Muslihudin El Hasanudin
Muslihudin El Hasanudin jurnalis

journalist and more

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Enjoy Jayapura

1 Juli 2017   04:13 Diperbarui: 1 Juli 2017   04:15 544 3 2
Enjoy Jayapura
Eloknya Danau Sentani (foto dindin)

Begitu mendapat tawaran untuk ikut dalam Jelajah Nusantara Tanah Papua, saya langsung mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang pulau paling timur di Indonesia itu yang oleh Ghau Yu Kua-pengarang termashur Tiongkok- disebut dengan nama Tungki. Semua sahabat, relasi, bahkan beberapa kompasianer saya hubungi untuk sekadar meminta informasi akurat tentang akses dan destinasi menarik yangbisa dikunjungi di sana. 

Ini adalahkegiatan Jelalah Nusantara kesekian kalinya yang saya ikuti. Pertengahan tahun2014 saya mengikuti kegiatan yang sama dengan tujuan pulau barat Indonesia,mulai Sabang, Banda, Aceh, menyusuri kota-kota pantai barat Sumatera  sampai Palembang. Tahun 2015 kami  kembali melakukan hal yang sama dengan menjelajah Bali dan Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi. 

Dan pertengahantahun 2017 ini kami melakukannya  lagi dengan mengunjungi Bumi Mutiara Hitam. Rencananya kami akan mengunjungi Merauke, Wamena,  Raja Ampat, Ambon, dan Ternate. 

Bukit Teletabis (foto dindin)
Bukit Teletabis (foto dindin)

Jayapura Rasa Jawa

Benar kata seorang kawan, “Bolehmencari informasi sebanyak-banyaknya tentang destinasi yang akan kita tuju,tapi sesampainya  di sana buang jauh-jauhsemua itu. Mengalir, dan nikmati saja”

Banyak pilihan penerbangan ke Papua, bergantung daerah yang akan dituju. Kami memilih Jayapura sebagai tujuan pertama, agar mudah melanjutkan perjalanan berikutnya ke Merauke. 

Tidak seperti puluhan tahun sebelumnya akses ke daerah lain di Papua kini sudah terkoneksi dengan mudah danbanyak  pilihan penerbangan. Tentu dengan biaya yang jauh lebih murah dan terjangkau.

Penerbangan dari Juanda ke Sentani  kami tempuh dalam empat jam. Nasib baik, cuaca juga sangat cerah, sehingga kami dapat melihat keindahan Danau Sentani sesaat sebelum peswat mendarat. 

Sebenarnya saya sudah memesan armada via online, tetapi mendadak driver membatalkan sepihak karena sesuatu hal.  Bukan perkara sulit, di depan bandara banyak sekali taxi plat hitam yang menawarkan jasa pengantaran. Sudah ada standar zona wilayah dan tarifnya. Tidakusah ragu, bisa ditawar kok.  Anggap sajaseperti di Jawa.

Tugu Douglas Mac Arthur (foto dindin)
Tugu Douglas Mac Arthur (foto dindin)

Keliling Kota

Kami akhirnya bertemu dan bersepakat dengan  Zulkifli untuk urusan armada. Orang Bugis, masih muda dan sangat ramah. Dia mengantar  kami keliling Jayapura. Ia hapal betul selukbeluk Jayapura baik tempat-tempat wisata, budaya, maupun kondisi sosial politiknya.

Jadilah kami kemudianmengunjungi tempat-tempat menarik dan bersejarah di Jayapura seperti TuguDouglas Mac Arthur, Danau Sentani, dan Bukit Tetetabis. 

Walau baru sekali ini berkunjung ke Papua, kami menikmati keramahannya. Jayapura kota yang sangat toleran, setidaknya itu yang kami lihat di sepanjang jalan-jalan di sana. Baliho dan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan hari raya idul fitri banyak bertebaran  terpampang di tempat-tempat umum. Nah, pemberiucapan bukan hanya sesama  muslim tetapi juga tokoh masyarakat adat dan tokoh agama setempat. Penduduk asli dan pendatang sudah membaur sejak lama dan  hampir takada sekat. Inilah negeriku sesungguhnya.

 Citihub Hotel Abepura, 1 Juli 2017

Bersama Pak Hans juru kunci Tugu Mac Arthur (foto dindin)
Bersama Pak Hans juru kunci Tugu Mac Arthur (foto dindin)

Catatan           

Tarif taksi bandara per harimaks 12 jam armada setara Innova Rp.800.000

Hanya drop ke hotel diAbepura atau ke Bandara Rp 250.000 – 350.000

Nomor telp Taxi BandaraRekomended : Zulkifli 082248626462 

Hotel Rekomended Abepura: CitiHub Hotel (0967)584777