Riap Windhu
Riap Windhu Sales

senang membaca dan menulis, cinta bersepeda, suka pada tema lingkungan. Menggemari dunia pemberdayaan masyarakat. Saat ini aktif di sebuah perusahaan asuransi jiwa. Dapat dihubungi di 081287749530. Email: rwindhu@gmail.com. Instagram : riapwindhu dan twitter @riapwindhu. Bisa juga di www.rindhuhati.com

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Libur Lebaran? Saatnya Wisata di 3 Museum Kawasan Kota Tua

15 Juni 2018   23:35 Diperbarui: 15 Juni 2018   23:51 1203 0 0
Libur Lebaran? Saatnya Wisata di 3 Museum Kawasan Kota Tua
Kawasan Kota Tua dengan letak 3 museum berdekatan, selalu menarik untuk dikunjungi sat liburan, termasuk libur lebaran (dok.windhu)

Mengisi aktivitas libur lebaran di Jakarta, selalu tak bisa lepas dari kata menyenangkan. Usai hari pertama Idul Fitri menunaikan salat, berkumpul dengan keluarga, dan bersilahturahmi dengan para tetangga, saatnya untuk berekreasi keliling kota Jakarta.

Wisata yang simpel. Tak perlu untuk mengeluarkan biaya yang besar, tapi bisa membuat bahagia. Keliling penuh ilmu, sekaligus memperat kebersamaan. Kemana?  Ke Museum. Ya, pergi ke museum merupakan salah satu andalan rekreasi di  Jakarta saat libur lebaran. Terutama, bagi yang tidak pulang kampung.

Di Jakarta, ada sejumlah museum yang berada di bawah pengelolaan dinas pariwisata dan kebudayaan dan museum yang berada di bawah pengelolaan Kemendikbud RI.

Libur lebaran hari kedua akan diisi dengan pergi ke museum-museum yang ada di sekitar kota tua. Alasannya, karena sekaligus ingin menaiki bus Trans #JakartaExplorer. 

Kami biasanya singgah dulu ke Masjid Istiqlal dulu untuk salat Zuhur. Setelah itu baru kemudian naik bus wisata trans jakarta explorer, dari Masjid Istiqlal menuju ke Kota Tua Jakarta. Bus wisata dengan rute ini kebetulan melewati gedung-gedung bersejarah Jakarta.   

Warga Jakarta dapat naik Trans Jakarta Explorer untuk keliling kota Jakarta (dok.windhu)
Warga Jakarta dapat naik Trans Jakarta Explorer untuk keliling kota Jakarta (dok.windhu)

Cocok banget untuk lebih memperkenalkan para keponakan yang masih duduk di bangku sekolah dasar mengenai sejarah kota Jakarta. Kebetulan, Jakarta akan ulang tahun ke-491. Klop banget karena bisa sambil bercerita sedikit banyak mengenai gedung-gedung yang dilewati selama menempuh perjalanan dari Istiqlal menuju ke kawasan kota tua  

Para keponakan sangat senang sekali naik bus tingkat meski padat antrian. Rela menunggu sampai dapat duduk pada bagian atas dan paling depan sendiri sehingga bisa melihat pemandangan yang lebih luas.

Kenangan pernah diajak keliling Jakarta naik bus trans jakarta explorer liburan tahun lalu, dilanjutkan kembali saat liburan lebaran tahun ini. Bus wisata ini akan melewati sepanjang jalan Juanda, monumen nasional, balai kota, museum nasional, gedung arsip, dan akan turun di depan museum Bank Indonesia. 

Saya pun senang naik Trans Jakarta Explorer. Libur akhir tahun baru, sempat ketinggalan smartphone di lantai atas bus tingkat . Syukurlah, ternyata disimpan oleh petugasnya dan tanpa kesulitan untuk mendapatkannya kembali.

