Gayahidup

Refleksi dan Renungan

27 Juni 2017   20:23 Diperbarui: 28 Juni 2017   11:50 3037 0 0

Seperti kita ketahui bersama bahwa kata Refleksi dalam Gerakan Pramuka merupakan Kilas Balik dari pemaknaan kehidupan, kegiatan refleksi diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan semangat, motivasi, dan menuntun sebuah kehidupan kepada pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tentunya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara kata Renungan yang biasa di selenggarakan dalam sebuah kegiatan di Gerakan Pramuka merupakan suatu pemikiran yang mendalam mengenai kehidupan diri, mengambil hikmah dari berbagai peristiwa sebagai upaya untuk meluruskan arah kehidupan kea rah Satya dan Darma Pramuka.

Lantas akan terbesit dalam pemikiran kita, apakah tujuan dari kegiatan refleksi dan renungan tersebut ? Sebagaimana sering kita lakukan dan sampaikan di setiap kegiatan Kepramukaan yang di selenggarakan oleh Gugus Depan maupun pada saat penyelenggaraan Kursus-kursus Kepramukaan, bahwa tujuan dari refleksi itu sangatlh penting di laksanakan, karena sebagai tuntunan kehdupn manusia kepada sebuah pengabdian yang hakiki seperti, pengbdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, menumbuhkan rasa kecintaan terhadap sesame hidup dan alam seisinya, bisa juga dapat mengurangi sifat dasar ketamakan manusia, serta yang lebih penting dari kegiatan refleksi itu adalah memupuk rasa pengorbanan terhadap bangsa dan Negara.

Sementara kata Renungan itu sendiri adalah bertujuan untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan agar di kemudian hari yang bersangkutan dapat tetp menunaikan kewajibannya terhadap Tuhan, Negara, sesame manusia, dan kepada dirinya sendiri, serta menjalankan sepuluh darmanya dengan sungguh-sungguh agar hidup menjadi bermakna buan saja pada dirinya tapi juga buat orang banyak.

Dalam sebuah kegiatan misalnya perkemahan atau kursus-kursus, materi refleksi dan renungan bisa saja diambil dari rangkaian kata mutiara, kata-kata sajak, bisa juga dari cerita-cerita peristiwa sejarah atau kepahlawanan, puisi-puisi yang menyentuh jiwa dan mengandung pembelajaran kehidupan sehari-hari, bisa juga di beri tambahan muatan kearifan lokal, resensi buku-buku cerita fiksi maupun non-fiksi atau juga bisa peristiwa sehari-hari yang terpilih.
Yang harus di fahami secara realita, terkadang para

Pembina Pramuka maupun Pelatih Pembina menemui kesulitan tinggi saat harus memilih materi refleksi dan renungan, karena apabila salah memilih materi maka orang akan salah dalam pemaknaanya. Oleh karena itu memilih materi reflesi maupun renungan hendaknya disesuaikan dengan tingkat kematangan rohani dan jasmani peserta didik atau peserta pelatihan serta tingkat pemahaman peserta pelatihan terhadap sebuah kehidupan baik kehidupan dirinya maupun kehidupan orang lain.

Sesudah materi yang tepat dipilih maka yang harus dilakukan adalah waktu penyampaian yang tepat tentang refleksi dan renungan tersebut dan biasanya pemilihan waktu dilaksanakan ketika suasana hening yaitu di pagi hari untuk refleksi dan di malam hari untuk renungan biasanya setelah selesai kegiatan. Namun juga refleksi dan renungan bisa saja di laksanakan pada acara-acara lain misalnya setelah acara kegiatan selesai, saat peserta dan pelatih akan berpisah disampaikanlah kata-kata refleksi maupun renungan, sehingga sangat terasa hikmahnya acara tersbut dan akan membekas di hati peserta.

Untuk membangun suasana lebih berkesan di hati maka refleksi maupun renungan akan lebih baik dilakukan dengan iringan music instrumental syahdu, yang memiliki karakter yang dapat menyentuh jiwa peserta. Apabila refleksi dan renungan di lakukan di luar ruangan maka waktu yang baik adalah pada saat pagi hari atau malam hari.

Pelaksanaan refleksi maupun renungan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti, ditayangkannya lewat layar di iringi dengan iringan music dan narasi dari Pembina atau pelatih, bisa juga disampaikan secara lisan, ataupun secara bersahutan, bisa juga melibatkan peserta maupum beberapa peserta bahkan mungkin akan lebih menyentuh jiwa dilakukan secara kolaborasi antara peserta dengan Pembina atau pelatih.
Berikut ini kami sampaikan contoh renungan yang biasa kami sampaikan pada saat kegiatan perkemahan di Gugus Depan sendiri maupun kursus-kursus Pramuka di Pusdiklatcab :

“ adik-adik sekalian peserta perkemahan…………… berikut ini kakak akan menyampaikan sebuah peristiwa keseharian tentang kehidupan manusia disekitar kita, dan peristiwa ini adalah benar-benar nyata terjadi di Negara Amerika “

“ untuk itu adik-adik hendaknya mendengarkan, mencermati dan memahami atas apa-apa yang akan akan kakak sampaikan tentang refleksi kehidupan yang harus di renungkan oleh kita sebagai umat manusia yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, maka dengarkan dan renungkanlah pada hati yang terdalam adik-adik sekalian,

 Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain.
 Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru.
 Ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibanya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores-gores.
 Pria tersebut marah dan berlari menghampiri anaknya serta memukul-mukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukumannya.
 Setelah sang ayah tenang kembali,…………. Dia segera membawa anaknya ke rumah sakit.
 Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari-jari anak yang hancur tersebut, ….. tetapi ia tetap gagal.
 Akhirnya…….. dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.
 Ketika anak kecil itu siuman dari operasi amputasi dan jarinya telah tiada …… ia melihat tanganya telah dibungkus perban,…..
 Dengan polos si anak berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu ……..
 Kemudian si anak bertanya, “ tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali ?”
 Ayahnya pulang ke rumah, ia menyesal, dan sedih, pilu dan tiada terkira…….. akhirnya ia melakukan bunuh diri.
 Renungkanlah cerita diatas !!!
 Berfikirlah dahulu sebelum kau berbuat.
 Ketika engkau berbuat dalam kondisi kehilangan kesabaran…. Maka engkau dapat kehilangan segala milikmu.
 Engkau akan kehilangan sesuatu yang paling engkau cintai…… bahkan engkau akan kehilangan jiwamu sendiri.
 Mobil truk yang rusak dapat diperbaiki.
 Tetapi tulang yang telah hancur….. siapa yang dapat memulihkannya ?
 Camkanlah bahwa hati yang disakiti seringkali sulit pula untuk dapat dipulihkan kembali…
 Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara nafsu dan perbuatan kita
 Kita seringkali lupa bahwa mengampuni
renungan dan sesudah melakukan renungan. Dalam jangka panjang evaluasi bisa saja dilakukan dari adanya perubahan penghayatan nilai spiritual dan emosional peserta selama mengikuti kegiatan dan sesudah kegiatan.
 labih baik daripada membalas dendam.
 Mari kita mohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan khidmat.

itulah kata-kata refleksi yang biasa kami sampaikan pada saat acara renungan malam dan sebagai evaluasi dari apa yang kita sampaikan kepada peserta adalah dilihat dari ekspresi peserta sewaktu melakukan

 

Cirebon, 27  Juni 2017