Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Aparatur Sipil Negara

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Hijau

Connecting People to Nature Menjadi Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia

4 Juni 2017   08:42 Diperbarui: 4 Juni 2017   08:51 1292 1 1
Connecting People to Nature Menjadi Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia
(dokpri/subhan)


Tak terasa besok tanggal 5 Juni itu berarti saatnya insan Lingkungan memperingati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia. Sebagai seorang ASN dinaungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK-RI), saat ini dinahkodai Siti Nurbaya Bakar (MenLHK) merasa bangga sekaligus terharu sebab Lingkungan masih mendapat perhatian dari Pemerintah. Dimana nayak dari kita tanpa sadar merupakan bagian dari Lingkungan justru idak menjaga kebersihan dan kelestarian Lingkungan dan Hutan. Tepat tanggal 5 Juni merupakan penghargaan bagi Alam semesta. Tema perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2017 atau World Environment Day 2017 tentang "Connecting People To Nature" atau dalam terjemahan bebasnya dapat diartikan sebagai “Berhubungan dengan Alam”.

Dengan tema “Connecting People to Nature” ini, kita diingatkan betapa setiap penduduk di seluruh dunia sangat bergantung pada alam. Dengan tema ini pula kita diharapkan dapat menemukan cara menarik dan menghargai hubungan antara manusia dengan alam. Setiap orang dapat menjawab panggilan untuk ‘berhubungan dengan alam’, mengenali, menikmati keindahan dan kekayaan alam di sekitarnya.

Negara Kanada ditunjuk sebagai tuan rumah perayaan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia 2017. Tema hari lingkungan sendiri mengajak Kita semua untuk kembali berpikir bahwa manusia merupakan bagian dari alam semesta. Kehidupan manusia sangat bergantung pada alam, tentu ini memberikan peluang bagi manusia untuk mencari solusi yang tepat bagaimana menyelaraskan kebutuhan manusia dengan kelestarian lingkungan.  Bagitu banyak keperluan hidup manusia yang tersedia di alam misalnya, Oksigen, Air, Sumber makanan, Sumberdaya alam, dan lain sebagainya. Namun, akhir-akhir ini begitu banyak kerusakan di alam yang mengatasnamakan kebutuhan hidup seperti mengubah area resapan air menjadi komplek pemukiman, membunuh hewan untuk dijual, penyiksaan terhadap satwa liar, pembuangan sampah dan limbah di badan air.

Terkait tageline “Connecting People to Nature” yang menjadi tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2017, Indonesia menjadi salah satu kawasan dengan bentang alam yang sangat spektakuler. Terletak tepat di katulistiwa, memiliki iklim tropis yang hangat sehingga memunculkan keanekaragaman hayati sangat tinggi, bahkan tertinggi di dunia. Flora dan satwa yang beranekaragam.

Tujuan utama dari dilaksanakan Hari Lingkungan ini bukanlah seremonial belaka, melainkan aksi nyata. Setiap masyarakat diharapkan ikut serta dalam mengelola lingkungan, untuk menunjukkan keikutsertaan dalam mendukung tema hari lingkungan hidup 2017 tidak harus mengikuti seremonialnya, ini dapat dilakukan dalam lingkup kecil yaitu keluarga dan tindakan keseharian. Misalnya, jangan membuang sampah sembarangan, berkomitmen untuk memungut sampah jika menemukannya di tempat umum, gunakan listrik secara bijak, matikan peralatan listrik yang tidak digunakan.  Menanam pohon di halaman rumah,  gunakan air secara bijak, membuat sumur resapan. Makan sesuai kebutuhan (consume with care).

Tidak membakar Hutan, tidak membunuh satwa liar (kecuali hewan yang memang untuk keperluan dikonsumsi), tidak memperjual belikan satwa liar. Gunakan kertas secara bijak, print bolak balik atau gunakan kertas bekas, tidak membuang limbah sembarangan. Lakukan penghijauan untuk lahan yang kurang produktif, itu beberapa contoh kecil sebagai bentuk ikut serta mendukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2017.


Makassar, 4 Juni 2017.