Zulhamidi
Zulhamidi Karyawan

Orang mengenal saya sebagai pribadi yang tidak utuh. Dengan menulis, maka mereka pun akan mengenal saya dengan semakin baik tanpa perlu menghabiskan waktu, biaya dan tenaga.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Perlindungan Anak dari Bahaya Nyamuk

3 Juli 2017   11:42 Diperbarui: 3 Juli 2017   12:35 441 0 2
Perlindungan Anak dari Bahaya Nyamuk
Lucu yah sehabis mandi pakai telom lang plus yang harumnya anak kami suka banget sampai merem melek cium sensasi harumnya

Melihat buah hati yang sedang tertidur lelap tentu menjadi dambaan semua orang tua. Rasanya gelisah bila melihat anak kita yang sedang tertidur nyenyak terganggu dan bahkan terbangun dari tidurnya karena tidak nyaman. Salah satu yang membuat tidak nyaman dalam tidur adalah adanya banyak nyamuk yang berterbangan di sekitar anak kita.

Kita sebagai orang tua selalu waswas dengan adanya gigitan nyamuk di tubuh anak kita. Sebagian besar gigitan nyamuk memang bersifat tidak berbahaya. Bekas gigitannya pun hanya sebatas bentol dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Namun, gigitan nyamuk ini membuat tidur anak kita menjadi terganggu, tidak pulas dan gelisah. Namun kita tidak pernah tahu apakah nyamuk yang menggigit anak kita membawa risiko penyakit berbahaya seperti demam berdarah atau tidak. Gigitan nyamuk tidak bisa kita anggap enteng karena beberapa jenis nyamuk dikenal menjadi biang pembawa penyakit-penyakit berbahaya seperti demam chikungunya, penyakit kuning, malaria, demam berdarah, dan lainnya.

Berdasarkan data internal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, pada tahun 2015, penderita demam berdarah di 34 provinsi di Indonesia sebanyak 129.179 orang, dimana 1.240 diantaranya meninggal dunia.[1] Data lain menunjukkan pada Tahun 2015,angka penderita penyakit DBD di Indonesia dalam 5 Tahun terakhir terus meningkat, angka terakhir di 2015 adalah 49,5 orang per 100.000 penduduk Indonesia, meningkat dibandingkan 2014 yang sebesar 36,8 per 100.000 penduduk Indonesia. [2]

Bahkan, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia dilaporkan sebagai negara ke-2 dengan kasus DBD terbesar diantara 30 negara wilayah endemis. Masih tingginya angka kematian akibat DBD menuntut para orang tua untuk terus waspada terhadap kemungkinan merebaknya penyakit ini di lingkungan tempat tinggal kita khususnya yang banyak terdapat anak. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk secara kolektif bersama-sama menciptakan lingkungan sehat bebas nyamuk guna menekan angka kejadian DBD.

Bayangan banyak penyakit yang ditimbulkan oleh gigitan nyamuk membuat kita resah, sehingga sebaiknya sebagai Orang tua mengupayakan untuk meminimalisasi risiko dengan melindungi dan menghindari anak kita dari gigitan nyamuk. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk menghindari anak kita dari gigitan nyamuk. Diantaranya adalah, kenakan Anak kita dengan pakaian berwarna cerah yang menutupi seluruh permukaan kulit dan longgar. Nyamuk enggan mendekati warna cerah. Orang tua juga perlu memasang kasa antinyamuk pada jendela agar Nyamuk tidak mudah masuk kedalam rumah.

Nyamuk yang sudah berada di dalam rumah kita maupun di sekitar area rumah juga dapat berkembang biak dengan cepat. Oleh karena itu, pencegahan gigitan nyamuk dapat juga berfokus pada pembersihan habitat tempat nyamuk berkembang biak. Seperti menguras dan membersihkan tempat-tempat penampung air seperti bak mandi, kolam renang, akuarium, vas bunga, atau tempat minum hewan piaraan di rumah secara teratur. Bersihkan rumah dan halaman dari tumpukan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Tempatkan wadah-wadah yang sedang tidak terpakai dalam posisi tertelungkup agar tidak menjadi penampung air. Air yang tergenang tentu akan menjadi sarang nyamuk untuk bertelur dan berkembangbiak.

Salah satu cara lainnya yang mudah dan praktis adalah dengan melindungi kulit anak kita dengan sejenis minyak telon yang mengandung Natural Rhodinol, diantaranya produk Telon Lang Plus dari Cap Lang. Kandungan Natural Rhodinol yang terdapat pada Telon Lang Plus efektif menghindari Si Kecil dari gigitan nyamuk demam berdarah dengan perlindungan selama 12 jam. Telon Lang Plus aman untuk kulit lembut Si Kecil, bahkan Kualitasnya telah teruji di laboratorium IPB. Selain itu, Telon Lang Plus memiliki Kandungan minyak anise dan minyak kayu putihnya memberi kehangatan pada tubuh bayi dan mencegah masuk angin, serta membuat badan Si Kecil tetap hangat. Selain itu, kelembapan kulit Si Kecil akan terjaga, tetap halus, lembut, harum dengan aroma bayi serta tidak kering karena Telon Lang Plus mengandung minyak zaitun (olive oil) dan minyak chamomile. Jadi, kulit Si Kecil pun selain terlindungi dari gigitan nyamuk juga tetap terjaga kelembapan dan kehalusannya.

Anak kami pun merasakan kehangatan dari minyak telon lang plus. Digunakan setelah mandi dan ketika di perjalanan, anak kami merasa nyaman dan hangat sehingga kami sekeluarga bisa tenang dan menikmati kebersamaan di rumah maupun perjalanan.


[1]Indonesia Peringkat Dua Negara Endemis Demam Berdarah

[2]Angka Kematian Demam Berdarah di Indonesia