Irma Tri Handayani
Irma Tri Handayani guru

Ibunya Lalaki Langit dan Miyuni Kembang

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Romantisme dalam Sekotak Paket Hokben

30 Juni 2016   00:16 Diperbarui: 30 Juni 2016   00:36 98 0 0
Romantisme dalam Sekotak Paket Hokben
Omiyage paket berbagi kehangatan. - hokben.co.id

Mendengar kata Hokben membuat senyum saya tersungging. Restoran penyaji masakan jepang ini menyumbangkan satu kisah dalam perjalanan pernikahan saya dan suami. Meski ceritanya sederhana namun meninggalkan kesan mendalam.

Begini kisahnya..

Hari sudah menjelang malam saat saya dan suami melangkah pulang. Sebenarnya saat-saat berduaan seperti ini sudah menjadi hal yang langka bagi kami berdua. Kesibukan mengurus kedua buah hati dan mendulang rupiah membuat kami mengenyampingkan romantisme jalan berduaan.

Momen kali itupun tak disengaja. Kebetulan jadwal selesai bekerja kami berdua sama. Sehingga akhirnya kami bisa melangkah bersama menuju rumah mertua dimana kedua buah hati kami titipkan di sana saat harus bekerja.

"Gimana kalau kita makan dulu? " ajak suami. Kalau mengikuti suara perut yang sedari tadi dangdutan ingin rasanya mengiyakan.

"Kasihan ah anak-anak! Kita enak-enak makan saat mereka sedang resah menunggu kita, " tolak saya yang diikuti anggukkan kepala suami.

Hari itu kami berdua pulang pergi tanpa menggunakan sepeda motor seperti biasanya. Menggunakan motor pada saat jam pulang kerja seperti ini sama aja uji nyali karena harus berjuang melawan kemacetan kota Bandung yang sepertinya ingin menyaingi Jakarta. Selain males terjebak macet, rasanya capek juga membelah jalan yang jaraknya lebih dari 20 km dari Bandung menuju Rancaekek.

Kami berdua memilih travel.Travel menuju daerah jatinagor ini sebenarnya cukup nyaman untuk dinaiki. Kami tinggal turun di gerbang tol lalu naik angkot sekali menuju Rancaekek. Namun sayangnya pada jam sibuk seperti ini jumlah armadanya kurang sehingga kami harus rela antri untuk dapat giliran.

"Kita nyari makan deh!" kali ini saya yang mengajak suami mencari makan demi menghilangkan kejenuhan menunggu antrian.

Kamipun menyusuri mall Baltos di seputaran tamansari Bandung tempat travel itu berada , untuk menemukan makanan yang pas di kantong dan pas diperut. Saat tiba dilantai atas , mata kami berdua kompak melihat tulisan hokben. Dan setahu kami ada paket murah meriah yang cukup lezat untuk dinikmati. Saling pandang dan senyum mengartikan kami sepakat memilih hokben.

Seorang karyawan di dekat pintu menyambut kami menggunakan bahasa jepang. Kami tersenyum sambil menganggukkan kepala karena tak tahu kalimat balasan dalam bahasa jepang. Kami menuju ke tempat makanan berada.

"Selamat malam Bu.. Mau pesan apa? " sapa karyawati hokben lainya ramah.

Saya melihat-lihat terlebih dahulu paket makanan yang terpampang. Seolah-olah mikir padahal kami sudah sepakat sebelumnya akan memilih paket hemat. Bukanya tak tertarik dengan paket yang lain. Paket bento special 1, 2,3, dan 4 sepertinya lebih menggoda. Begitupun paket value set, favorit set, premium set dan premium set sea food yang tampak menggugah selera. Dan wow, itu paket omiyage yang bisa dinikmati 4 orang atau 6 orang betul-betul seperti siap memanjakan lidah ! Sayang isi dompet kami tak bersahabat hingga tak mungkin pindah ke lain paket.

"Paket hemat 2 sama paket 3 aja deh mba," pesan saya malu-malu.sementara suami memilih menunggu dan membiarkan saya yang berjuang sendirian.

"Makan di sini atau dibawa pulang? "

"Dibawa pulang aja deh Mba."

Selagi paket disiapkan sayapun membayar ke kasir. Tak perlu menunggu lama paket hemat 2 yang berisi 2 egg chicken roll ,1 tori baaga plus nasi dan paket 3 yang beisi 2 egg chicken roll, 2 shrimp roll plua nasi juga sudah berhasil digenggam. Kami pun kembali menuju pool travel.

