Noval Kurniadi
Noval Kurniadi penulis konten

Passion is the fashion for ur ACTION. Passion without action is NO MENTION! | Kontributor wikipedia | www.valandstories.com | Novalku@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Semarak BCA Indonesia Open 2017 di Bulan Ramadan

11 Juni 2017   16:55 Diperbarui: 11 Juni 2017   17:00 566 0 0
Semarak BCA Indonesia Open 2017 di Bulan Ramadan
Suasana Media Gathering BCA Indonesia Open. Dari ki-ka: Gloria Emanuelle Widjaja - Ihsan Maulana Mustofa - Achmad Budiharto - Rizali Zakaria (dokpri)

Pertengahan tahun telah tiba. Itu artinya, perhelatan bulu tangkis tahunan bertajuk Indonesia Open kembali digelar.  Dengan total hadiah sebesar 1 juta USD, BCA (Bank Central Asia) menjadi sponsor utama pada turnamen bulu tangkis terbesar di Indonesia. Wakil Presiden CSR (Corporate Social Responsibility) BCA, Rizali Zakaria menjelaskan bahwa kepopuleran bulu tangkis di Indonesia sebagai olah raga prestasi menjadi alasan kenapa BCA tetap betah menjadi sponsor dari Indonesia Open. “Dengan menjadi sponsor, kami berharap prestasi Indonesia di bulu tangkis kian meningkat," tambah Rizali.  

Total hadiah senilai 1 juta USD yang digelontorkan oleh BCA membuat Indonesia Open menjadi turnamen Super Series Premier dengan hadiah terbesar, setara dengan total hadiah BWF Dubai Final Super Series. Hal itu sekaligus menjadikan BCA Indonesia Open sebagai magnet bagi para pebulutangkis dunia seperti Chen Long, Lee Chong Wei, Carolina Marin dan sebagainya untuk memberikan yang terbaik dan berjuang merebut mahkota juara.

Semarak di Bulan Ramadan

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, ada yang berbeda dari penyelenggaraan BCA Indonesia Open Superseries Premier kali ini. Jika sebelumnya Indonesia Open diselenggarakan di Istora Senayan dan dilaksanakan di bulan biasa, kali ini Indonesia Open dilaksanakan di JCC (Jakarta Convention Center) dan bertepatan dengan bulan puasa, tepatnya pada 12-18 Juni 2017. Hal itu dijelaskan oleh Achmad Budiharto, Sekretaris Jendral PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) pada media gathering BCA Indonesia Open yang berlangsung pada Rabu, 7 Juni 2017 di Grand Duck King, Grand Indonesia, Jakarta.

"Indonesia open tahun ini bertepatan dengan bulan puasa," jelasnya.

Ternyata bukan tanpa alasan bahwa Indonesia Open dilakukan bertepatan dengan bulan puasa dan dilaksanakan di JCC, Senayan, Jakarta. Keputusan BWF (Badminton World Federation) selaku pemangku tertinggi bulu tangkis dunia menjadi faktor utamanya.

Achmad Budiharto, Sekjen PBSI saat memberikan pemaparan tentang BCA Indonesia Open (dokpri)
Achmad Budiharto, Sekjen PBSI saat memberikan pemaparan tentang BCA Indonesia Open (dokpri)

Budi menuturkan bahwa pihak PBSI sebenarnya menginginkan agar turnamen Indonesia Open diselenggarakan pada hari biasa karena mayoritas agama warga Indonesia. PBSI bahkan telah bernegosiasi dengan BWF untuk memindahkan agenda Indonesia Open dari bulan puasa ke bulan biasa. Namun sayang, BWF tidak mengabulkan permintaan PBSI. BWF tetap teguh pada pendiriannya agar Indonesia Open tetap dilakukan pada pertengahan Juni sehingga mau tak mau bersinggungan dengan bulan Ramadan. Hal ini membuat BCA Indonesia Open 2017 menjadi Indonesia Open pertama yang turut menyemarakkan bulan Ramadan di Indonesia.

Perihal pemindahan tempat penyelenggaraan dari Istora menjadi JCC Senayan, selain karena Istora tengah mengalami renovasi karena hendak menghadapi Asian Games 2018 juga karena faktor Keputusan BWF lewat serangkaian proses, seperti laporan  dan survey. BWF telah memberikan restu agar pelaksanaan diadakan di JCC. 

"BWF telah dua kali berkunjung ke JCC," jelas Budi.

Perbedaan antara Indonesia Open tahun lalu dengan tahun ini menyisakan tantangan yang harus dihadapi. "Kalau di Istora, kita bisa bersiap-siap pada H-4 atau H-5. Tapi kalau di JCC pada H-3. Tanggal 11 Juni kita sudah harus siap dan pada tanggal 9 kita baru bisa loading barang dan set up (tempat)."

Tak hanya soal waktu, tantangan lain adalah soal luas dan biaya tiket. Faktanya, luas JCC yang lebih kecil dan biaya sewa JCC yang lebih mahal ketimbang Istora berpengaruh pada berkurangnya kapasitas penonton dan naiknya biaya tiket nonton Indonesia Open.

Optimis

Terlepas dari tantangan yang ada, Budi tetap optimis bahwa animo masyarakat Indonesia dalam Indonesia Open masih besar. Terbukti, semua tiket yang dijual secara daring (dalam jaringan) telah "sold out" alias telah semua laku terjual. Tersisa tiket on the spot yang presentasenya sebesar 25% dari tiket keseluruhan (online dan offline). Banyaknya penonton yang datang pada final BCA Indonesia Open tahun lalu walau tidak ada wakil Indonesia tersisa juga menjadi pembuktian lainnya. 

Guna menjawab animo masyarakat yang haus akan prestasi bulu tangkis Indonesia, PBSI pun menargetkan 1 gelar juara pada BCA Indonesia Open SSP 2017 kali ini. "Kami menargetkan 1 gelar juara, terutama dari sektor ganda putra." tutur Budi. Sektor ganda putra kembali menjadi tumpuan mengingat dalam beberapa waktu belakangan, rekam jejak sektor ini amatlah baik. Kevin/Gideon bahkan mencetak hattrick gelar pada tur turnamen Super Series Premier. Walau hanya menargetkan 1 gelar, Budi menyatakan bahwa tak tertutup kemungkinan gelar yang didapatkan bisa lebih dari 1. 

Foto saya bersama Ihsan Maulana Mustofa, salah satu tunggal putra kebanggaan Indonesia (dokpri)
Foto saya bersama Ihsan Maulana Mustofa, salah satu tunggal putra kebanggaan Indonesia (dokpri)

Akhirnya, Indonesia Open hanya tinggal menunggu esok. Indonesia Open boleh dilaksanakan di bulan Ramadan saat orang-orang muslim berpuasa. Namun semoga pada BCA Indonesia Open 2017 ini tidak ada "puasa gelar" lagi setelah terakhir kali Indonesia meraih titel lewat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada Indonesia Open 2013.