Mawan Sidarta
Mawan Sidarta wiraswasta, Lulusan S1-Agronomi UNEJ

Bukan reporter sembarang reporter tapi reporter Kompasianadotcom. Traveler berwarna. Sudah menikah punya satu anak. Sekarang usaha kecil-kecilan di rumah. Bravo Kompasiana https://www.instagram.com/mawansidarta https://www.facebook.com/mawan.sidarta https://twitter.com/MawanSidarta1

Selanjutnya

Tutup

Cerita Ramlan Pilihan

Meski Hari Raya Namun Tetap "Jumatan"

15 Juni 2018   21:54 Diperbarui: 16 Juni 2018   02:32 948 0 0
Meski Hari Raya Namun Tetap "Jumatan"
Sholat Jumat bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H (dok.pri)

Hari Raya Idul Fitri pertama 1439 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 15 Juni 2018 bertepatan dengan hari Jumat. 

Seperti kita ketahui bersama, di hari Jumat itu kaum muslimin diwajibkan untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat secara berjamaah.

Tumben, untuk Sholat Jumat tanggal 15 Juni 2018 yang bertepatan dengan lebaran pertama 1439 Hijriyah jumlah jamaah masjid yang biasa saya datangi sedikit menurun. 

Apa karena sebagian jamaah masjid itu sedang sibuk mudik atau fokus pada acara lebaran mereka sehingga melupakan kewajiban menunaikan ibadah Sholat Jumat.

Terjadi pro-kontra seputar apakah boleh seorang muslim yang pagi harinya menunaikan ibadah Sholat Idul Fitri terus siangnya tidak mengerjakan Sholat Jumat. 

Siapa saja yang tidak menghadiri Sholat Jumat dan telah menghadiri Sholat Id, maka wajib baginya untuk mengerjakan Sholat Dhuhur sebagaimana dijelaskan pada hadits yang sifatnya umum. 

Hadits tersebut menjelaskan bahwa bagi yang tidak menghadiri Sholat Jumat, maka sebagai gantinya, ia menunaikan Sholat Dhuhur (4 raka'at). (Lihat Fatwa Al-Lajnah Ad-Da'imah li Al-Buhuts Al-'Ilmiyyah wa Al-Ifta', 8: 182-183, pertanyaan kelima dari Fatwa no. 2358, Mawqi' Al-Ifta'), selengkapnya bisa dibaca di sini:   

Tidak Mudik Namun Dikunjungi Saudara Jauh

Tak ikut hingar bingarnya mudik lebaran bukan berarti harus bengong di rumah. Wah sayang.., mendingan kesempatan yang ada digunakan untuk unjung-unjung ke rumah saudara yang ada di Sidoarjo atau di daerah lain.

Unjung-unjung (saling mengunjungi) merupakan upaya mempertahankan hubungan silaturrahim agar tetap harmonis.

Kebetulan di rumah kakak sudah berkumpul saudara dari alm. ibu yaitu keponakan-keponakan ibu yang kini sudah berhasil dan salah satunya menetap di Jakarta.

Dengan pertemuan itu suasana tampak rukun, damai, tanpa ada rasa permusuhan. 

Kotbah khotib pada pelaksanaan Sholat Jumat siang tadi begitu menyentuh dan menginspirasi saya untuk lebih giat lagi dalam menjaga tali silaturrahim.