di bawah ini:

Liputan 6. Jakarta - Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan bagaimana Joko Widodo saat masih menjadi Gubernur DKI pernah mendapat perlawanan. Bagi Ahok, ini semua soal dinamika politik.

 Dalam acara pembekalan saksi di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (9/4/2017), Ahok mengajak para saksi melawan fitnah. Salah satu hasilnya adalah, menurut Ahok, orang mulai sadar bahwa dia difitnah di kasus penodaan agama.

 "Gelombang mulai berbalik, orang mulai sadar saya difitnah soal penodaan agama. Kalau pertama orang takut ini benar atau enggak," kata Ahok.

 Ahok merupakan terdakwa kasus dugaan penodaan agama. Sidang kasus ini masih bergulir dan pekan depan jaksa diagendakan membacakan tuntutan kepada Ahok.

 Menurut Ahok, Jokowi juga pernah mengalami perlawanan serupa. Perlawanan-perlawanan itu muncul tanpa melihat SARA.

 "Pak Jokowi kalem juga dimusuhin," ujar Ahok.

 Kendati begitu, lanjut dia saat Jokowi menjabat Gubernur DKI, oknum pejabat tak bisa korupsi. Sehingga beberapa oknum koruptor tak leluasa mengambil uang rakyat.

 "Kesimpulannya ini politik, ini ada rezeki orang diambil. Sejak Pak Jokowi masuk di DKI banyak rezeki orang yang korup terpotong," tutup dia.
(imk/fjp)

Sungguh ironi orang yang seharusnya dapat ditiru kelakukan dan tata bahasanya malah mengeluarkan perkataan yang tidak seharusnya. Prilaku yang dilakukan oleh Ahok sungguh tidak dapat ditolerir lagi yang dimana kelakuannya menapsirkan ayat-ayat Allah dengan semena-menanya apalagi dia yang tidak mengimani agama tersebut membuat kericuhan kepada seluruh warga Indonesia yang mayoritas islam.

Pesan saya sebagai penulis ketika kita berbicara dengan semau-mau kita karena kebebasan yang kita miliki terhada\ng oleh hak orang lain yang dilindungi oleh UU dengan demikian seharusnya kita tidak mengeluarkan stetment yang seharusnya tidak kita pahami tanpa kita pikirkan apa danpak dan akibat yang akan kita peroleh dari yang kita ucapkan dengan demikian akan memberikan kita kenyamanan dan keamana kepada diri kita berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara adalah cara ampuh untuk melindungi diri kita dari kesalah pahaman dan kerusakan dengan memikirkan akibat yang akan diperoleh dari apa yang akan kita keluarkan dari mulut akan membuat kita menjadi pribada yang lebih berhati-bati dalam mengeluarkan kata-kata. Demikian tulisan isi semoga bermampaat dan menjadi pelajaran.