Renata Krisnanti
Renata Krisnanti

Lahir dan besar di Jambi. Calon insan Public Relations. Mengisi waktu mudanya berkontribusi untuk Indonesia dan dunia melalui AIESEC. Memiliki berbagai macam hobi. Mencintai yang namanya belajar.

Selanjutnya

Tutup

Media

Kompasiana Berhasil Membuat Saya Meraih Sesuatu yang Saya Perjuangkan

4 Juli 2016   03:05 Diperbarui: 4 Juli 2016   03:26 37 5 3
Kompasiana Berhasil Membuat Saya Meraih Sesuatu yang Saya Perjuangkan
Ilustrasi diolah dari dirtyscanners.xyz

Tidak ada hal lain yang lebih membahagiakan seorang koki selain mendapatkan senyum puas penikmat masakannya. Bahkan yang menjadi petrolium orang tua membanting tulang siang dan malam adalah demi mengukir senyum di bibir buah hatinya.

Lalu, apa yang menjadi bahan bakar bagi penulis untuk terus memenuhi layar putihnya dengan abjad?

Lebih dari tiga tahun saya menulis di dunia maya, membuat beberapa blog dan mempublikasikan berbagai jenis artikel. Hampir semua ranah tulisan telah saya coba, mencoba menghadirkan informasi yang bermafaat. Saya bahkan mengikuti berbagai petunjuk SEO yang ada di internet demi memunculkan artikel saya di halaman teratas mesin pencari.

Hasilnya? Nihil.

Tiga hari yang lalu, 1 Juli 2016, saya putuskan untuk mempublikasikan sebuah artikel yang sudah saya tulis 2015 lalu. Berawal dari coba-coba, saya tak menyangka tulisan pertama saya Berhentilah Memberikan Sumbangan ketika Berbelanja mendapatkan impresi yang luar biasa, bagi penulis yang terhitung pemula seperti saya.

Pada tanggal 4 Juli 2016, tiga hari setelahnya, saya membuka lagi artikel saya dan mendapati kupu-kupu berterbangan di perut saya saat mendapatkan respon seperti ini:


Artikel yang ditulis pemula seperti saya menarik perhatian ribuan pembaca. Sebanyak 15 orang memberi komentar, 20 orang memberikan nilai positif, dan dibaca sebanyak 1.927 kali. Mencoba untuk tidak cepat puas, saya mencari respon dari para Kompasianer untuk artikel lain. Namun saya akui, bahwa 1.927 pembaca adalah angka yang tidak kecil, bahkan untuk artikel lama sekalipun.

Akhirnya saya benar-benar merasakan sesuatu yang menjadi bahan bakar bagi penulis untuk terus memenuhi layar putihnya dengan abjad. Bukan hanya tahu jawabannya, tapi merasakan jawabannya, sesuatu yang saya rindukan sejak lama.

Pembaca, pembaca, pembaca, terima kasih karena telah memotivasi saya. Terima kasih karena telah meluangkan 3 menit berharga Anda demi membaca artikel ini.