Novi Nurul Khotimah
Novi Nurul Khotimah Pendidik

GURU MULIA ADALAH GURU YANG BERKARYA

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Sepenggal Makna dari Halal Bi Halal

22 Juni 2018   22:39 Diperbarui: 22 Juni 2018   22:43 846 7 4
Sepenggal Makna dari Halal Bi Halal
Dokumentasi Pribadi

Sudah menjadi kebiasaan dalam keseharian saya bahwa setiap hari harus ada sebuah tulisan yang saya tuliskan. Entah itu hanya sebait puisi ataupun serangkaian cerita memoar yang baru saya lewati. Hal ini sebagai pengikat moment dalam keseharian saya, supaya tidak hilang menguap begitu saja seperti awan. Menimbang dan mengingat daya ingat saya yang berbatas waktu dan ruang.

Dan topik yang menjadi pilihan saya adalah tentang Halal Bi Halal. Halal Bi Halal yang hari ini digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Halal bi halal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan Ramadhan. 

Setelah selama tiga puluh hari umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa kemudian merayakan hari kemenangan dengan saling maaf memaafkan di antara sesama dalam balutan Hari Raya Idulfitri pada tanggal 1 syawal. Sudah menjadi tradisi acara Halal Bi Halal kerapkali digelar setelah merayakan hari raya Idul Fitri, baik oleh lingkungan pribadi (keluarga) maupun oleh berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Halal Bi Halal Dinas Pendidikan Kota Cirebon dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 22 Juni 2018 ( 8 Syawal 1439 H) bertempat di Marina Restaurant. Kegiatan ini, acara intinya diisi dengan tausiyah oleh DR.H. Achmad Kholiq. Beliau adalah Dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Memang sejatinya Halal bi Halal yang dilaksanakan harus memiliki visi yang bermakna, tidak hanya sekedar pertemuan, salam-salaman, dan berakhir dengan makan-makan. Setidaknya ada pesan-pesan moral yang disampaikan dengan harapan bisa menguatkan nilai-nilai keimanan. 

Sebelum beranjak ke acara inti, acara ini diawali oleh sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Drs. H.Jaja Sulaeman, M.Pd. dan Sekretaris Daerah Kota Cirebon.

Ada beberapa hal yang bisa saya simak dari tausiyah yang disampaikan oleh Bapak DR.H.Achmad Kholiq. Dan ini menjadi bahan renungan bagi diri saya sendiri agar bisa menata hati, meniti diri agar bisa menjalani hidup ini dengan lebih baik lagi jika Allah Sang Pemilik Jiwa Raga ini masih memberi kesempatan bernafas pada raga saya. 

Makna yang terkandung dalam Halal Bi Halal diantaranya : 1. Menghalalkan yang haram; 2. Meluruskan yang kusut; 3. Menjernihkan yang keruh.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

Dalam bergaul dan berinteraksi serta berkomunikasi sehari-hari dengan rekan sejawat, antara pimpinan dan karyawan pasti banyak hal-hal yang sering menjadikan selisih paham. 

Jika ada sengketa, permasalahan yang timbul dan belum terselesaikan diantara sesama anggota keluarga, teman, dan sesama umat muslim khususnya hendaknya pada moment ini saat yang tepat untuk saling meluruskan dan menyelesaikannya sehingga tidak ada lagi hal-hal yang masih menjadi ganjalan dalam pergaulan. Ibarat air, tidak selamanya jernih. 

Begitu pula dalam berinteraksi sehari-hari. Adakalanya suasana menjadi tidak nyaman karena ucapan atau perbuatan yang kita lakukan

Pada moment halal bi halal ini diharapkan saling menghalalkan yang haram, meluruskan yang kusut, dan menjernihkan yang keruh. Jika masih tertanam kebencian dan perselisihan yang tidak kunjung terselesaikan diantara sesama apalagi sampai ada rasa dendam yang mengakibatkan putusnya silaturahmi, mereka tidak akan mencium aroma surga-Nya Allah. Na'udzubillah Tsumma Na'udzubillah

Pesan lain yang bisa saya simak dari tausiyah beliau adalah bahwa target puasa dari setiap orang mukmin adalah mencapai predikat taqwa. Ciri orang yang puasanya berhasil adalah:

1. Mampu berbagi.

Mampu berbagi pada sesama berupa kebahagiaan, berbagi ilmu yang bermanfaat, berbagi fikiran bahkan berbagi materi bagi yang membutuhkan. Karena dengan berbagi, Allah akan menganugerahkan umur panjang, banyak anak tentunya anak-anak yang sholeh, dan harta yang banyak (alkisah Anas bin Malik)

2. Memiliki kecerdasan emosi yang tinggi

Seseorang dikatakan puasanya berhasil jika Ia mampu mengelola emosi dengan baik. Mampu membudayakan kasih sayang dalam kehidupan sehari-harinya, pandai mengolah hati dalam melakukan pekerjaannya. Bahkan mempunyai visi yang lebih jauh lagi dalam urusan pekerjaan yaitu bekerja untuk tujuan akhirat. 

Dengan orientasi bekerja dengan tujuan akhirat dengan meraih ridhonya Allah secara otomatis urusan dunia akan bisa diraih.

3. Berani memaafkan orang lain dan Berani meminta maaf pada orang lain

Esensi dari makna ini adalah bahwa orang yang puasanya berhasil adalah ketika ia berani memaafkan orang lain meskipun orang tersebut telah mendzolimi ataupun menyakiti kita. Selain itu berani meminta maaf lebih dulu kepada orang lain seberat apapun permasalahan yang sedang dihadapinya.

4. Selalu ingin berbuat baik kepada orang lain.

Alhamdulillah,,meskipun tidak utuh menyimak paparan beliau karena suasana sudah mulai gaduh, tetapi ilmu yang saya dapat hari ini melalui acara Halal Bi Halal sangatlah bermakna. Semoga saya diberi kemampuan untuk merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih untuk seluruh jajaran Dinas Pendidikan Kota Cirebon atas terselenggaranya acara Halal Bi Halal ini. 

Barakallahu fiikum..

Cirebon,22062018

Novi Nurul Khotimah