Andri,dr,SpKJ,FAPM
Andri,dr,SpKJ,FAPM Psikiater

Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik Medis. Lulus Dokter&Psikiater dari FKUI. Mendapatkan pelatihan di bidang Psikosomatik dan Biopsikososial dari American Psychosomatic Society dan Academy of Psychosomatic Medicine sejak tahun 2010. Anggota dari American Psychosomatic Society dan satu-satunya psikiater Indonesia yang mendapatkan pengakuan Fellow of Academy of Psychosomatic Medicine dari Academy of Psychosomatic Medicine di USA. Dosen di FK UKRIDA dan praktek di Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang (Telp.021-29779999) . Twitter : @mbahndi

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Persiapan Mudik bagi Pasien Gangguan Cemas

14 Juni 2017   23:02 Diperbarui: 15 Juni 2017   16:16 823 2 3
Persiapan Mudik bagi Pasien Gangguan Cemas
Ilustrasi/Kompasiana (Kompas.com)

Bagi sebagian pasien gangguan cemas, apalagi yang mengalami gangguan panik, kemacetan adalah suatu yang sering dihindari apalagi kemacetan mudik yang sering menjadi momok saat lebaran dijelang setiap tahunnya. Salah satu yang membuat pasien dengan gangguan cemas panik sering takut dengan kemacetan adalah karena kecemasan yang sangat terkait dengan kambuhnya serangan panik di tengah kemacetan.

Pikiran takut mati akibat serangan panik ini yang membuat pasien cemas panik biasanya terpikir untuk mencari rumah sakit segera untuk mendapatkan pertolongan. Sayangnya, tentu di tengah kemacetan hal ini sulit dilakukan. 

Selain kahwatir kemacetan, pasien dengan gangguan cemas juga kebanyakan khawatir jika bepergian dengan pesawat terbang. Perasaan terkungkung di dalam pesawat akan membuat pasien dengan gangguan cemas panik bisa merasakan sensasi paniknya kembali datang. Hal ini tentunya akan membuat ketakutan yang sangat sehingga biasanya pasien akan menghindari kondisi ini. Banyak pasien gangguan cemas panik yang akhirnya tidak pernah menggunakan transportasi udara karena alasan khusus ini.

Saya ingin sedikit berbagi tentang beberapa hal yang mungkin bisa dipersiapkan oleh pasien gangguan cemas jika ingin menghadapi mudik lebaran yang tinggal sebentar lagi. 

a. Tetap Lanjutkan Pengobatan Cemas 

Jika sudah dalam penanganan psikiater, baiknya pasien tetap menggunakan pengobatan (jika diberikan) sesuai aturan yang disepakati. Pada beberapa kasus yang masih baru, biasanya psikiater akan memberikan obat anti serangan panik seperti alprazolam yang hanya diminum jika serangan panik tiba-tiba datang dan pasien tidak bisa menanganinya. Jika sudah diajarkan terapi untuk relaksasi dan pengalihan saat serangan panik datang mungkin tidak diperlukan obat ini. 

b. Jaga Kesehatan Fisik

Kemacetan yang panjang dan masih puasa akan membuat kesehatan fisik sedikit melemah. Kelelahan dan masalah fisik seperti saat sedang mengalami flu saja bisa menimbulkan gejala-gejala cemas yang mengarah kepada serangan panik. Jagalah kesehatan selama puasa dan sebelum mudik. Biasakan mengonsumsi makanan bergizi dan tentunya juga tetap berolahraga ringan. Tetap beristirahat yang cukup selama perjalanan.  

c. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup dari berbagai penelitian berkisar antara 7-9 jam. Beberapa literatur mengatakan bahwa tidur yang dikatakan cukup berkisar lebih dari 6,5 jam. Tidur yang cukup akan menghindarkan diri dari kelelahan dan "oversensitivitas" tubuh terkait dengan gejala psikosomatik yang bisa muncul karena hal tersebut. Hal ini bisa memicu serangan panik. 

d. Pergi Bersama Orang yang Dikenal

Kekhawatiran dan ketakutan banyak pasien gangguan cemas adalah jika berada di suatu kondisi sendiri tanpa orang yang dia kenal atau bisa diminta bantuan. Mereka biasanya khawatir kalau nanti tiba-tiba dirinya mengalami serangan panik dan tidak ada yang menolong. Untuk itulah adalah lebih baik jika pasien gangguan cemas bepergian dengan orang yang dia kenal. 

Semoga sedikit ulasan tips di atas bisa membantu pasien gangguan cemas untuk mudik dengan aman dan nyaman apa pun jenis transportasi yang dipakai. Selamat menikmati kampung halaman. Selamat mudik. Salam Sehat Jiwa. (Twitter : @mbahndi)