Meita Eryanti
Meita Eryanti Apoteker | pemilik Chocomeeshop

Apoteker yang berusaha selalu bahagia dengan rutinitasnya dan senang bila bisa libur setiap hari sabtu. kalau ada yang ingin berbagi cerita tentang penggunaan obat, bisa kirim email ke meita.eryanti@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Kayu Manis yang Ampuh Atasi Rasa Nyeri di Badan

22 Juni 2017   18:29 Diperbarui: 25 Juni 2017   19:36 2255 3 2
Kayu Manis yang Ampuh Atasi Rasa Nyeri di Badan
Kayu manis. Merdeka.com

“Meta kamu kenapa?” tanya dokter karyawan.

“Punggung saya sakit, Dok…” jawabku.

“Ini yang kemarin belum sembuh apa sakit lagi?” tanya dokter itu lagi.

Aku lalu meringis memperlihatkan gigiku dan bersiap untuk mendapat omelan. “Yang tempo hari kan belum beneran sembuh Dok, kan saya cuma pakai cream pereda nyeri itu. Terus kemarin ini saya ngepakin barang mau diangkut ke Bekasi. Kan saya mau resign. Eh, malah sakit lagi, Dok.”

“Tuh kan, kamu ni bandel banget sih?” kata dokter karyawan. “Kenapa kamu gak mau minum obat?”

“Karena obatnya bikin sakit perut, Dok,” kataku.

“Kan ada arcoxia atau celebrex tuh yang katanya gak bikin sakit perut,” kata dokter lagi.

“Tapi kan itu obat baru. Saya gak yakin dengan keamanannya,” jawabku. Apapun itu. Gue gak mau minum obat sebenarnya.

“Apa sih efek samping yang mungkin terjadi?” tanya dokter itu.

“Rasa gak nyaman pada saluran pernafasan dan saluran pencernaan, gangguan pada sistem syaraf dan penglihatan… apa lagi ya Dok?” Jawabku.

“Apapun itu , Meta, Gak mungkin kamu langsung ngalamin itu. Gak mungkin kamu langsung jadi epilepsi misalnya, begitu minum obatnya kan meta” kata dokter.

“Kan saya belum pernah minum itu. Kan kita gak tau saya bakal ngalamin itu apa enggak. Efek samping itu muncul pada dosis normal Dok, kalo dia muncul saat terjadi penumpukan kadar di darah namanya bukan efek samping tapi keracunan.” Sanggahku.

“Terserah kamu ah, pokoknya menurut aku kamu perlu minum pereda nyeri sama kortikosteroid. Terserah kamu mau apa enggak. Males ih, kamu bandel banget.” kata dokter tersebut kesal.

“ya deh, saya pereda nyerinya ambil arcoxia. Kortikosteroidnya resepin triamcinolone ya, Dok?” kataku daripada dia jadi naik darah. “Saya mau vitamin neurotropic juga ya Dok? Saya ngikut, mau diresepin apa juga.”

Sebenarnya aku ingin dia ngasih saran yang lain selain minum obat atau minimal, kasih tau aku apa yang terjadi dengan tulang punggungku. Tapi ya sudah lah, akhirnya, aku meminum obat yang diresepkan oleh dokter. Aku meminum obat pereda nyerinya dan dalam 30 menit - 1 jam, nyeriku sudah berkurang banyak. Malamnya, aku minum triamcinolone dan vitamin meurotropik. Paginya, punggungku sudah baik-baik saja.

Namun, aku harus menghadapi masalah baru. Karena minum triamsinolon malam hari, aku susah tidur semalaman. Jadi paginya, aku bangun dengan kepala dan mata yang berat serta suasana hati yang buruk.

Berminggu -minggu setelah kejadian itu, sakit punggungku Kumat. Aku berencana tidak minum obat karena kepala yang berat dan suasana hati yang buruk itu jauh lebih mengganggu dibanding sakit punggung. Tapi aku juga belum punya ide harus gimana, padahal ni punggung sakitnya udah banget - banget. Saat aku sedang berselancar di internet, aku menemukan hal yang menarik bahwa cinnamon atau kayu manis bisa digunakan sebagai pereda nyeri.

Menurut beberapa situs di internet, kayu manis telah digunakan sebagai obat sejak jaman Mesir kuno. Bahkan sampai sekarang pun, kayu manis masih digunakan dalam pengobatan tradisional cina salah satunya sebagai obat untuk mengurangi rasa nyeri.

Sebuah artikel di pharmacytimes.com menyebutkan bahwa kayu manis lebih superior dibanding ibuprofen (obat nyeri yang banyak digunakan orang) dalam mengatasi nyeri. Mengapa? Karena menurut penelitian, ibuprofen memiliki efek samping yang serius pada sistem cardiovascular untuk orang-orang tertentu. Sedangkan batang kayu manis, tidak memiliki efek tersebut tetapi malah dapat melindungi orang dari penyakit kardiovaskular karena memiliki efek dapat menurunkan tekanan darah.

Tetapi, tentu saja kayu manis tidak sesuperior itu. Dia masih punya kekurangan. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Clinical and Diagnostic Research, pasien baru merasakan sakitnya berkurang secara signifikan setelah 8 jam setelah meminum seduhan kulit kayu manis. Akupun merasakan punggungku benar-benar baik setelah minum seduhan kayu manis selama 4 hari berturut-turut.

Satu hal yang perlu diingat dari penggunaan bahan alam asli sebagai obat. Tidak ada pengobatan yang instan.