Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Inilah Tradisi Menyambut Ramadan ala Kompasianer dari Berbagai Daerah

2 Juni 2017   14:54 Diperbarui: 3 Juni 2017   01:56 171 2 0
Inilah Tradisi Menyambut Ramadan ala Kompasianer dari Berbagai Daerah
Foto: Dokumentasi Kompasianer Yuni Astuti

Marhaban Ya Ramadan! Alhamdulillah, kita masih diberi nikmat sehat dan nikmat iman sehingga berkesempatan bertemu bulan yang suci dan penuh rahmat ini. Bicara soal Ramadan, setiap daerah di Indonesia punya tradisi menarik dalam menyambut bulan Ramadan. Apa saja tradisi unik menyambut Ramadan ala Kompasianer? Berikut ini kami rangkum sedikit ulasan tradisi unik menyambut Ramadan ala Kompasianer. 

Pawai Menyambut Ramadan

Foto: Dokumentasi Yuni Astuti
Foto: Dokumentasi Yuni Astuti
Kompasianer Yuni Astuti punya reportase menarik tentang tradisi menyambut bulan suci Ramadan di Blora, Jawa Tengah. Anak-anak TK, SD, dan SMP, serta para orang tua murid berkumpul dan melaksanakan pawai Ramadan di jalan raya dengan menggunakan busana tradisional sebagai ciri khasnya.

Selain itu, budaya lokal Blora seperti Kenthongan, Tayubdan Barongan juga ditampilkan di tengah-tengah pawai. Para peserta pawai juga membagikan jadwal imsakiyah dan poster-poster yang mengingatkan tentang amalan-amalan lain di bulan puasa. Wah, seru sekali ya!

Ziarah ke Makam

Foto: Dokumentasi Slamet Hariadi
Foto: Dokumentasi Slamet Hariadi
Berziarah atau Nyekar ke makam keluarga dan kerabat adalah salah satu dari banyak tradisi jelang bulan suci Ramadan. Selain memanjatkan doa untuk keluarga dan kerabat yang sudah tiada, membersihkan makam juga salah satu tradisi jelang Ramadan yang dilakukan para peziarah.

Kompasianer Slamet Hariadi juga menceritakan tradisi lain di Malang, Jawa Timur, dimana masyarakat berkumpul dan membawa makanan untuk disantap bersama-sama. Tradisi ini disebut Punggahan; mirip seperti Munggahan dalam tradisi Sunda dan Magengan di Jawa; hanya berbeda istilah saja. Kedua tradisi khas Malang ini bertujuan untuk menambah suasana Ramadan yang lebih khidmat dalam kebersamaan.

Ritual Cuci Karpet

Foto: Dokumentasi Bambang Setyawan
Foto: Dokumentasi Bambang Setyawan
Di Salatiga, Jawa Tengah, ada tradisi unik menyambut Ramadan. Kompasianer Bambang Setyawan menuliskan tradisi cuci karpet masjid bersama yang dilakukan warga sekitar. Tradisi in dilakukan demi menjaga kebersihan masjid yang akan digunakan untuk ibadah Salat Tarawih di malam hari selama bulan Ramadan. Didominasi oleh para remaja, tradisi cuci karpet ini dilakukan di tempat pemandian umum di Salatiga.

Selain tradisi cuci karpet, “ritual khas” jelang bulan Ramadan yang lainnya di sini adalah Padusanatau mandi di pemandian umum yang bertujuan mensucikan diri dari hadas kecil maupun besar jelang bulan Ramadan. Kawasan mata air Sendang Senjoyo merupakan tempat favorit para warga sekitar melakukan Padusan. Dari anak-anak hingga orang tua berbaur membersihkan diri sambil berendam di Sendang Senjoyo ini.

**

THR Kompasiana
THR Kompasiana

Kompasianer punya cerita menarik lainnya seputar Ramadan? Ayo tuliskan ceritamu di Tebar Hikmah Ramadan (thr.kompasiana.com) dengan menambahkan label “Cerita Ramlan” dan “THR Kompasiana”. Selamat berpuasa untuk Kompasianer yang menjalankannya!

(ARD/yud)