Istana negara, kawasan yang dilewati oleh TJ Explorer (dok.windhu)
Istana negara, kawasan yang dilewati oleh TJ Explorer (dok.windhu)

Nah, setiap lokasi yang dilewati bus wisata ini punya cerita sejarah Jakarta. Sampai di kawasan kota tua Jakarta, juga banyak hal yang bisa dilakukan. Entah kenapa, meski hitungannya sudah cukup sering datang kota tua, tetap saja lokasi ini selalu menyenangkan untuk dikunjungi.

Minimal untuk berfoto-foto. Selalu pula saya tidak berkeberatan jika ada keponakan, saudara, ataupun teman minta diantarkan berkeliling kawasan kota tua. Ya, meski banyak lokasi rekreasi lain di Jakarta, tempat ini selalu  favorit karena kemudahan menjangkaunya. Salah satunya dengan menggunakan trans jakarta explorer.


Museum apa saja yang tetap buka saat libur lebaran di kawasan kota tua?       

Museum di kawasan kota tua saat hari pertama lebaran, buka mulai pukul 13.00, setelah salat Jumat. Namun, mulai Sabtu 16-20 Juni 2018, buka dengan jam operasional  mulai pukul 8.00-17.00.

Biaya masuknya juga murah, hanya Rp.5000. Jadi, membawa banyak orang atau pergi bersama keluarga masih tetap hemat.  Nah museum yang bisa dikunjungi adalah:

Sejarah Jakarta yang ada di museum Fatahillah (dok.windhu)
Sejarah Jakarta yang ada di museum Fatahillah (dok.windhu)

 1. Museum Fatahillah/Museum Sejarah Jakarta 

Dengan berkunjung ke museum sejarah Jakarta,  pengunjung bisa lebih mengetahui sejarah kota Jakarta, yang memiliki hubungan erat  dengan pelabuhan Sunda Kelapa sebagai asal - usulnya. Pelabuhan ini terletak di Teluk Jakarta, di muara sungai Ciliwung. Kota ini dahulu merupakan pusat perdagangan yang sangat penting pada abad ke 12 hingga abad ke 16.

Fatahillah dan pasukannya berhasil menduduki kota pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni  tahun 1527 dengan mengalahkan bangsa Portugis. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Jakarta. Nah, berarti Jakarta ulang tahun minggu depan.

Gedung ini dulunya bekas balaikota Batavia yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham Van Riebeeck, pada 10 Juli 1710. Pengunjung bisa melihat prasastinya.

Museum ini menurut saya, semakin hari semakin bagus. Banyak spot foto yang menarik. Sudah ada tempat jajanan khas Jakarta. Toilet dan tempat salatnya pun cukup nyaman. Kalau hari libur, pengunjungnya tidak hanya dari daerah Jakarta saja, sehingga cukup padat.  

Salah satu koleksi wayang di Museum Wayang, yang jumlahnya mencapai ribuan wayang. (dok.windhu)
Salah satu koleksi wayang di Museum Wayang, yang jumlahnya mencapai ribuan wayang. (dok.windhu)

2. Museum Wayang

Bila memasuki museum ini, pengunjung bisa mengetahui beragam jenis tokoh pewayangan, baik yang berasal dari  berbagai daerah di Indonesia dan negara-negara asing.

Bangunan yang dibuat pada tahun 1640 ini dulunya merupakan gereja Oude Hollandsche Kerk pada masa zaman kolonial, sebelum diubah menjadi museum wayang.

Kegiatan membuat keramik di museum seni rupa dan keramik (dok.windhu)
Kegiatan membuat keramik di museum seni rupa dan keramik (dok.windhu)

3. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum seni rupa dan keramik memiliki koleksi keramik lokal dari berbagai daerah di Indonesia,  yakni sejak era Majapahit abad ke-14. Selain itu, juga terdapat berbagai koleksi dari berbagai negara.

 Gedung yang dulunya dibangun untuk Kantor Dewan Kehakiman, dan beralih menjadi asrama militer sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Museum Seni Rupa dan Keramik.