Sebetulnya tentu lebih afdol jika menikmati paket hokben di tempatnya langsung . Kenyamanan tempatnya tentu akan meniupkan hawa romantis . Terbayang kami makan berhadapan lalu saling bersuapan. Namun apa daya tampang imut buah hati kami selalu membayangi hingga kami memutuskan makan paket hokben di travel saja supaya perut kenyang makanpun tak kemalaman.

Syukurlah sekembalinya dari hokben travel yang akan kami naiki sudah datang. Nyaris saja kami ketinggalan. Tanpa pikir panjang kami memilih posisi depan di dekat pak supir yang sedang bekerja agar tak malu oleh penumpang lain saat makan.

Mobil mulai maju. Kamipun mulai membuka kotak hokben.

"Inikan paketnya ada dua, tapi.. Yang kita makan yang paket hemat 3 aja ya, " sebelum makan saya memberikan intruksi pada suami.

"Loh, terus ngapain beli dua kalau makannya cuma satu? " suamiku tampak bingung.

" Kan kita butuh nasinya dua, gakan kenyanglah kalau kita makan nasi Sepaket dibagi dua. Nah egg chicken roll ama shrim rollnya di paket hemat 3 kan isinya masing-masing dua jadi bisa kita bagi rata.Sementara egg chicken roll dan tori baaga paket hemat 2 jangan diganggu gugat ,buat anak kita dirumah. Nasinya tinggal kita ganti di rumah! " perlu beberapa detik untuk membuat suami mengerti.

Ide hemat ini saya pilih karena ingin membagi paket hokben ini dengan kedua buah hati kami. Sudah terbayang kegembiraan mereka mendapat paket hokben ini. Semenjak pertama kali mencoba, mereka persis seperti kami langsung jatuh cinta pada menu hokben ini. Mereka selalu lahap saat menikmati hokben . Terkadang saat mereka sulit makan maka paket hokben bisa membangkitkan nafsu makan mereka.

Sayangnya hingga detik ini kami hanya baru mampu membelikan paket hemat untuk mereka. Penghasilan kami belum memungkinan untuk membeli paket yang harganya diatas paket hemat. Kami masih harus mengencangkan ikat pinggang karena pos keuangan untuk cicilan rumah dan spp sekolah membuat uang tersisa hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Kalau ada uang lebih barulah kami berani membeli yang lain.

Pembagian paket hokben sudah rampung. Satu kotak diamankan ke dalam tas, satu kotak siap kami santap. Tak lupa kami berdoa dan basa-basi menawarkan hokben pada pak supir.

Karena kami berdua lapar berat maka hanya perlu beberapa menit saja untuk memindahkan isi hokben ke dalam perut kami. Sambil saling bercerita tentang kejadian-kejadian yang kami lalui hari ini. Tak terasa gurih dan renyahnya egg chcken roll dan shrimp roll sudah melewati kerongkongan kami.

Diantara gelapnya mobil (karena lampu dimatikan) dan bergoyang-goyangnya mobil saat melewati jalan berlubang kami berdua telah melewati makan malam yang jauh dari kesan romantis. Meskipun begitu kami tak henti-hentinya tertawa atas kekonyolan acara makan ini.

Nyaris saja makanan nyasar masuk ke hidung. Belum lagi kerepotan saya dalam menggunakan sumpit. Hingga kini saya tak seahli suami dalam menggunakan sumpit untung tadi sempat minta sendok untuk mempermudah proses makan.

Selesai makan kantukpun menyergap. Baru setengah perjalanan pulang. Perut kenyang membuat mata suamiku terpejam. Ku rapihkan kotak yang telah kosong lalu kupandangi tampang lelaki berkaca mata itu sambil tersenyum penuh cinta.

Sampai kapanpun momen makan malam bersama hokben kali ini akan kami simpan sebagai salah satu momen terindah dalam kisah pernikahan kami.

Semoga saat ulang tahun pernikahan kami yang ke-8 di bulan Oktober nanti ada rejeki lebih untuk membeli paket omiyage yang kini sedang naik daun. Dengan omiyage kami bisa makan bersama ke dua buah hati kami sekaligus. Tanpa terasa air liur ini menetes membayangkan paket omiyage yang sempat saya lihat tadi. Dan seakan mengikuti suamikupun meneteskan air liur juga dalam lelapnya.

Terlelap setelah melahap paket hemat 2 Hokben. (Foto:Irma)
Terlelap setelah melahap paket hemat 2 Hokben. (Foto:Irma)