Terdapat koleksi dari berbagai seniman Indonesia mulai tahun 1800-an hingga saat ini. Seni lukis yang dipajang dibedakan atas beberapa kategori dan periodisasi. Tak hanya lukisan, di museum ini juga bisa dilihat berbagai koleksi keramik dari berbagai daerah dan negara.

Di museum ini, pada hari-hari kunjungan biasa juga bisa belajar membuat keramik. Selain itu, terkadang ada pameran karya seni dari berbagai seniman yang biasanya memiliki tema tertentu.

Kulineran khas Jakarta di Museum Fatahillah (dok.windhu)
Kulineran khas Jakarta di Museum Fatahillah (dok.windhu)

Bersepeda , Foto, dan Kulineran

Kawasan kota tua memang tidak ada habisnya dikagumi. Selain bentuk tata bangunannya yang memanng menarik, kemudahan menjangkau lokasi, ada juga hal-hal menarik lainnya seperti bersepeda dengan sewaan ontel warna-warni. Selain mendapat sepeda pinjaman dengan sewa tertentu, juga bisa menggunakan topi yang juga berwarna warni.

Selain itu, juga bisa berfoto-foto dengan para seniman yang berpose seperti patung, noni Belanda, tentara, ataupun lainnya. Kalau mau, juga bisa berfoto dengan meriam jagur.

Seandainya lapar,  banyak lokasi jajan yang bisa ditemukan di sekitar areal kawasan kota tua. Ada juga sejumlah kafe yang bangunannya sejak zaman dulu. Saya sangat suka dengan pemandangan ke arah bawah saat berada di lantai dua kafe.

Cafe Batavia, lokasi kulineran yang di dalamnya instagramable (dok.windhu)
Cafe Batavia, lokasi kulineran yang di dalamnya instagramable (dok.windhu)

Tempatnya sangat instagramable karena banya foto-foto yang dipajang, bahkan hingga toilet. Selain itu menunya pun sangat memikat. Selain Cafe Batavia, sebuah tempat kuliner jadul yang bisa dicoba adalah Kedai Seni Djakarta yang menyajikan berbagai makanan nusantara dan ala kolonial.

Masih Banyak Museum Untuk Dikunjungi

Selain tiga museum yang letaknya saling berdekatan di area kawasan kota tua, masih banyak terdapat museum yang bisa dikunjungi selama libur lebaran bersama keluarga.

Misalnya, saja Museum Bahari, Menara Syahbandar. Dua museum bank, yakni Museum Bank Indonesia dan Museum Bank Mandiri. Selain itu, ada Museum Taman Prasasti, Museum Tekstil, Museum MH Thamrin, dan Museum Joang 45 yang mulai buka pada pukul 8.00 dan tutup rata-rata pukul 16.00.

Jadwal jam buka museum saat libur lebaran. (sumberhttps://www.instagram.com/museumkesejarahan/ )
Jadwal jam buka museum saat libur lebaran. (sumberhttps://www.instagram.com/museumkesejarahan/ )

Berkunjung ke Monas pun sungguh menyenangkan karena bisa menikmati keindahan alam Jakarta dari ketinggian puncak monas dengan harga yang murah meriah dan tutup pada pukul 21.00.

Belum lagi, museum-museum yang ada di dalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), seperti museum layang-layang, museum listrik, dan lainnya. Untuk museum yang buka saat libur lebaran, bisa dilihat dari jadwalnya.

Berkunjung ke museum-museum yang ada di Jakarta, memang tidak cukup dalam sehari atau dua hari. Namun memang, transportasi yang paling mudah dan murah untuk menjangkau lokasi museum-museum ini ada di kawasan kota tua karena ada Trans Jakarta Explorer.

Semoga saja ke depannya, ada kendaraan serupa yang melalui museum-museum lainnya yang belum pernah dikunjungi. Jadi, wawasan pun bisa bertambah dari wisata dari museum ke museum. Itulah cara saya dan para ponakan mengisi libur lebaran. Bagaimana denganmu? Selamat  bersenang-senang di libur lebaran!